Kembali, entah sudah berapa mahasiswa yang menangis di depan saya. Sempat terpikir, apa saya terlihat seperti guru BK?! Tak apalah, bukankah Allah akan mempermudah urusan mereka yang suka mempermudah urusan orang lain :)
Mereka yang mengaku malu ingin bercerita ke teman dekatnya, malah mau berbagi dengan saya yang notabennya, hmm hellooo I’m your boss in here :)) Bukan karena masalah nilai atau IP semester kemarin, melainkan personal problem yang membuka mata saya bahwa hidup ini adalah proses pendewasaan.
Curhatan yang mampu membuat saya harus menceritakan kembali memori perjuangan mencari ilmu lalu *biar lebih dramatisir dikit sih :p Kenapa? Tentu agar mereka bisa kuat dan lulus dari semua ujian ini. Allahu akbar... flash back yang selalu membuat saya harus menahan emosi berkaca-kaca.
Satu kesimpulan pasti, bahwa ilmu tidak bisa didapat dengan bermalas-malasan.
Semangat dan doa untuk mereka yang sedang melewati masa-masa nikmat berjuang sebagai mujahid ilmu. Yakinlah Allah senantiasa membersamai kalian, bahkan setiap ikan di laut akan senantiasa memohonkan ampun untuk kalian.
Saat ini, sungguh, suatu kehormatan dan kenikmatan tersendiri dapat menjadi pelayan bagi kalian para pejuang ilmu. Teriring harapan semoga cahaya ilmu selalu membersamai kalian, wahai pejuang!