
oozey mess

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON
No title available
Game of Thrones Daily
🪼
TVSTRANGERTHINGS
todays bird

Janaina Medeiros
cherry valley forever
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
styofa doing anything
wallacepolsom

titsay

JVL

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda

No title available
seen from Germany
seen from Finland
seen from Argentina

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from Poland

seen from United States

seen from United States

seen from Russia
seen from Spain
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from TĂĽrkiye
seen from Australia

seen from United States

seen from Germany
@verapraraous
KERATON RATU BOKO - CANDI PRAMBANAN #YogyakartaDay3Â
Kenyang sarapan, kami langsung menuju ke halte transjogja. Tujuan kami kali ini adalah Candi Prambanan. Awalnya kami hendak menyewa mobil untuk menuju ke Prambanan namun saat tau ada rute transjogja ke arah Prambanan dengan harga murah, kami memutuskan untuk naik transjogja saja. Dengan hanya Rp3.500,00., kami sudah bisa pergi ke Prambanan dari Malioboro. Transjogja adalah salah satu stranportasi yang nyaman menurutku. Kalau di Bandung sih mirip-mirip sama Trans Metro Bandung tapi versi lebih kecil dan jurusan yang lebih banyak. Oia harga Rp3.500,00 itu harga jauh dekat jadi mau naik atau turun dimanapun harganya segitu! Setelah sampai di halte Prambanan, kita harus jalan lagi untuk sampai ke pintu masuk Candi. Karena matahari Yogyakarta sangat aduhai panas akhirnya kami memutuskan naik Delman. Untuk sekali angkut kami hanya merogoh kocek Rp50.000,00 saja! Harga segitu untuk satu delman. Sebenernya bapak delmannya bersedia mengantar kami ke candi Plaosan dulu yang letaknya ada di pedesaan. Tapi keluargaku sudah tidak sabar melihat2 Candi Prambanan dan Candi Boko. Klik disini untuk melanjutkan membaca
KERATON NGAYOGYAKARTA – MASJID RAYA – SONOBUDOYO – RAMINTEN – RAMAYANA PURAWISATA #YogyakartaDay2
Destinasi pertama kami adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kami mulai menjelajah ke komplek depan keraton. Saat kami datang, keraton masih agak sepi karena sedikit sekali pengunjung yang datang. Tiket masuknya adalah Rp5.000,00. Dan izin berfoto Rp2.000,00. Awalnya kami mau menyewa guide namun karena di pintu masuk kami sudah mendapatkan pamflet yang ternyata isinya adalah segala informasi mengenai bangunan keraton depan maka kami tidak jadi sewa guide. Tapi aku merasa kayanya bakalan lebih asik kalau ada guide jadi kita fokus melihat-lihat sambil mendengar penjelasan, daripada sibuk membaca kertas. Pada saat ada rombongan bule yang mendengarkan penjelasan daru guide, aku biasanya ikut-ikutan denger, haha... klik disini untuk melanjutkan membaca
SOTO AYAM LENTHOK PAK GARENG – TAMANSARI – TEMPO GELATO – MUSEUM VREDEBERG – MALIOBORO #YogyakartaDay1
Setelah shalat subuh, cuci muka, dan dandan seadanya, kami langsung melesat ke Soto Ayam Lenthok Pak Gareng dengan wajah caludih yang letaknya dekat pintu stasiun utara. Saat kami datang, kedai sotonya masih sepi karena gerobaknya belum datang. Di sana hanya ada beberapa pegawai yang bersih-bersih meja dan kursi. Beberapa pegawai adayang mulai menghidangkan camilan di tiap meja sehingga kami bisa memilih tempat duduk yang nyaman dan menikmati camilan yang sudah disediakan seperti sate usus, sate puyuh, perkedel, gorengan, dan lain sebagainya. Soto Pak Gareng ini cukup terkenal di Yogyakarta. Menurut beberapa blog yang aku baca, tempat ini adalah destinasi wajib bagi turis yang baru datang ke Yogyakarta di pagi hari atau yang akan pulang ke tempat masing-masing menggunakan kereta. Klik disini untuk melanjutkan membaca
note: perjalanan ini dilakukan pada bulan Januari, saat Indonesia belum memberlakukan #workfromhome dan wabah COVID-19 belum ada di Indonesia
Februari and all of its memory
Sometimes i pray, tell me how to make you stay.
But i pray more for your happiness. pray more to let you go without difficulties, to get the consciousness that you are not mine. Pray more on getting someone better than you and moving on. To finally love someone that ever love us right.
I also pray that im ok with those reality...
Selalu bertanya "kenapa sih orang2..." tapi mungkin emang yg salah diri sendiri aja... Kenapa sih aku teh?
I miss people :(
Belanja di Bookdepository.comÂ
Berawal dari kesulitan mencari buku L’art de la Simplicite yang asli di shopee, aku mencari-cari online shop lain yang menyediakan buku yang aku cari. Aku bertanya-tanya juga kepada teman-temanku yang pernah belanja melalui platform periplus dan books and beyond, namun kebanyakan dari mereka mengatakan kalau lebih enak belanja di bookdepository.com. Alasannya tentu saja harga yang murah, diskon besar, dan gratis ongkir ke seluruh dunia. Oke, sebenernya gak semua negara bebas ongkir sih, tapi Indonesia termasuk negara yang dibebaskan ongkirnya. Hihi....  Â
klik disini untuk melanjutkan membaca
Massage - A Necessity, not a LuxuryÂ
Beberapa hari belakangan ini aku merasa begitu lelah. Lelah disini artinya adalah lelah fisik. Punggung terasa lebih sering nyeri terutama apabila sudah duduk lama di depan laptop. Kaki terasa rapuh karena sering berjalan dan kadang berlari saat sedang bekerja di rumah sakit. Hal terakhir yang paling membuatku lelah adalah jaga selama kurang lebih 20 jam yang diikuti oleh tugas akreditasi di rumah sakit selama 6,5 jam. Itu juga mendadak, sehingga aku terpaksa menyuruh adik mengirim baju ganti dan alat mandiku ke rumah sakit.
Rasanya aku agak dzalim membiarkan tubuhku sendiri kelelahan mengerjakan hal-hal untuk orang lain. Awalnya aku berencana untuk membeli gulu-gulu sebelum pulang ke rumah sebagai self reward karena telah berhasil melewati beberapa hari ke belakang. Semua pikiran mengenai gulu-gulu tiba-tiba menghilang tatkala teringat bahwa Firna pernah mengatakan mengenai tempat pijat yang endol di BEC. Nama tempat pijatnya adalah RX Relaxology. Ah apa coba pijat aja ya? klik disini untuk melanjutkanmembaca
Surprise dari Google Local Guide
Pada bulan Mei lalu, aku mendapatkan email dari Google Local Guide dengan subject: Vera, your April contributions unlocked a special perk. Awalnya aku kira aku hanya akan mendapatkan voucher atau potongan harga untuk travelling saja seperti biasanya. Tapi karena penasaran aku tetap membuka email tersebut dan ternyata aku mendapatkan penawaran kaus kaki gratis dari Google Local Guide dan tentunya gratis ongkos kirim juga. Untuk mendapatkannya aku harus me-reedem kode yang telah dilampirkan di email. Aku pun disuruh mengisi data diri beserta alamat rumah. Setelah berhasil, aku mendapatkan email konfirmasi yang isinya memberitahukan bahwa hadiah dari Google sudah dikirimkan dan akan sampai ke rumahku dalam waktu maksimal 6 minggu. Di dalam email juga disebutkan bahwa aku tidak dapat melacak resi. Yaaah gapapa lah, toh namanya juga hadiah.. dapet alhamdulillah, enggak juga gapapa. Satu bulan kemudian, tiba-tiba ada tukang pos datang berteriak “PAKEET” di depan rumahku. klik di sini untuk melanjutkan membaca
Perhaps we interfere in other people’s lives because we are too afraid to face the emptiness and loneliness in our own...
Satu Hari di Medan Merdeka Jakarta
Aku jarang sekali pergi ke Jakarta. Kalaupun ke Jakarta pastilah tempat yang dikunjungi adalah Dufan. Kali ini aku dan Fika berkunjung ke tempat wisata di medan merdeka. Sekitaran Monas saja.. Tadinya aku ingin menambahkan Kota Tua juga pada itenerary tapi sayangnya waktu tidak memungkinkan. Di kunjungan kali ini aku dan Fika megunjungi Museum Nasional, Perpustakaan Nasional, dan Galeri Nasional.
Waktu itu jam menunjukan pukul 08.15 pagi. Aku dan Fika sampai di stasin Gambir disambut oleh langit Jakara yang kurang bersahabat karena hujan. Kami sarapan terlebih dahulu di stasiun Gambir sembari  menunggu hujan reda. Sayangnya hujan malah turun semakin deras. Jam menunjukkan angka 09.30 dan kami tidak mau menyia-nyiakan waktu kami selama di Jakarta hanya karena hujan. Akhirnya kami berani menerjang hujan (pake Grabcar wkwk) menuju ke Museum Nasional. Museum Nasional Indonesia terletak di Jalan Medan Merdeka Barat nomor 12 Jakarta Pusat. Tempat ini buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional dari pukul 08.30 hingga pukul 16.00. Tiket masuknya cukup murah menurutku, karena maksimal kita hanya merogoh uang sebesar Rp10.000,00 saja (harga turis). Aku sendiri hanya mengeluarkan uang sebesar Rp5.000,00 saja. Setelah membeli tiket, aku dan Fika diharuskan menitipkan tas karena tas kami adalah tas gadong. Kalau kalian mau ke Museum ini, aku sarankan sih klik di sini untuk melanjutkan membaca
PENGALAMAN IKUT PELATIHAN ACLS 2019
Dokter mana yang tidak tahu jargon “I clear, you clear, everybody clear”? aku yakin hampir semua dokter tahu jargon ini. Bahkan orang awam pun sebagian besar pasti sudah tahu jargon ini baik melalui kehidupan nyata atau drama korea yang suka ditayangkan melalui jaringan internet atau bahkan televisi. Yassss, jargon tersebut biasanya diucapkan apabila kita akan memberikan kejut listrik pada pasien henti jantung. Semua orang dapat memberikan terapi henti jantung termasuk orang awam karena kini Automated External Defibrilator (AED) sudah tersedia di ruang publik. Penggunaannya pun cukup mudah karena yang harus kita lakukan hanyalah mengikuti perintah dari AED ini. Lain halnya apabila kejadian henti jantung ini terjadi di rumah sakit. Alat yang digunakan akan lebih canggih dan lebih ribet disertai dengan terapi tambahan lain berupa obat-obatan dan alat bantu napas paten/ endotracheal tube (ETT). Dokter harus menguasai ilmu ini sebagai penanganan awal sebelum dikonsulkan ke konsulen atau dokter spesialis yang bertanggung jawab. Klik di sini untuk melanjutkan membaca
Direngkuhnya petang.. Bersama semilir adzan yang dipeluk angin.. Doanya menggelayut bersama air wudhu.. Satu harap yang berjalan setelah adzan. Dan tak pernah berlari setelah iqomah.. Tersebut dalam syahdu.. Suatu doa yang pasti tak tertolak.. Menggaung pada langit, mayapada, dan seisinya.. Rembulan dan dayang-dayang menjadi saksi.. Konspirasi semesta... Halus membisik kepada daun dan semak belukar.. Bahwasanya panjatan doa itu menggulung bersama awan.. Tertahan untuk jadi nyata.. Satu dua titik air menetes pilu.. Menggenang menenggelamkan sepasang bola mata.. Hingga sujudnya menjadi sangat berat.. Namun.. "Belum" jawab Nya... Bandung, 5 April 2019 . . . #acolorstory #puisi #poetry #yangwaktuitutea #doa https://www.instagram.com/veradianwari/p/Bv2BOcnBB00/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1bsw14eg7lvrs
Kita butuh bicara, namun bukan sekedar bicara...