Alih alih bercerita aku hanya mencoba untuk menulis. Sebagai sosok yang terbiasa dan gemar dengan tulisan, aku merasa banyak hal dari dalam diriku yang tidak selesai untuk ditulis, atau setidaknya aku putuskan untuk tidak menuliskannya.
Sosok sosok yang menjadi pengingat perjuangan. Do'a ibu bapak dan sesekali selingan do'a orang2 di sekitarku (terima kasih untuk itu sosok2 baik) dan segala hal yang berhubungan dengan semesta nampaknya selalu berusaha untuk mendorongku jadi sosok yang lebih baik lagi.
Tapi entah kenapa, aku selalu merasa ada yang hilang. Rasa lapar, rasa ingin mencapai sesuatu yang beluk pernah aku capai sebelumnya. Tumpukan buku yang belum selesai aku baca. Atau mungkin sosok yang begitu dekat denganku namun belum sempat aku bahagiakan.
Rasa itu masih menghantui Allah masih begitu rapat menyimpan kekhawatiran dalam hatiku. Aku hilang dalam pusaran makna arah. Tapi kuyakin Allah selalu bersamaku ia melihat setiap gerak gerikku. Maafkan hambamu ini yang sering lalai dalam mengingatmu, maafkan yaa Allah jika hari ini satu rasa tidak nyaman dalam hatiku bisa berarti rasa sayang mu padaku. Maka izinkanlah aku membersamai rasa khawatir dan takut ini yaa Allah. Karena bersamamu, tidak ada yang tidak mungkin. Karena bersamamu yaa Allah aku yakin semua menjadi lebih indah
Segenap Tim lebaran di RSUD dr. Moewardi, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Taqabalallahu mina wa minkum. Taqabbal yaa kareem. "Karena kami belum bisa berlebaran bersama keluarga tercinta di rumah, maka kami mencoba untuk menghadirkan "rumah" itu di setiap tempat kami melangkah." Ide awal silaturrahim tahun ini, hingga akhirnya berbekal niat dan beberapa kaleng khong guan terlaksana juga. Berkesan banget. Terima kasih bos2qu (at RSUD Dr.Moewardi)
"Bahwa di titik ini, setiap dari kita seharusnya sudah berlari menjadi arti yang lain. Melesat menuju semesta, ke sudut-sudut langit yang mungkin tak kan lagi sama." Dikutip sepenuhnya dari narasi "Nol dan sembilan" karya @irvanauouo dan Team Kurasa sorot lampu dan riuh rendahnya layar adalah pembuat lakon terbaik. Aku takut, bagaimana nanti? Ketika dewasa dan penuh gelimang materi? Apa betul ada yg namanya makna diri? Kalo betul, bisakah masing2 dari kita datang menghampiri? Lalu membawanya pulang mendekapnya pelan dan menyimpanya dalam hati #theidesofmarch (at Central Java)
Obsgyn-Anak Sangat banyak hal yang terlintas ketika kita membahas tentang obsgyn dan anak. Susah senang nya melahirkan, lali bertumbuh dan berkembang Sakit, payah, lelah seakan terbayar lunas dengan rintihan kecil seorang bayi mungil. Dan ajaib nya, ketika sudah lahir ternyata menjaga dan merawat nya hingga tumbuh dewasa jauh lebih susah lagi he he. Beberapa hal menarik diatas dan hal-hal super duper menarik lainnya akan kalian temukan di 2 stase ini Agak pas rasanya, kalo saya bilang kedua stase di Blok C ini adalah 2 stase penuh pembelajaran, yg rasanya hampir setiap pekan nya diselimuti rasa lelah dan tidak bisa tidur wkwk saking gelisah nya. Oke lebay, tapi intinya obsgyn anak adalah tentang keikhlasan dan belajar menerima.. bahwa apa yang kita harapkan ada kalanya bertemu kesulitan dan kemustahilan. Bahwa niat tulus ikhlas, perlu selalu iringan doa dan ribuan mukjizat untuk menjadi nyata "Cukup Sekali ojo dibaleni yo bro" ujarku pada khariz yang lalu dia aamiinkam dengan senyuman haha (foto kedua terakhir) terima kasih obsgyn anak sekali lagi jaga dan kuvs abis itu selesai.. semoga yang selesai cukuplah stase nya, pembelajaran di dalam stase nya haruslah tetap tinggal jangan sampe fana Jadi mau di VT sama siapa abis ini? Yang Kanan apa yang kiri haha sorry for the long2 caption, cuman ingin berbagi syukur2 jadi jalan buat makin mensyukuri 😀 #koasracun #koaskamko #koaskuohkoasku #setengahjalanajabelum #hajarpakebismillah (at Central Java)
Kalau kamu belum menyerah, silakan berjuang. Tapi aku di sini, hanya akan melihatmu. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelumnya jika kita tidak bisa memaksakan segala sesuatu seperti yang kita harapkan. Kekuatan kita terbatas, daya kita ada habisnya. Kalau bukan karena izin-Nya, kita tidak bisa sampai sejauh ini.
Kalau kamu masih mau berjuang, silakan. Aku tidak akan menunggumu, apalagi mengharapkan. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelum ini, kalau aku sudah di titik terakhir. Kamu mungkin memiliki keleluasaan yang lebih, aku tidak. Kamu mempunyai keberanian yang lebih, aku tidak. Kamu masih yakin pada dirimu, aku? entahlah. Aku hampir tidak percaya bahwa aku pernah ikut memperjuangkanmu. Namun, justru ku dapati aku semakin jauh dari Tuhanku. Menjadi hamba yang sering memaksa, menjadi anak yang seringkali berselisih dengan ayah dan ibu, menjadi teman yang sering berkeluh kesah.
Biarlah waktu yang menjawabnya. Aku dengan jalanku, kamu dengan jalanmu. Jika kamu ingin berjuang, kamu hati-hati. Sebab, bisa jadi jalan yang kamu paksakan itu justru jalan yang membuatmu semakin jauh dari keimanan.
karena seperti apapun diri kita hari ini, adalah sejuta polesan dari diri kita kemarin Teruntuk 2017 yang penuh pembelajaran, terima kasih karena sudah mengajarkan banyak hal tanpa sempat menggurui Alhamdulillah, Semoga tahun 2018 ini tetap menyimpan banyak pembelajaran dan hikmah #semangatbaru #ceritabaru (at Helsingin Tuomiokirkko)
"Happy mother's day to the all unsung heroines" -@dimuhammad_ Teruntuk mamah, selamat hari Ibu yaa. Jangan berhenti bangunin anak-anaknya untuk solat shubuh setiap pagi. Semoga sehat terus, jadi mamah yang selalu sabar dan pengertian. Suatu saat nanti, semoga mas dan ade bisa gantian membahagiakan Salam sepenuh cinta~ (at Solo Bandung)
pagi itu kukemasi barangku, dengan terburu aku mampir ke sebuah gerai supermarket yang berada dekat kosanku. Aku butuh segelas kopi hangat pikirku. untuk sekedar membantu mengurangi isi pikir ini, untuk sekedar menahan rasa kantuk yang menyerbu. Cerita ini harus aku selesaikan :)) hahah maaf yaa guys akhirnya cerita ini baru bisa aku selesaikan pagi ini, Tak ingin menjadi excuse, tapi ternyata menulis butuh dibiasakan, dan walau hanya menulis dalam laman tumblr sederhana berukuran segenggaman ponsel pintar anda atau seukuran layar laptop anda; satu yang saya akui “menulis tetap lah butuh konsistensi dari sudut pandang awam saya yang sedang berusaha mencari alasan haha anyway yang terpenting, karena saya sudah kembali, jadi mari kita lanjutkan cerita nya, cekidot
Cerita berlanjut tatkala ajakan sudah saya sanggupi, pagi itu dengan terburu aku masuk kembali ke ruangan di sekitar Kurikulum gedung pendidikan dokter, untuk masuk dan kemudian mencari sebuah meja bertuliskan amandha Boy Timor, dr. M.MedED (gelar yang kalo ga hati2 bacanya akan terpeleset menjadi “memed “, haha abaikan) Tanpa bercakap lama, aku langsung utarakan maksudku; “untuk menanyakan syarat” jawabanya ternyata cukup rumit, aku diminta melakukan beberapa hal di saat yang bersamaan; (1) Segera Lulus dan Wisuda periode Juli 2017, (2) Menyusun kelengkapan administrasi fakultas dan universitas terutama untuk perlengekapan perjalanan ke luar negeri via surat sekertariat negara (disingkat setneg), (3) reviewing paper dan menyiapkan konten-desain poster publikasi ilmiah untuk paper tersebut. ditambah bonus poin “oleh-oleh” project executable yang harus dilaksanakan sekembalinya aku ke Indonesia dan beberapa hal printilan khas perjalanan jauh lainnya. disodori berondongan tugas seperti itu, aku mengambil jeda selama sehari penuh, mencoba meyakinkan diriku untuk mengambil kesempatan ini dan segala resiko yang ditawarkan bersamanya. Disitu aku sempat ragu, aku telfon kedua orang tuaku dan jawabannya masih sma “terserah ade aja, papa-mamah support yang terbaik pilihan yang ade ambil” pernyataan dalam yang butuh pemaknaan dan perceiving berbagai aspek. masih ragu, aku coba bertanya pada yang maha membolak-balikan hati, pada yang maha pantas untuk dipuji, meminta ketetapan agar hati ini senantiasa dimantapkan apapun pilihan yang nantinya akan kuambil, dan usaha coba bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman dalam mengambil keputusan seperti ini; dan satu yang menarik adalah mereka semua bersikeras agar aku mengambil tawaran ini, mereka beralasan; “bahwa ini bukan tentang pada siapa kesempatan itu datang, tapi ini tentang bagaimana sikap seseorang mensyukuri kesempatan yang telah datang dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.”
menghadapi kondisi seperti itu aku pun mencoba berdamai dengan hati, meredam segala konstelasi. aku sadar semakin banyak waktu yang kugunakan untuk berpikir tentang “ya dan tidaknya” mengambil kesempatan ini, maka semakin sedikit waktu yang tersisa untuk ku mengusahkaan segala hal terkait proses keberangkatan kami nanti nya. lalu aku berpikir dan Berpikir sembari mengerjakan naskah akademik akhir di kampus kedokteran ini, akhirnya dengan mantap dua hari setelah itu aku sudah punya jawaban, dan jawaban yang aku ambil adalah satu kata berjuta makna ceileh “terjang” inshaAllah Allah bersama prasangka hambaNya lanjutku kala itu.
sejak suatu hari di Juni yang menengagnkan itu, akhirnya waktu yang ambil kendali. segala persiapan pelan-pelan telah selesai kami kerjakan, wisuda di 8 juli 2017 yang penuh magis, gimana tanggal wisuda bisa mundur sebulan, naspub dengan salah satu dokter pembimbing paling strict akhirnya kelar juga dalam jangka waku yang super mepet dan segala proses administrasi berikut spj, tor dan juga surat setneg bisa selesai tepat waktu (ini yang paling sulit bos karena butuh bulak balik jkt utk mengurusnya, alhamdulillah ada yang bantu) serta... segala macam hal-hal rumit khas birokrasi kampus lainnya alhamdulillah selesai juga. dan sampelah kita pada tepat dua hari sebelum keberangkatan poster mungil berukuran 1x1,5 meter pun telah selsai dicetak ngambil bareng salah satu sahabat terbaik saya, Inez yang udah nyempetin nyamper ke bandung (hehe ceritanya melepas yaa wk nuhuuun nez) jujur sih poster ini salah satu tugas yang menguras pikiran banget karena sy anaknya gak desain banget, untung dibantu oleh adik adik yang lama aktif di himpunan alhamdulillah salah satu berkah menjalin hubungan baik, terima kasih dek Radhit dan tmn2 HMPD, nuhuuun. kesemua itu akhirnya menandai lengkap sudah semua tugas yang dokter Boy kasih ke saya. perasaan banyak tapi karena bantuan-Nya ini semua bisa selesai juga, alhamdulillah.
diujung waktu 26 agustus dateng juga, saya dianter keluarga berangkat memulai perjalanan penuh rasa asing ini. perasaan tenang dibalut resah menyelinap dalam diri saya. hehe semua saya kembalikan aja sama yang diatas. dan yaudaaah akhirnya delapan hari perjalanan saya dimulai juga. wuuuush voilaaa! akhirnya selesai juga ceerita ini. mengawali tentu selalu jadi hal yang paling sulit. tapi alhamdulillah itu semua lewat juga. banyak yang saya petik dari perjalanan ini, banyak banget susah senang nya. dan sekarang saya semakin excited untuk mencari pengalaman-pengalaman dengan frame dan realitas yang berbeda, karena setiap perjalanan menurut saya layak utk dibagikan, tulisan ini semata dibuat untuk sarana berbagi dan seluas mungkin memberi kebermanfaatan semoga pembaca berkenan menyampaikan saran dan kritik dalam tulisan ini
hahah sudah dulu segitu aja ceritanya, ada sediit foto untuk dibagikan, makasih yaaa udah membacaaa! slaam hangat penuh, seluruh. ttd Mufti akbar si cupu tapi mencoba mengusahakanmu ceileeh
(Bismillahirrahmanirrahim) . . Dan di kota itu, kutitipkan satu janjiku Janji untuk suatu saat bisa kembali Mengenang yang lekang, lalu membuat cerita baru di depan Detik itu aku berbisik pelan dalam lisanku, mengucap kalimat penuh rasa syukur Aku sadar semua akan kembali pada keharibaanMu pada kuasa takdir baik dan burukMu Pada pengharapan akan esok yang lebih baik untuk generasi setelahku . . Dan rasa Syukurku PadaMu, semoga tidak hanya kerana nikmat dan kesenangan belaka Tapi juga, kala harus berkawan dengan eloknya Nyata (at Rautatientori Square)
Alhamdulillah, diberi kepercayaan untuk tergabung dalam tim super keren ini. Bersama mentor super keren bernama dokter @boytimor. Sabar banget bimbing ini itu, jelasin ini itu dan ngasih tau segala "do and dont" selama perjalanan di negeri orang. Terima kasih dokterr. Gak lupa untuk semua pihak yang mendukung support doa moril materiil untuk acara ini, spesial buat @radhitya_s yang udah mendesain poster kerennya 🙌 makasii dhit! Kedepan nya jadi makin ingin bikin karya2 serupa dan mampir2 lagi ke negeri orang dengan baju batik kesayangan 😊 #FromSurakartaToHelsinki (at Messukeskus)
Oke Assalamu’alaykum semua nyaa, hahah akhirnya ada waktu buat ngisi laman-laman di tumblr setelah sekian lamaaaaa bangeet. Mulai dari dulu yang niatnya mengepost satu demi satu postingan di tumblr lalu malah berakhir dengan mencari kemoceng dan bersihin tumblr ini dari debu-debu dan laba-laba pengganggu. hahahah anyway selamat Pagi semuanyaa, selamat beraktivitas untuk yang sedang beraktivitas, dan selamat menarik selimut kembali #eeh menyusun aktifitas untuk yang hari ini belum berencana punya aktifitas. semoga semuanya selalu dalam keadaaan sehat aamiin
cukup yaa wkwk, maaffin kalo terlalu panjang intro nyaa, jadi disinii aku mau bikin sedikit yaa tp bakal cukup panjang sih jelasin tentang proses keberangkatan ku ke finland mulai dari awal hingga akhirnya Alhamdulillah All praises to Allah bisa berangkat menginjakkan kakiku di finland Yuk cekidot
Awalnya, di sebuah pagi yang cerah ceileh lebay saya lagi duduk-duduk santai di kantin kedokteran, tiba-tiba dapet w.a sama salah seorang dosen namanya dokter Boy bisa cek ig nya di @boytimor-blog orang yang memiliki hashtag #bujangberkualitas dan sangat enerjik plus berjiwa anak muda gituu, kebalikan sama saya yang kadang dibilang orang gaya nya ketuaan hiks. Singkat cerita awal Juli tahun ini, tanggalnya saya lupaa, saya diminta tolong dokter Boy untuk berangkat ke finlandia presentasi seputar medu nemenin beliau --- sebuah ajakan yang di akhir cerita nanti bikin saya merasa bersyukur banget, makasih banyak ajakanya dokter ---
disitu saya kaget dan masih mikir kenapa tawaran ini datang ke saya yang belum pernah bersinggungan di bidang Riset Medical Education kayak gini, belum pernah punya pengalaman ke luar negeri sama sekali, dan yang paling binguung adalah kalaupun ditolak karena alasan apa menolaknya, agak pakewuh gitu kalau ditanya sama dosen seperti ini. ditambah lagi memang karena statunya saat itu saya masih belum mengikuti kegiatan Co-Ass dikarenakan ada beberapa blok/makul yang mengulang jangan dicontoh yaa readers...
sempet gamang beberapa hari, tapi akhirnyaa setelah istikharah minta yang terbaik sama Allah sama konsul ke beberapa senior, salah satunya dokter faris dan dokter achan alias bang ajum (hatuuur nuhun sarannya mas faris, bang ajum) akhirnya saya coba beranikan diri untuk memenuhi tawaran tersebuutt, voilaaaaaa bismillahirrahmanirrahim dengan perasaan dan hati yang mantap saya temui dokter Boy lagi besoknya dan saya bilang kalo “Saya siap dokt, inshaAllah apa aja persyaratannya.” hahahah kurang lebihnya kaya gituu, perjalanan dimulaii inget banget itu kondisinya masih perkan pertama di bulan juli dan saya masih belum wisuda
Bersambung lagi nanti yaaa dilanjut di postingan abis inii. haturr nuhuun mau jalan duluuu yuk assalamu’alaykum
Menjadi seperti Bandung Berarti menjadi dia yang selalu tersenyum. Karena Bumi Pasundan lahir saat Tuhan Sedang tersenyum (M.A.W Brouwer) Tersenyum, bukan melulu akibat dari tidak adanya masalah, tapi karena melihat masalah dari perspektif ketiadaan 😅 Jadi pertanyaan nya, sudah tersenyumkah kita hari ini? . . . Taken By: @shanazqq yang sudah menyempatkan menempuh jarak solo-bandung untuk sekedar mengambilkan foto ini (+) gogoleran diatas rumput karet berbahan sintetis yang lumayan. Kopi hitam campur Nutella dan bandung utara nya juga ngangenin nuhun juga Mayang yang udah mau ikut jalan2 kemarin di sela2 perjuangan tuk jadi seorang farmasis kece @/kintanmayang Sekali mampir ke bandung, pasti bakal pingin ke bandung lagi 😊 percayaaa deh ma ane karena bandung itu 9,9/10 #instasunda #explorebdg (at Alun Alun Bandung)