Drama Bulan Agustus: Lomba? Skip Dulu, Kegiatan Menanti!
Halo Tumblr, Bulan Agustus biasanya identik sama bendera merah putih, lomba makan kerupuk, tarik tambang, sampai panjat pinang. Tapi buat aku — seorang nakes di Puskesmas sekaligus emak rumahan — Agustus tahun ini terasa kayak sinetron striping: tayang tiap hari tanpa jeda iklan!
Kegiatan Menumpuk
Begitu kalender masuk ke angka 1 Agustus, langsung deh jadwal rapat, posyandu, pelatihan, assesment kader, sampai laporan bulanan antri minta diperhatikan. Rasanya belum sempat tarik napas panjang, udah ada notifikasi WA grup:
“Besok ada kegiatan jam 8 ya, jangan lupa bawa dokumen.”
Kalau hidup ini lomba balap karung, aku udah jatuh duluan sebelum garis start.
Lomba? Kayaknya Mimpi
Tiap lewat lapangan, lihat warga latihan tarik tambang atau lomba balap kelereng, aku cuma bisa senyum getir. Bukan karena nggak mau ikut, tapi waktuku udah habis buat lomba internal versi Puskesmas:
Siapa yang paling cepat bikin laporan Excel.
Siapa yang paling kuat begadang revisi kegiatan.
Dan siapa yang paling sabar dengar permintaan “tolong sebentar” dari atasan.
Percayalah, hadiahnya bukan piring cantik atau minyak goreng, tapi rasa lelah yang estetik.
Ironi Manis
Yang paling lucu, anak-anakku malah sibuk nanyain:
“Bunda ikut lomba nggak? Kalau menang dapet hadiah kan?”
Aku jawab, “Bunda ikut lomba kok… lomba melawan deadline.” Sayangnya, hadiahnya cuma mata panda dan kopi saset.
Tapi Tetap Bangga
Walau nggak bisa ikut panjat pinang atau balap karung, aku sadar satu hal: aku lagi ada di lomba yang lebih penting — lomba jadi ibu, jadi nakes, dan tetap bisa jalanin semuanya meski ngos-ngosan. Dan itu, rasanya… tetap bikin bangga.
















