Mengenal Desa Bengkala, Desa Bisu Tuli di Bali
MALANGTODAY.NET - Desa Bengkala merupakan salah satu desa wisata di Bali. Lokasinya berada di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali. Desa ini cukup terkenal karena sebagian penduduknya menyandang bisu dan tuli. Meskipun tidak semua warga menyandang bisu dan tuli, mereka tetap damai hidup berdampingan disini. Sejarah Desa Bisu Tuli Menurut mitos yang beredar di masyarakat, dulu masyarakat di Bengkala terbagi dalam dua kelompok. Ada kelompok yang menyembah dewa dan satunya tidak. Kelompok yang tidak mau menyembah dewa memutuskan untuk keluar desa dengan membawa emas. BACA JUGA: Ribuan Pelamar CPNS Bali Gugur, Ratusan Formasi Terancam Hangus Namun, kelompok yang menyembah dewa tidak ingin peristiwa ini terjadi. Akhirnya mereka memanggil-manggil kelompok yang keluar desa tersebut. Sayangnya, tidak ada sahutan sama sekali sehingga membuat kelompok yang berada di desa marah dan mengutuk kelompok yang keluar desa tersebut. Kutukannya adalah keturunan mereka tidak mampu berbicara dan mendengar. Penelitian mengungkapkan bahwa ini tentu berasal dari faktor genetik. Disini ditemukan bahwa terdapat kerusakan kromosom 17 yang mengakibatkan kelainan ini dibawa secara turun-temurun. Di desa tersebut ditemukan sebuah gen resesif endemik bernama DFNB3 dalam rentang tujuh generasi terakhir dilansir dari Beritatagar.id. Meski demikian, ada beberapa orang tua normal yang memiliki anak bisu tuli dan sebaliknya. [caption id="attachment_263970" align="alignnone" width="800"] Tari Janger Kolok - Foto istimewa[/caption] Komunikasi di Bengkala Bahasa yang digunakan oleh para warganya adalah bahasa kolok. Kolok merupakan Bahasa Bali yang digunakan untuk menyebut warga yang mneyandang bisu dan tuli . Sebagian orang menganggap bahasa kolok lebih mudah dimengerti daripada Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Penggunaan kolok ini sangat lokal dan hanya menggunakan isyarat gerakan tangan. Bahkan bahasa kolok ini sudah dibuatkan kamus. Warga Bengkala yang normal juga menggunakan dan mengajarkan Bahasa ini guna bisa berkomunikasi baik dengan warga kolok. Kesenian Khas Bengkala Seni khas dari desa bengkala adalah Janger Kolok. Janger Kolok merupakan sebuah tarian Janger yang dibawakan oleh penari kolok. Alat musik yang digunakan hanya satu, kendang. BACA JUGA: 5 Rekomendasi Hotel Kapsul di Bali untuk Liburanmu Pendidikan di Bengkala Di Bengkala terdapat Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk para kolok. Kurikulumnya telah disesuaikan dengan keadaan di desa tersebut. Selain itu, disini juga disediakan sekolah inklusi. Dengan demikian pendidikan mereka tidak tertinggal dan buta aksara. Perekonomian di Bengkala Perekonomian warga Bengkala sama dengan di daerah lain. Warga bekerja sebagai pekerja seni, peternak, dan buruh harian. Warga disini juga telah mengenal internet. Dengan demikian, jaringan pergaulan maupun bisnis mereka sudah dalam lingkup internasional.
Penulis: Almira Sifak Editor: Almira Sifak
Source : https://malangtoday.net/flash/bali/mengenal-desa-bengkala-desa-bisu-tuli-di-bali/














