pagi itu kukemasi barangku, dengan terburu aku mampir ke sebuah gerai supermarket yang berada dekat kosanku. Aku butuh segelas kopi hangat pikirku. untuk sekedar membantu mengurangi isi pikir ini, untuk sekedar menahan rasa kantuk yang menyerbu. Cerita ini harus aku selesaikan :)) hahah maaf yaa guys akhirnya cerita ini baru bisa aku selesaikan pagi ini, Tak ingin menjadi excuse, tapi ternyata menulis butuh dibiasakan, dan walau hanya menulis dalam laman tumblr sederhana berukuran segenggaman ponsel pintar anda atau seukuran layar laptop anda; satu yang saya akui “menulis tetap lah butuh konsistensi dari sudut pandang awam saya yang sedang berusaha mencari alasan haha anyway yang terpenting, karena saya sudah kembali, jadi mari kita lanjutkan cerita nya, cekidot
Cerita berlanjut tatkala ajakan sudah saya sanggupi, pagi itu dengan terburu aku masuk kembali ke ruangan di sekitar Kurikulum gedung pendidikan dokter, untuk masuk dan kemudian mencari sebuah meja bertuliskan amandha Boy Timor, dr. M.MedED (gelar yang kalo ga hati2 bacanya akan terpeleset menjadi “memed “, haha abaikan) Tanpa bercakap lama, aku langsung utarakan maksudku; “untuk menanyakan syarat” jawabanya ternyata cukup rumit, aku diminta melakukan beberapa hal di saat yang bersamaan; (1) Segera Lulus dan Wisuda periode Juli 2017, (2) Menyusun kelengkapan administrasi fakultas dan universitas terutama untuk perlengekapan perjalanan ke luar negeri via surat sekertariat negara (disingkat setneg), (3) reviewing paper dan menyiapkan konten-desain poster publikasi ilmiah untuk paper tersebut. ditambah bonus poin “oleh-oleh” project executable yang harus dilaksanakan sekembalinya aku ke Indonesia dan beberapa hal printilan khas perjalanan jauh lainnya. disodori berondongan tugas seperti itu, aku mengambil jeda selama sehari penuh, mencoba meyakinkan diriku untuk mengambil kesempatan ini dan segala resiko yang ditawarkan bersamanya. Disitu aku sempat ragu, aku telfon kedua orang tuaku dan jawabannya masih sma “terserah ade aja, papa-mamah support yang terbaik pilihan yang ade ambil” pernyataan dalam yang butuh pemaknaan dan perceiving berbagai aspek. masih ragu, aku coba bertanya pada yang maha membolak-balikan hati, pada yang maha pantas untuk dipuji, meminta ketetapan agar hati ini senantiasa dimantapkan apapun pilihan yang nantinya akan kuambil, dan usaha coba bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman dalam mengambil keputusan seperti ini; dan satu yang menarik adalah mereka semua bersikeras agar aku mengambil tawaran ini, mereka beralasan; “bahwa ini bukan tentang pada siapa kesempatan itu datang, tapi ini tentang bagaimana sikap seseorang mensyukuri kesempatan yang telah datang dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.”
menghadapi kondisi seperti itu aku pun mencoba berdamai dengan hati, meredam segala konstelasi. aku sadar semakin banyak waktu yang kugunakan untuk berpikir tentang “ya dan tidaknya” mengambil kesempatan ini, maka semakin sedikit waktu yang tersisa untuk ku mengusahkaan segala hal terkait proses keberangkatan kami nanti nya. lalu aku berpikir dan Berpikir sembari mengerjakan naskah akademik akhir di kampus kedokteran ini, akhirnya dengan mantap dua hari setelah itu aku sudah punya jawaban, dan jawaban yang aku ambil adalah satu kata berjuta makna ceileh “terjang” inshaAllah Allah bersama prasangka hambaNya lanjutku kala itu.
sejak suatu hari di Juni yang menengagnkan itu, akhirnya waktu yang ambil kendali. segala persiapan pelan-pelan telah selesai kami kerjakan, wisuda di 8 juli 2017 yang penuh magis, gimana tanggal wisuda bisa mundur sebulan, naspub dengan salah satu dokter pembimbing paling strict akhirnya kelar juga dalam jangka waku yang super mepet dan segala proses administrasi berikut spj, tor dan juga surat setneg bisa selesai tepat waktu (ini yang paling sulit bos karena butuh bulak balik jkt utk mengurusnya, alhamdulillah ada yang bantu) serta... segala macam hal-hal rumit khas birokrasi kampus lainnya alhamdulillah selesai juga. dan sampelah kita pada tepat dua hari sebelum keberangkatan poster mungil berukuran 1x1,5 meter pun telah selsai dicetak ngambil bareng salah satu sahabat terbaik saya, Inez yang udah nyempetin nyamper ke bandung (hehe ceritanya melepas yaa wk nuhuuun nez) jujur sih poster ini salah satu tugas yang menguras pikiran banget karena sy anaknya gak desain banget, untung dibantu oleh adik adik yang lama aktif di himpunan alhamdulillah salah satu berkah menjalin hubungan baik, terima kasih dek Radhit dan tmn2 HMPD, nuhuuun. kesemua itu akhirnya menandai lengkap sudah semua tugas yang dokter Boy kasih ke saya. perasaan banyak tapi karena bantuan-Nya ini semua bisa selesai juga, alhamdulillah.
diujung waktu 26 agustus dateng juga, saya dianter keluarga berangkat memulai perjalanan penuh rasa asing ini. perasaan tenang dibalut resah menyelinap dalam diri saya. hehe semua saya kembalikan aja sama yang diatas. dan yaudaaah akhirnya delapan hari perjalanan saya dimulai juga. wuuuush voilaaa! akhirnya selesai juga ceerita ini. mengawali tentu selalu jadi hal yang paling sulit. tapi alhamdulillah itu semua lewat juga. banyak yang saya petik dari perjalanan ini, banyak banget susah senang nya. dan sekarang saya semakin excited untuk mencari pengalaman-pengalaman dengan frame dan realitas yang berbeda, karena setiap perjalanan menurut saya layak utk dibagikan, tulisan ini semata dibuat untuk sarana berbagi dan seluas mungkin memberi kebermanfaatan semoga pembaca berkenan menyampaikan saran dan kritik dalam tulisan ini
hahah sudah dulu segitu aja ceritanya, ada sediit foto untuk dibagikan, makasih yaaa udah membacaaa! slaam hangat penuh, seluruh. ttd Mufti akbar si cupu tapi mencoba mengusahakanmu ceileeh