#review4: The Darkest Place On Planet Earth [Podcast: Ustadz Nouman]
Seringnya saya mikir kalo tempat yang buruk itu sedikit banyak akan berdampak pada keburukan diri. Misalnya sebuah hadits tentang pertemanan, inti yang saya tangkep kira-kira gini “teman yang baik seminimal-minimalnya akan memaksa kita berbuat baik, teman yang buruk seminimal-minimalnya akan menghalangi kita berbuat baik”. Terus ada juga pepatah kaya gini “tempat yang bersih akan memaksa orang menjadi bersih”. Insight ini jadi satu-satunya saya menentukan sesuatu, misalnya menentukan siapa aja teman yang saya mau habisakan waktu dengan mereka, pilih kerjaan, pilih tempat makan, dan pilihan-pilihan yang lain.
Keinginan saya ada di lingkungan yang kondusif dan membuat kita lebih mudah untuk mengakses kebaikan-kebaikan, walaupun terkadang jadinya cuma ngikutin orang lain tanpa menyadari esensi dari kebaikan itu sendiri. Tapi bagaimana kalo keinginan tersebut malah terjadi sebaliknya? kalo saya seringnya mengutuk keadaan dan jadi menghindar dengan lingkungan tersebut. Meskipun secara fisik dekat, tapi ada hal tak kasat mata yang membuat saya pengen kabur. Ya Allah ampuni saya.
Setelah saya nyoba rutin dengerin Lecture nya Ustadz Nouman, saya jadi banyak belajar ternyata dalam Al-Quran banyak kisah yang mengajarkan kalo sebenarnya diri kita itu tidak sepenhnya ditentuan oleh lingkungan, dimana kita hidup dan beraktivitas.
Misalnya Rasulullah Allah utus Rasulullah di “darkest place on planet earth”. Coba bayangin saat itu tempat Rasulullah tinggal ditempat yang disebut “bakkah” sebelum diganti jadi “makkah”, bakkah artinya lembah kegelapan. Jangankan manusia hewan dan tumbuhan pun enggan untuk hidup didaerah itu karena sebagian besar wilayahnya adalah gurun pasir yang tandus. Bukan hanya kondisi geografisnya yang tidak menguntungkan, SDM di sana juga punya kualitas yang rendah. Julukan yang terkenal bagi kaum pada saat itu adalah “jahiliyah” artinya “kebodohan”. Kerusakan moral dari bangsa ini juga cukup parah, misalnya kebiasaan mengubur hidup-hidup bayi perempuan karena dianggap sebuah kehinaan, mabuk-mabukan, segelintir kaum elit yang menindas, prostitusi, korupsi, kolusi, nepotisme, sihir, dan banyak lagi kesyirikan lainnya. Ketika bangsa Persia membangun jalan-jalan dan bendungan, ketika banga Romawi berlomba membangun istana yang megah, ketika bangsa Yunani memuja ilmu pengetahuan sampai mereka bisa membangun banyak infrastuktur yang keren luar biasa. Bakkah (baca: mekah) punya apa? Tapi kenapa dari tempat paling gelap tersebut Allah utus Rasul terakhir disana. Kaum pertama yang harus Rasulullah seru kepada iman adalah kaum Qurays, kaum nomor satu jahiliyah yang ada di muka bumi.
Kisah Nabi Musa dalam surah Taha. Nabi Musa dilahirkan pada tahun dimana ribuan bayi laki-laki harus dibunuh Firaun dan tentaranya. Jadi kepemimpinan Firaun saat itu memberlakukan peraturan dimana satu tahun semua bayi laki-laki yang lahir pada tahun tersebut harus dibunuh dan satu tahun berikutnya bayi laki-laki yang lahir pada tahun tersebut dibiarkan hidup, begitu seterusnya. Berbeda dengan kakaknya Nabi Musa, yaitu Nabi Harun yang lahir pada tahun dimana bayi yang lahir pada tahun tersebut dibiarkan hidup. Kemudian Allah wahyukan suatu perintah kepada Ibu Nabi Musa untuk menghanyutkan Nabi Musa dalam sebuah box dalam bahasa arab disebut “tabut” ke sungai dimana nantinya akan diambil oleh Istri dari Firaun yaitu Asiah dan dijadikan anak angkatnya. Nabi Musa dibesarkan dalam lingkungan istana Firaun ayah angkatnya, yang kelak akan menjadi musuh terbesarnya. Meskipun istana, tapi istana tersebut adalah istana yang dipenuhi kesyirikan dan perbuatan melampaui batas. Karena kelak Allah akan utus Nabi Musa dengan satu misi yaitu menyerukan iman kepada Firaun, kriminal nomor satu yang hidup dibumi.
Masyaallah keren ya., “His Plan” rencana Allah yang menempatkan kita di mana kita harus hidup dan dengan siapa kita harus tinggal. Saya banyak belajar. Lingkungan yang buruk memang adalah ujian untuk menguji kekuatan iman, tapi juga amanah yang Allah titipkan untuk kita menyerukan kebenaran & kebaikan didalamnya. Lingkungan yang buruk bukanlah hal yang harus dihindari, tetapi juga medan tempur untuk menunaikan misi Ilahi. Allah menciptakan, membentuk, dan mendidik setiap manusia sesuai dengan misi yang Allah amanahkan. Lingkungan tidak menentukan siapa kita, tapi misi Allah yang menentukan kita siapa. Lingkungan yang buruk tidak menjadi masalah ketika kita berada diposisi yang benar, menjalankan misi dari Allah atau melawan misi Allah. Semoga Allah selalu memampukan kita mengemban amanah dari Nya dimanapun lingkungan kita berada.














