Hmm... iya juga 🤔 #kutipanbuku #ubahlelahjadilillah #dwisuwiknyo https://www.instagram.com/p/COE-7aEh2GZ/?igshid=7lo10ef5s5bg
seen from Lithuania

seen from United States

seen from Tajikistan

seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Morocco
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
Hmm... iya juga 🤔 #kutipanbuku #ubahlelahjadilillah #dwisuwiknyo https://www.instagram.com/p/COE-7aEh2GZ/?igshid=7lo10ef5s5bg
Jika dia memang jodohku 🍃 . . #kutipanbuku #yaallahizinkankamimenikah #dwisuwiknyo https://www.instagram.com/p/B-cdXv1goai/?igshid=ykbvqgs01ej8
Mari kita belajar menjalani peran kita masing-masing.. . . #kutipanbuku #jalaninikmatisyukuri #dwisuwiknyo https://www.instagram.com/p/B1Ibj7wArfm/?igshid=1ullxqst05613
Jalani, nikmati, syukuri 😊 . . #kutipanbuku #jalaninikmatisyukuri #dwisuwiknyo https://www.instagram.com/p/Bt2s6tGgEef/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1ncj9t22ezc4s
. … Ubah Lelah Jadi Lillah >> Rp. 80.000 . Terkadang untuk mengejar satu target tertentu, ada bagian dari hidup kita yang harus dikorbankan. Demi target pekerjaan misalnya, keluarga terabaikan, kesehatan kita tak terpikirkan, dan bahkan hak Allah pun terlewatkan. Padahal itu hanya ketidakmampuan kita mengelola waktu, atau memang tidak ada niatan untuk menyeimbangkan hidup? Semoga segala aktivitas kita sehari-hari tidak sia-sia. Segala lelah bisa berbuah bahagia, tidak hanya bahagia untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk orang-orang terdekat. Semoga apa pun yang kita cintai di dunia ini, sama sekali tidak bisa memalingkan hati kita dari Allah . Untuk itulah buku ini dihadirkan sebagai teman diskusi, sebagai bahan renungan untuk saling mengingatkan betapa sayang sekali jika kita melewatkan hidup ini dengan sia-sia dan tidak tentu arah. Lantas apa yang coba ditawarkan buku ini? … WA / LINE : 085640654073 . #ubahlelahjadilillah #dwisuwiknyo
Novel yang Bikin Penasaran
Oleh: DWI SUWIKNYO
25 SEPTEMBER 2016
Ragu. Itulah yang kali pertama terpikir saat memegang novel setebal 400 halaman ini. Apakah tidak membosankan? Rupanya tidak. Prolognya mampu membuat saya berpikir ulang untuk meletakkan novel ini. Ada sesuatu yang harus saya cari. Apa itu?
Bermula dari prolog, menggambarkan tentang seorang perempuan yang terkapar, diduga mengalami kecelakaan lalu lintas. Rupanya penyelidik menaruh curiga, bahwa perempuan itu sengaja dicelakai oleh seseorang tetapi entah siapa yang berniat buruk tersebut.
Rupanya perempuan itu istri seorang pengusaha kaya raya. Dan benar dugaan awal, ia tidak mengalami kecelakaan biasa. Ada orang yang memang sengaja membuatnya celaka dan hendak membunuhnya. Siapa? Suaminya sendiri.
Sang suami tega mencelakai istrinya sendiri bersama selingkuhannya—sekretarisnya di kantor—yang tak lain adalah sahabat istinya sendiri. Sang pengusaha kaya itu berselingkuh dengan alasan, istrinya tidak bisa memberinya momongan. Maka dengan selingkuhannya itu, lelaki kaya raya itu memiliki dua anak: cowok dan cewek.
Tetapi nasib malang berganti dialami si selingkuhan itu, sebab lelaki kaya itu kembali ke istri sahnya dan membina rumah tangga lagi. Mereka mengadopsi anak laki-laki sampai memiliki anak perempuan. Bagaimana nasib si perempuan selingkuhanya itu? Ia gila.
Kedua anaknya pun tidak terima dengan kondisi ibunya yang malang itu. Beberapa tahun kemudian. Sang pengusaha telah meninggal dunia. Perusahaan dipegang oleh anak pertamanya. Cerita pun berlangsung ketika pengusaha muda tersebut mendapatkan surat kaleng berkali-kali.
Baginya, itu teror. Apa yang ia pikirkan pun terjadi, bahwa ada saudaranya—satu ayah beda ibu—yang akan mengganggu kehidupannya. Sebab ayahnya pernah berpesan, kalau sang ayah memiliki anak dari ibu yang lain. Maka wajar ketika anak-anak itu sudah tumbuh besar, bisa jadi mereka ingin mendapatkan hak waris.
Maka pengusaha muda itu pun mencari siapakah sebenarnya yang sering mengirim surat kaleng itu? Benarkah ‘saudaranya’ yang melakukan teror itu? Ia pun pergi keluar kota, mencari jejak ‘saudaranya’ itu. Jika memang dia yang melakukan teror selama ini, maka pengusaha muda itu siap untuk berbagi warisan.
Pencarian itu mengantarkan ia pada seorang gadis dan ia terpikat dengannya. Melalui gadis itulah, akhirnya ia bisa melacak keberadaan ‘saudaranya’ itu. Tetapi diluar dugaan, rupanya yang mengirim surat kaleng itu bukanlah ‘saudaranya’. Setelah bertemu dengannya, ‘saudaranya’ itu mengatakan tidak pernah mengirim surat apa pun. Sebab ia tak ingin mengganggu kehidupan keluarga pengusaha kaya itu. Lalu siapa sebenarnya yang sering mengirim surat teror itu?
Rupanya orang kepercayaannya sendiri yang melakukan, yang tak lain sekretarisnya sendiri. Ketika ibu si pengusaha muda ini tahu adanya surat kaleng itu, beliau pun sudah menduga-duga bahwa surat itu teror dari keluarga ‘istri kedua’. Ternyata sekretaris pengusaha muda itu adalah ‘adiknya’ sendiri. Adik satu ayah, beda ibu. Adik yang lahir dari selingkuhan ayah angkatnya.
Dan benar saja, ‘si adik’ ini datang untuk membalas dendam. Ia mulai masuk ke dalam kehidupan si pengusaha muda dengan menjadi sekretarisnya. Dengan penuh amarah, ia menyerang si ibu pengusaha itu, dan berkata, “Karena kalianlah ibuku menjadi gila!”
Setelah puas membalas dendam, ia pun berusaha bunuh diri. Dari sinilah, penyelidikan oleh pihak yang berwajib dimulai kembali.
***
Novel ini memiliki plot yang kuat, konflik lintas generasi, dan mengandalkan teknik bercerita yang apik agar tidak membosankan untuk dibaca. Itu berhasil. Terasa sekali kepandaian penulis dalam menanam benih-benih konflik, mengatur kecepatan cerita, dan terus-menerus mengajak pembaca berpikir—tepatnya mengajak pembaca untuk menduga-duga.
Tidak lempeng. Penulis seperti mengajak pembaca untuk bermain teka-teki: seberapa kuat insting pembaca dalam meramal akhir cerita? Nyatanya duga-dugaan itu selalu meleset, dan penulis berhasil mengecoh pembaca dengan sangat rapi. Pun disepanjang cerita, penulis bisa menyisipkan pesan-pesan moral yang halus. Termasuk kritiknya atas kondisi sosial, rusaknya moral, dan kehidupan sosial yang amburadul di sekitar tokoh.
Bagi pecinta novel, tentu saja novel ini layak untuk dibaca. Meski ada kekurangan soal editing, tetapi itu tidak mengurangi keasyikan membacanya. Terlebih bagi siapa saja yang mau belajar menulis naskah novel, bacalah novel ini. Akan banyak teknik menulis yang bisa didapat secara tidak langsung. Good job.