Pajak adalah salah satu instrumen penting dalam mengelola kehidupan bernegara. Dalam konteks modern, pajak menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan. Namun, bagaimana sebenarnya asal usul pajak dalam Islam? Apakah ada konsep serupa dalam sejarah Islam?
Al-Quran dan hadits tidak secara langsung menyebut istilah “pajak” sebagaimana yang dikenal saat ini. Meski demikian, Islam mengenal beberapa…
Mengapa Ilmu Bisa Mundur? Jawaban Ibn Khaldūn untuk Dunia Islam
Sejarah Islam mencatat masa-masa kejayaan ketika ilmu berkembang begitu pesat, melahirkan ilmuwan, filosof, dan ulama besar yang karyanya mendunia. Namun, ada pula masa surut, ketika gairah belajar meredup dan lembaga pendidikan hanya menjadi simbol tanpa isi. Ibn Khaldūn, melalui karya monumentalnya Al-Muqaddimah, memberikan analisis mendalam tentang mengapa ilmu bisa maju sekaligus mundur. Ia…
Kenapa Juara Dunia Jarang Muslim? Kutukan atau Sistem?
SURAU.CO-Kenapa juara dunia jarang Muslim sering muncul sebagai pertanyaan yang menggugah sekaligus memicu refleksi mendalam. Saat kita melihat panggung internasional di bidang olahraga, sains, politik global, hingga teknologi, kenapa juara dunia jarang Muslim menjadi fakta yang sulit diabaikan. Apakah ini kutukan sejarah atau cerminan dari sistem yang tak berpihak?
Dominasi Global dan…
Bangladesh Geger! 100 Ribu Warga Turun ke Jalan Protes Perang Gaza
Protes Besar di Bangladesh: Teriakan Solidaritas untuk Palestina Menggema
Surau.co – Aksi solidaritas untuk Palestina kembali mengguncang dunia, kali ini datang dari Bangladesh. Sekitar 100 ribu orang turun ke jalan di Dhaka membawa semangat protes. Massa memenuhi jalanan kota dengan semangat yang membara, menuntut keadilan bagi rakyat Gaza.
Teriakan, spanduk, dan doa menyatu dalam satu tujuan…
Di layar televisi kita sering melihat pertempuran besar-besaran antara pasukan Rusia dengan rakyat Islam Afghanistan. Pertempuran tersebut terjadi karena Rusia yang komunis (anti Tuhan) ingin menjadikan negara Islam Afghanistan sebagai negara Komunis pula.
Tetapi setelah hampir 10 tahun berlalu (1979–1989), Rusia akhirnya harus angkat kaki dari bumi Afghanistan tepat tanggal 15 Februari 1989. Mereka gagal memaksakan kehendaknya setelah jatuh korban sebanyak 1,5 juta orang berkat kegigihan ummat Islam di medan juang para pemimpin Islam yang menjadi Ketua Organisasi Islam umumnya adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi. Ada Dr., Ir., MA dan ada pula yang tidak pakai gelar. Mereka adalah orang-orang yang kuat beribadah, taat menjalankan perintah agama dan menghormati teman-teman seperjuanagn. Salah seorang dari pemimpin tersebut adalah Ir. Gulbuddin Hikmatyar.
Ir. Gulbuddin lahir pada 1949 di propinsi Qundus. Ia seorang yang rajin belajar dan senang berburu. Pada usia 5 tahun, ia sudah belajar bagaimana menggunakan senapan. Setelah menamatkan sekolah dasar, ia dikirim oleh orang tuanya, Haji Abdul Kadir, ke sekolah militer di Kabul dan menghabiskan waktunya selama tiga tahun di sana. Kemudian, ia kembali ke Qundus dan melanjutkan pendidikannya dengan memasuki Sekolah Menengah Atas. Dari SD, SMP, SMA dan smapai ke perguruan tinggi, Gulbuddin selalu mendapat ranking tertinggi.
Berkat pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya, Gulbuddin, selain pintar juga taat beribadah, patuh kepada orang tua dan menyayangi teman-teman sepermainan.
Ketika ia dikirim oleh orang tuanya ke Kabul untuk kedua kalinya Gulbuddin masuk Universitas Kabul, jurusan mesin. Di sini, bersama-sama dengan 15 orang temannya, ia mendirikan sebuah organisasi yang bergerak untuk Islam. Karena kepintaran dan sikapnya yang tidak senang kepada keburukan pemerintahnya waktu itu, ia dicari oleh polisi dan dimasukkan ke penjara selama dua tahun. Pemerintah mengharapkan Gulbuddin keluar dari organisasi Islam. Tetapi hidup di penjara semakin membuka pandangannya terhadap kondisi ummat Islam yang semakin hari semakin terjepit. Di penjjara, Gulbuddin juga banyak membaca buku-buku tentang Islam dan perjuangan ummat Islam. Lalu iapun bersumpah untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk agamanya.
Setelah dibebaskan dari penjara, Gulbuddin bersama teman-temannya bergerak secara diam-diam. Pemerintah Kabul yang pro Komunis tetap mencurigainya dan memaksanya keluar dari Afghanistan pada tahun 1974.
Kembali dari pembuangan
Ketika pasukan Soviet menyerbu kota Kabul, ibukota Afghanistan pada tahun 1978 dan menguasai negara tersebut, Gulbuddin kembali ke negerinya secar adiam-diam. Ia tidak pernah menetap di suatu tempat, terus berpindah dari satu propinsi ke propinsi lainnya. Dalam perjalanannya, ia terus menyerukan ummat Islam Afghanistan untuk bertempur melawan Rusia demi kehormatan, kebangksaan, kebebasan dan kebangkitan agama Islam.
Tugasnya cukup berat dan hidupnya senantiasa berada dalam bahaya. Namun Gulbuddin tidak pernah berhenti walaupun ke-15 orang teman seperjuangannya ketika kuliah di Universitas Kabul telah mendahuluinya, mati syahid di medan tempur. Ia juga tidak pernah mundur dari cita-citanya walaupun ayahnya (Haji Abdul Kadir) dan dua orang saudar alaki-lakinya dibunuh oleh tentara Rusia. Semangat perjuangannya membela Islam bahkan semakin tinggi ketika tiga orang saudara perempuannya, anak-anaknya dan esluurh keluarganya dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka untuk mengungsi ke Pakistan.
Seluruh ummat Islam Afghanistan sekarang adalah saudaranya. dan kebabasan negerinya dari Rusia Komunis adalah tekadnya. Semangatnya yang tinggi tersebut melahirkan simpati dari anak-anak muda Islam–Afghanistan dan bergabung untuk berjihad menentang Rusia. Dewasa ini Organisasi Hizb-e-Islami yang dipimpinnya memiliki anggota tidak kurang dari 500.000 orang. Mereka semuanya siap mati syahid demi agama Islam dan kebebasan negaranya.
Serangan Bom
GULBUDDIN HIMATYAR adalh seorang pemberani. Di medan tempur ia menjadi panglima yang gagah. Salah seorang anak laki-lakinya ikut pula berjuang bersamanya memanggul senjata. Sebagian besar waktunya berada di medan tempur. Pada tahun 1986, dalam sebuah serangan, pasukan Rusia menjatuhkan bom di tempat Gulbuddin bergerilya. Pada waktu itu, ia sedang memimpin 5 orang pasukan untuk menghadang iringan tank-tank Rsuia. Tiba-tiba, sebuah pesawat membom mereka. Lumpur tersebar dimana-mana. Tentara Rusia mengira Gulbuddin dan pasukannya telah musnah. Ketika suasana tenang dan pesawat tempur telah pergi, alhamdulillah, Gulbuddin dan teman-temanya selamat. Lalu ia berkata kepada teman-temannya, "Mari kita Shalat". Allah telah melindungi kita dari serangan musuj.
Kini di tempat pengungsiannya, yaitu perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan, Gulbuddin hidup bersama istri dan anaknya. Mereka senantiasa shalat berjamaah di masjid. Dan Gulbuddin adalah imam shalat. Selesai shalat, ia mengajarkan Al-Qur'an dan Hadits kepada jamaahnya. Dari masjid, ia tidak langsung pulang ke rumah, tetapi berjalan dari satu kemah pengungsi ke kemah pengungsi lainnya. Gulbuddin adalah seorang yang ramah kepada saudara seiman. Gulbuddin baru kembali ke rumah jam 11 malam. Dan bila ia berada di medan tempur, ia jarang tidur.
Adik-adik sekalian … dalam ajaran agama kita, Allah senantiasa menolong hamba-hambaNya yang berjuang demi Islam. Suri tauladan Galbuddin perlu kita tiru. walaupun pendidikannya tinggi dan memimpin ratusan ribu orang, ia tidak pernah mengeluh dan merasa dirinya besar, congkak dan sombong.
Semoga Allah swt mempercepat kemenangan untuk ummat Islam Afghanistan dalam melawan Rusia yang congkak dan anti-tuhan.
Sumber:
The Voice of Mujahiddin
Al-Nahdah
The Muslim World League Journal
—Lydia Choiruna
Dimuat di majalah Sahabat edisi April 1989
sorbansantri.com – Dialah Presiden Pertama dari Republik Turki Sekuler. Dia-lah dalang di balik kacaunya Khilafah Utsmani sampai Khilafah Utsmani harus runtuh pada 3 Maret 1924. Dan ketika Mustafa Kemal Ataturk berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama dalam dunia Islam. Dia memerintah dengan tangan besi.
Habis semua umat Islam dalam genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat…
Indonesia Pelopor Kebangkitan. Banyak para ulama dari dunia Islam yang telah menyampaikan, harapan kebangkitan umat itu bisa dimulai dari Indonesia. Singkatnya, Indonesia Pelopor Kebangkitan.
Ini pernah saya dengar sendiri dari para ulama Saudi, Sudan, dan Mesir, dll.
Ini bukan tanpa dasar, kita memang dikenal sebagai bangsa yang mempunyai sejarah perjuangan panjang. Bangsa kita telah ratusan…