Sebuah Pintu
Setiap manusia punya satu ruang yang pintunya selalu tertutup rapat. Yang tidak bisa dikunjungi siapapun, kecuali dirinya sendiri. Yang kuncinya disimpan di tempat paling tersembunyi. Yang hanya dibuka saat ia benar-benar menjadi dirinya sendiri.
Waktu membuat seseorang bertumbuh tanpa bisa berhenti. Usia semakin habis. Namun terkadang, tidak semuanya siap menghadapinya. Di sanalah pintu itu hadir. Pintu yang menghubungkan aku dengan diriku yang sebenar-benarnya.
Ketika aku membukanya, banyak hal yang kusukai, hal-hal yang kuinginkan, baik yang tercapai ataupun tidak, berbagai rahasia yang tidak ku sampaikan pada siapapun, serta perasaan-perasaan yang ku sembunyikan.
Di dalam ruangan yang ditutupi pintu itu, ada diriku yang sulit ku terjemahkan. Dan hanya aku yang bisa mengerti apa yang dia katakan tanpa kata-kata. Hal-hal paling indah bagiku, juga hal-hal yang paling menakutkan.
Entah mengapa tiba-tiba saja ia muncul. Atau mungkin tempat itu sudah ada sebelum aku benar-benar menyadarinya. Aku bersyukur aku menemukan pintunya.
Kini, jika aku lelah, aku akan pergi ke sana. Sibuk membedah isi-isi di dalamnya untuk sekedar mengenang dan mencari alasan, mengapa aku harus bertahan hidup. Sebab tidak ada manusia yang ku percaya. Aku hanya mengandalkan diriku sendiri.
Bandung, Juni 2024.











