Better now than later ;) I will consistent for the time needs
seen from Belarus

seen from United States
seen from China
seen from Singapore
seen from Japan
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from Serbia
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
Better now than later ;) I will consistent for the time needs
Wolf Totem yang Tidak Selesai Hingga Review Buku Hidup Sederhana
Wolf Totem sebenarnya mulai saya baca pada tahun 2015. Tapi saat itu saya hanya sanggup membaca beberapa halaman, kira-kira mungkin kurang dari sepuluh halaman(?) Karena ga ngertiiii. Membaca berita yang bahasanya formal, atau sekalian baca jurnal, rasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan sulitnya memahami buku ini. Jadilah, hanya saya sampul dan simpan rapi di rak bersama buku lain.
.
Di masa WFH ini, dari challenge-nya kak Nesha dan kebutuhan saya untuk latihan membaca, saya memutuskan 'memberanikan' diri untuk kembali mengulang membacanya. Surprisingly, ternyata justru tidak ada peningkatan pemahaman yang signifikan. Butuh waktu yang lama, suasana hening, dan konsentrasi penuh bagi saya untuk bisa melewati halaman demi halamannya. Selain itu juga sangat banyak kosakata yang belum pernah saya baca dimana pun atau yang memiliki makna lain dari yang biasa saya ketahui. Mungkin kalau setiap kata sulit yang ada saya lingkari dan bubuhkan artinya disana, setiap halaman buku ini pasti penuh dengan coretan.
.
Melihat story peserta challenge lain yang di-repost lumayan bikin saya minder sebenarnya hehe. Ada yang belum tujuh hari sudah selesai satu buku. Sedangkan saya? Sudah satu minggu tapi belum sampai seperlima bagian yang selesai, padahal sudah tiap hari dibaca. Untuk kedua kalinya, saya menyerah lagi untuk sementara dengan Wolf Totem. Ga sanggup lanjut, huhu. Mungkin nanti, kalau reading IELTS saya sudah 9 hehe. Aamiin. Daan, biar ga ngenes-ngenes amat dalam challenge ini, saya tetap lanjut baca, tapi buku lain (sepertinya cuma saya yang tidak menyelesaikan buku pertama tapi sudah lanjut buku kedua; melenceng dari rule).
Kembalilah saya ke salah satu buku favorit yang belum selesai dibaca karena saking sukanya hingga keasyikan, ternyata malah sudah hampir tamat. Dan bacanya justru dihemat biar tidak cepat selesai hehe. "Hidup Sederhana" dari Desi Anwar. Berikut review-nya.
.
Judul: Hidup Sederhana
Penulis: Desi Anwar
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Cetakan pertama 2014, cetakan kedua Desember 2014
Jumlah halaman: 286
Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari kita sangat ahli dalam membuat segala sesuatu menjadi rumit. Kita memikirkan kesalahan dan kekurangan masa lalu, mencemaskan masa depan, dan terkadang abai terhadap masa kini. Kita berkutat mencari kebahagiaan dari apa yang belum kita capai, dan melupakan sumber-sumber kebahagiaan yang bisa kita dapatkan dari hal-hal sederhana di sekitar yang sering terlupakan. Dalam buku ini, Desi Anwar memberikan sudut pandang, pengamatan, dan pengalamannya dengan cara yang ringan. Setiap bab dalam buku ini hanya terdiri dari kisaran kurang dari lima halaman, yang uniknya, dalam masing-masing bab tersebut terdapat gambar-gambar dari berbagai belahan dunia yang mewakili judul bab, dan dipotret sendiri olehnya.
.
Dari total 51 bab yang ada, saya memiliki tiga bab paling favorit yaitu Teh, Waktu dan Kesibukan, dan Suara di Dalam Kepala.
1. Teh
Pilihan saya untuk bab ini mungkin dipengaruhi oleh kecenderungan saya yang memang menyukai teh. Salah satunya karena teh lebih ringan dan tidak mempercepat degup jantung sekuat kopi. Di bab ini kita diajak untuk sejenak duduk menyesap secangkir teh hangat favorit tanpa gula, susu, atau krimer, dan merasakan rasa dan aroma khasnya sesaat di mulut setelah menelannya. Istilah orang-orang sekarang, merasakan 'after taste'-nya. Nanti akan terasa beban yang ada perlahan akan sedikit menguap.
.
2. Waktu dan Kesibukan
Pada bab ini, Desi Anwar menceritakan tentang Mary, seorang guru keseniannya saat bersekolah di Inggris dulu yang sangat kreatif, inspiratif, dan mampu memunculkan sisi seniman setiap muridnya. Di balik semangat mengajarnya, dia masih bisa menghasilkan karya seni dan tetap membuat rumahnya rapi, sesuatu yang mungkin membuat kita berpikir bahwa dia tidak akan memiliki waktu untuk mengerjakan hal-hal lain. Ternyata tidak.
Sebelum beraktivitas, dia akan memulai paginya dengan berenang seratus lap, dan pergi ke berbagai tempat dengan berjalan kaki sehingga tidak heran dia memiliki postur tubuh yang tegap. Untuk makanan, dia biasa membuat roti sendiri dengan selai dari buah-buahan, alih-alih membelinya. Setiap akhir pekan adalah waktu untuk berkebun; merawat aneka tanaman hias dan herba yang digunakannya untuk memasak. Dia juga menyukai menghiasi rumahnya dengan aneka pernak-pernik indah buatan sendiri. Selain itu, dia juga masih mempunyai waktu untuk membaca buku favorit, pergi ke taman untuk melukis, dan tidur siang setelah menikmati secangkir teh.
"...kita tidak hanya terlalu sibuk untuk mengerjakan apapun, tapi juga sering kali menggunakan kesibukan kita sebagai dalih untuk tidak mengerjakan sesuatu yang benar-benar bernilai..."
"Sibuk itu tidak berarti produktif."
"Orang yang produktif jagoan dalam mengelola waktu dan mengatur hidup sehingga waktulah yang bekerja untuk mereka..."
Sangat menohok dan begitu berkebalikan dengan saya.
.
3. Suara di Dalam Kepala
Dalam keseharian, ada banyak jenis suara yang kita dengar. Suara omelan orang tua atau guru misalnya, yang dalam keadaan tertentu mungkin dapat kita abaikan. Namun ada satu suara yang terus ada bersama kita, yang sulit untuk dibungkam karena ia bersemayam di dalam pikiran kita.
"Kok bisa kamu bertindak sekonyol itu,"
"Yang salah itu pasti kamu sendiri."
Suara semacam ini dapat menjadi alasan kita menjalani aktivitas dengan amarah, memutar kembali kenangan buruk masa lampau hingga menangis di malam hari. Maka, daripada terlarut mendengarkan suara tersebut, kita bisa membuat tandingannya berupa suara yang kita sukai. Guru-guru favorit, atau sahabat-sahabat baik misalnya.
"Tidak seburuk yang kamu pikirkan,"
"Oh yah, lain kali kamu akan lebih baik."
.
Hidup Sederhana adalah buku ketiga Desi Anwar, seorang wartawan dan tokoh pertelevisian Indonesia yang juga merupakan penulis kolom majalah berita Tempo dan koran berbahasa Inggris, The Jakarta Globe. Dengan jam terbang tersebut, Desi Anwar membuat buku ini secara keseluruhan tidak hanya ditulis dengan bahasa yang sederhana seperti judulnya, namun juga sangat mengalir. Setiap babnya menginspirasi pembaca dalam melihat dan menikmati hal-hal di sekitar untuk menenangkan pikiran dari hiruk pikuk kesibukan sekaligus menemukan kebahagiaan sederhana tanpa sama sekali menggurui. Saya tidak tahu apa kata yang pas untuk mewakili perasaan ketika membaca buku ini. Tapi bagi saya rasanya seperti sedang berlibur di sebuah resort dan bangun di pagi hari yang cerah tanpa dihantui deadline tugas, dengan suguhan pemandangan alam yang tenang, indah, udara segar, sambil menikmati secangkir cokelat panas. Oleh karena itu, buku ini sangat cocok dinikmati di waktu santai. Dan kita akan temukan kebahagiaan-kebahagiaan yang tercecer dan terlupakan dari hal-hal sederhana.
|LPK, 30 Maret 2020
Launching book Growing Pains dan Lima Cerita. Thankyou mbak @desianwar for sharing and caring ❤ Dan juga buat pak Andy F Noya yang sukarela buat motoin hehehe . . . . #growingpains #limacerita #aksara #desianwar #writer #travelerwriter #muse #rolemodel #jakarta #writers #books #book #novel #booklaunching (at (ak.'sa.ra)) https://www.instagram.com/p/BugTERcA5lt/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=7fqxj0ctwypk
Mengurai kerumitan hidup lewat cara 'Hidup Sederhana' bisa menjadi detoks buat kita yang selama ini merasa roda hidupnya berjalan terlalu cepat. Takjub juga saya membaca kumpulan esai dari salah satu jurnalis kesukaan saya ini (terutama ketika ia bisa mewawancarai secara eksklusif Richard Gere yang handsome itu 🤣), yang menunjukkan pemikiran mendalamnya tentang konsep memaknai hidup. . . Buku ini berisi sikap apa saja yang bisa kita aplikasikan, entah untuk direnungi atau ditiru. Desi menyampaikan pada pembaca tentang sikap salah yang pernah ia lakukan atau tabiat apa yang sudah ia ubah. Ya, ini bercerita mengenai pengalamannya sendiri yang juga menyinggung kisah masa kecil dan remajanya. Di usia dewasa, Desi menemukan cara untuk tak menjadi manusia yang menua dengan kecemasan serta lebih menikmati proses. . . Beberapa sikap yang seharusnya dimiliki untuk bahagia adalah memelihara rasa ingin tahu, bermeditasi, memiliki integritas, tidak membuang kesenangan masa kecil, dan mempunyai hobi. Desi seolah ingin mengajak kita untuk berhenti terpaku pada target, lebih menikmati momen hari ini dan lebih mendengarkan kebutuhan jiwa. Buku ini juga dilengkapi foto-foto apik ketika Desi sedang berpetualang. Bahasa yang cenderung membuat hati hangat dan damai sangat pas dengan judul bukunya. . . Judul: Hidup Sederhana Penulis: Desi Anwar Jumlah halaman: 291 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Ebook dibeli di Gramedia Digital) #oneweekonebook #DesiAnwar #SimpleLife #HidupSederhana #bookstagram #Bacabuku https://www.instagram.com/p/BskTrn9hN97/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1scbj74bad2ki
"Kesederhanaan memberi kita sarana untuk bersikap eling dan menembus belitan-belitan rintangan yang terus-menerus menghadang kita"
Kalau kataku:
"Sederhana itu, luar biasa"
AMS 2018
. … Hidup Sederhana >> Rp. 98.000 ... Sebagai manusia, kita semua pandai membuat hidup menjadi rumit. Kita isi hidup kita dengan harapan, kecemasan, dan ketakutan. Kita mengomel tentang masa lalu, kita mencemaskan masa depan, dan kita mengabaikan masa kini. Kita mencari kepuasan dalam kebendaan dan kebahagiaan dalam angan-angan, sering dengan mengorbankan kekayaan yang hadir di sekitar kita. Hidup Sederhana merupakan kumpulan perenungan, pengamatan, dan pemikiran yang dihimpun oleh Desi Anwar dari pengalamannya, kenangan masa kecilnya, pandangan hidupnya, serta kebiasaan yang dilakukannya dalam menyiasati kerumitan hidup sehari-hari. Hal-hal biasa seperti mensyukuri Alam, menyisihkan waktu untuk duduk dan beristirahat, mengembangkan sikap gembira dan positif, memelihara kesehatan jiwa dan raga, membuka wawasan dan berbagai hal lain yang tampak sederhana dari luar tetapi sering sulit kita capai karena kita jarang menyempatkan diri. Tetapi justru hal-hal inilah yang sebenarnya dapat membuat kita benar-benar puas dan memberi makna bagi hidup kita. Bacalah tulisan ini di waktu senggang Anda, temukanlah ilham dari cuplikan-cuplikan di dalamnya dan jadikanlah buku ini teman Anda kapan saja Anda butuh penyejuk jiwa dan pelipur lara. ... WA / LINE : 085640654073 . #hidupsederhana #desianwar #jualbukuonline #tokobukuonline #onlineshop #bookstagram
Review "A Simple Life" Book
Hi! I just have finished reading “a simple life” book by Desi Anwar. Do you know her? She is literally known as senior journalist which is intellectual, classy, and also brilliant woman i think. She has travelled around the world, as her profession as a journalist. She has interviewed so many famous and influential people such as Bill Gates, HH The Dalai Lama, and so on including many presidents and prime ministers from different countries. I also know her from her tv show “Tea Time with Desi Anwar on Metro Tv, featuring Indonesian influential’s figures.
And now im gonna make a review about that book.
Title : A Simple Life Author : Desi Anwar Page : 288 Edition : English and Indonesian Releaser : Gramedia Pustaka Utama (2014)
From the title and some sources, i know that book as kind of self-help or psychology book which i really need currently. A simple life, that’s what the book talks about. Desi writes in easy language. I mean, the readers easily can understand what she want people to. It contains of 56 subjects to have a simple life (enjoy a lie in, gardening, meditation, happiness, carpe diem, etc). People including me sometimes doesn’t pay any attention to many simple things in life. Whereas those simple things can affect our life. In A Simple Life book, we can know that she is able to catch what’s becoming our life’s issues which sometimes people dont realize about that. She also can make people aware to do sth meaningful in life with a simple way and worth to try. She widely opens our thinking way by giving her childhood, family and her own stories as an example, so the readers can easily conclude what’s important in every subject. She give the readers tips to overcoming life’s issues based on her perspective. That’s why i think, she is really wise woman. That book also contains pictures all over the world which are her captures while travelling around the world. So many gorgeous pictures she earned and she successfully can make readers want to travel around the world as well. Another thing why i like fthat book is that every subject doesn’t have many contents so the readers wont be bored to read. At last, i see that book as a guide to me to have such a simple life after all these crazy issues coming to my life, to every people’s life.
“I write this book because when you simplify life, it brings greater clarity to living and a greater appreciation of its beauty. Life is a journey that is best enjoyed when you can take in the breathtaking scenery, when you can sit back and sip a cup of tea, even as you move in the direction of your destination.”, said Desi Anwar in A Simple Life.
We do need A Simple Life. Selamat membaca:)