Beberapa saat sebelum diusir dari ruang tamu oleh Tante Lisa karena ada yg lagi les piano 😂 cc: @fey_wmx #piano #music #dicarekan #diusir
seen from United States

seen from Sweden
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Maldives

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Spain

seen from United States
seen from Canada

seen from Germany
seen from Sweden

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Maldives
Beberapa saat sebelum diusir dari ruang tamu oleh Tante Lisa karena ada yg lagi les piano 😂 cc: @fey_wmx #piano #music #dicarekan #diusir
DICAREKAN
Dicarekan adalah sebuah kata bahasa Sunda yang dalam bahasa Indonesia artinya dimarahi. Aku adalah salah satu anak yang sering dimarahi saat masih kecil terutama saat masih jaman-jamannya mengaji. HAHAHAHAAAA
Aku dimarahi karena berbagai macam hal dan oleh berbagai macam orang..
1. Oleh Alm. Pak Aan. Ya.... beliau adalah guru ngajiku yang sangat hits pada jamannya. Aku dan Firna biasanya suka heureuy (main-main) pada saat ngaji. Terkadang sebagai hukumannya aku dan Firna disuruh memijat-mijat kaki beliau yang sudah renta dan menjenggut-jenggut rambutnya supaya bisa menghilangkan pusing. Ketika aku dan Firna menjadi “babu”, beliau meneruskan mengajar mengaji.
2. Oleh A Ujang. A Ujang adalah guru ngaji sebelum Alm. Pak Aan. Apabila kami tidak shalat maka beliau akan mencepret (memukul menggunakan kunci atau lidi). Biasanya aku bohong shalat 5 rakaan supaya tidak dicepret. Ternyata Firna juga suka bohong di kala itu. Hahaaa
3. Oleh Laskar Masjid. Laskar masjid adalah kelompok pria yang mengaji dengan mengunakan gamis panjang di Husnul Khotimah (sekarang udah ga ada). Ya ini mah masalahnya klasik sih... gara-gara aku dan teman-teman lain suka ribut di masjid. Wkwkk...
4. Teh Ratih. Teh Ratih adalah guru ngaji anak-anak yang lebih kecil. Aku dan Firna pernah berantem gara-gara berebut tempat shalat. Tempat shalat favorit kami adalah yang dekat jendela supaya bisa merasakan angin sepoy-sepoy yang menggelitik pipi. Firna suka licik sama aku. Dia selalu mendapatkan tempat shalat di dekat jendela hingga suatu hari aku kesal dan berantem tarik-tarikan mukena sama Firna sampai nangis. Akhirnya pertengkaran kami dilerai oleh teh Ratih yang datang sekaligus memarahi kami. Duh meni sedih.... tapi akhirnya aku dan Firna baikan lagi sampai sekarang.
5. Teman-teman mengaji dari kelas 3. Dari masuk ngaji sampai selesai aku selalu dan tetap di kelas 2. Bukan karena kami bodoh tapi memang tidak ada pembagian kelas yang pasti di Husnul Khotimah. Kelompok mengaji dibedakan berdasarkan umur saja. Semisal anak TK diajar oleh Teh Ratih. Anak SD diajar oleh A Ujang. Anak SMP-dewasa diajar oleh Alm. Pak Aan. Saat A Ujang melepas kami ke kelas Pak Aan, rasanya sangat berat bagi kami anak-anak kelas 2 yang masih bolo-on (bodoh dan kekanak-kanakan). Banyak gosip yang beredar mengenai kelas 3. Ya ustadnya galak lah... ya temen-temennya pada udah gede lah... ini lah... itu lah... dll... dan ya Alm. Pak Aan seperti yang diceritakan di atas orangnya. Sedangan teman-teman baru kami.... hmmm.... ya... dewasa... beberapa kali aku dan Firna kena marah karena menggaggu mereka belajar. Kami juga pernah dimarahi karena ingin sok-sok-an ikut bergosip bersama kerumunan mereka. Terkadang kami sebagai bocah ingusan kelas 2 yang tiba-tiba dilempar ke kelas tiga merasa tersisihkan (cielah naon sih)
Alhamdulillah aku tidak pernah sendirian menghadapi ini semua. Ada Firna teman mengajiku yang selalu ada di saat aku dimarahi. HAHAHAA... Terkadang aku suka malas mengaji kalau tidak ada Firna. Aku dan Firna selalu saling menguatkan ketika mengaji. Aku dan Firna selalu membagi suka dan duka meski Firna terkadang suka jail sama aku sampai sekarang.. Ya.. biarkan aja, da aku juga suka jail sama dia.. hahaaaa
Percayalah, bestfriend makes you stronger
Bandung, 22 Juni 2015