"Ibu, ganti do'anya dong"
Selasa, 26 Maret 2019
Pulang sekolah hari itu, ada Taqi seorang diri yang belum dijemput, merasa bosan ia lalu membantuku merekap nilai Try Out Dinas yg ke-3. Kami sepakat memberikan hadiah kepada anak-anak yang progresnya meningkat. Jadi bukan berdasarkan ranking. Taqi bersyukur karena grafiknya naik, jauh dari nilai sebelumnya, dan itu artinya ia akan dapat hadiah. Sebelum pulang, ia menghitung sesuatu dengan jarinya, lalu berteriak..
"yes, disiksanya tinggal 6 kali lagi!"
Aku memberikan tatapan bertanya
Lalu dia menjelaskan, "Try out-nya kan tinggal sekali, 3 hari" katanya sambil menunjukkan 3 jari, ditambah UN 3 hari, jadi 6 kali lagi. Penyiksaan tinggal 6 kali lagi deh" jelasnya.
Aku geleng-geleng kepala sambil tertawa, "Jadi kamu anggap ujian-ujian ini penyiksaan ya?"
Dengan tampang yang santai khas Taqi, ia angkat bahu, "penyiksaan yang bikin orang yang disiksa jadi dapet ilmu"
😂
Hahahaha
Lalu ia bangkit dan mengambil tasnya, sebelum itu ia menyempatkan diri bermain dengan bolanya sebentar,
"Buk, kenapa bola gak masuk di UN? Sepak bola gitu Buk, atau Futsal, kan aku cuma pede kalo main bola, kalo pelajaran lain aku kan gak pinter"
Lalu aku senyum sendiri, daripada dijelaskan, aku balik bertanya "iya ya, kenapa tuh ya? Yang jago main musik, gak ada UN musik. Yang jago masak, gak ada UN masak. Yang jago berenang juga gak ada UN berenang. Kenapa ya?"
Taqi jadi ikutan mikir, lalu tetiba ia berkata "Bener kan Buk kalo saya bilang ini penyiksaan. Cuma yang pinter 3 pelajaran itu aja yang ada ujiannya, apa yang lain gak dianggep? Kan tersiksa jadinya"
Hahahahaha"
"Yasudah deh, kamu kan udah punya pengalaman ujian nih, nanti kamu jadi orang yang punya kuasa di dunia pendidikan deh Taqi, Ibu doain jadi menteri pendidikan ya"
"Aduh saya aminin gak ya, saya maunya jadi pemain bola kayak Messi bu. Ibu ganti doanya dong"
Lalu do'a untuknya seketika diganti. Habis meng-aamiin-kan, dia pamit pulang sambil nyengir.










