Ini Ceritaku tentang CPNS 2023
Berawal dari keikhlasan diri membersamai 1000 hari pertama kelahiran anakku, meletakkan sejenak ambisi karir dan memang tersebab kondisi yang belum sangat memungkinkan berkarir. Saat itu, tahun 2021 menjelang kelulusan S2-ku, ayahku meninggal dunia dan anakku baru saja lahir jadi masih dalam suasana berduka ditambah baby blues yang aku alami. Ibuku juga masih sangat butuh ditemani, pun juga aku masih sangat membutuhkan bantuannya merawat bayiku. Tahun 2021 sebenarnya ada kesempatan untuk sesegera mungkin memulai karir dosen jalur PNS, tapi tak mengapa untuk skip dulu. Dari hati terdalam selalu berdoa bahwa semua ini akan paid-off pada masanya.
Persiapanku ...
2023 menjadi awal menjajaki karir, banyak apply ke kampus tapi memang mungkin belum berjodoh. Jauh sebelum ada pembukaan Seleksi CPNS, aku sudah nyicil belajar, entah bakal ada beneran atau sekedar berita pemanis akhir tahun. Aku tipe yang belajar dengan menulis jadi aku bikin rangkuman materi sendiri yang aku kompilasi dari berbagai sumber. Latihan soal diperbanyak tapi salahnya juga masih saja banyak wkwk. Belajar dalam kondisi sangat seadanya dan semampunya. Ya belajar, ya momong, ya ngerjain perihal domestik, ya nyambi tutor online, ya penelitian. Kuawalkan seluruh persiapan karena aku jelas ga punya waktu seperti yang lain bisa ikut tryout atau bimbel. Selain memang karena duitnya juga ga ada wkwk. Sering mengawalkan hari dengan bangun sebelum subuh agar bisa belajar for saving time. Sangat mungkin terjadi seharian ga akan bisa belajar karena ada aja kerjaan rumah atau anak.
Aku belajar memaksimalkan persiapan untuk seluruh sub-materi dan belajar membaca cepat agar gets the point ketika menjawab soal (sekali baca langsung jawab). Khusus untuk matematika, aku ulangi mengerjakan soal yang sama sampai berkali-kali hingga aku benar-benar paham kira-kira alurnya bagaimana. Suamiku adalah tutorku, urusan soal hitungan dan logika hampir seluruhnya aku belajar dari dia. Setiap Sabtu dan Minggu aku di-private les sama dia. Aku juga latihan ngerjain soal di laptop biar adaptif ketika tes beneran. Mental yang aku bawa ketika tes adalah aku ga mau sekedar jadi penyemarak dan aku ga mau harus 2X kerja buat belajar matematika. Jujur aku terlemah di matematika. Tapi fun fact nya SKD ku tertinggi.
Hubungan vertikal harus dirawat
Selain ikhtiar belajar, pastilah hubungan vertikal harus semakin diperbaiki. Aku bangun jauh sebelum subuh, belajar sejenak kemudian tahajud semampuku lanjut sholat subuh kemudian belajar lagi sebentar sebelum anak bangun. Tilawah Al-Quran sudah pasti rutinitas harian. Sholat dhuha semampunya. Ibadah sunnah meski ga tiap hari, tapi ada dalam niatan untuk menargetkan dalam rentang sepekan setidaknya 'harus mengerjakan'. Sebelum berangkat tes, aku sempatkan untuk sedikit bersedekah, sekarang sangat mudah untuk sedekah tinggal transfer saja beres. Selama perjalanan menuju tempat tes, selalu berusaha menautkan hati untuk mengingat Allah.
Aku cerita begini bukan karena riak atau sombong, tapi aku ingin ngasih tau barangkali ada yang mau baca blog aku bahwa hubungan vertikal itu bawa pengaruh ke usaha kita secara fisik. Ketika menjelang tahap Tes SKD, aku sangat ketakutan jujur takut ga lolos karena aku lemah banget matematika, tapi dalam hatiku rasanya sangat dekat dan ikhlas dengan ketetapan Allah, at the end hasilnya maksimal. Beda halnya dengan jelang Tes SKB bagian CAT, aku rasanya jauh dan sangat merasa susah untuk berusaha agar hati ini dekat denganNya. Entah faktor apa aku juga ga tau, tapi aku tetap berusaha terus mendekat. Hasil tes SKB ternyata juga kurang maksimal bahkan aku sempat feeling blue setelah ngerjain tes. Meskipun untuk final keseluruhan rangkaian tes CPNS, Allah sungguh baik masih dikasih lolos hingga tahap akhir.
Semua karena Allah
Rasanya alam begitu baik, bahu membahu mewujudkan cita-citaku. Berawal dari buku latihan soal punya teman yang ketinggalan di rumah selama bertahun-tahun jadi ga perlu beli buku wkwk, Ibukku yang mau ke bekasi buat jagain anakku full selama tes, suami yang mau izin kantor dan anter kapan aja buat nemenin tes, anak yang masyaa Allah ga rewel ketika aku tes, bahkan qodarullah dapet lampu ijo terus ketika otw tes. Semua berkat Allah, tiada dua. Kalau bukan karena Allah yang mengkoordinasikan semuanya buatku, ga akan mungkin bisa serapi ini. Doaku, semoga dengan kesempatan ini akan mendekatkanku kembali dengan majelis ilmu.
Anyway, PNS is just one of the ways so it's not the main way to become a lecturer, it's also one of thousands of other decisions in life. Even being a PNS isn't always seen as beautiful by everyone, many people think this is nothing so hopefully they will remain a down to earth person.
Semoga dari ceritaku ini, bisa diambil baiknya. Semoga Allah jaga hati ini selalu merunduk pada ketaqwaan dan dijauhkan dari kesombongan. Untuk teman-teman yang akan berjuang di CPNS 2024, semoga Allah permudah usaha kalian dan lakukan yang terbaik dalam persiapan kalian. Buat yang sudah kesekian kalinya ikhtiar daftar CPNS, jangan nyerah karena kalian deserve untuk hasil yang manis dari ikhtiar kalian yang lebih keras lagi. Ga ada yang ga mungkin, jika kita mau berusaha membuktikan ke Allah bahwa kita pantas. But, once again kita ga pernah bisa memaksakan takdir maka bertawakal juga menjadi salah satu kunci yang penting.
Bekasi, 16 Januari 2023
















