Hello What’sup Besties! Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan kata ‘Fisika’ dan juga dengan kata ‘Ekonomi’. 2 kata tersebut merupakan lintas disiplin ilmu. Fisika terkenal dengan segala konsep sains dan hitung-menghitung yang rumit. Lalu ekonomi terkenal dengan hitung-menghitung seputar nominal keuangan dan pengelolaannya, juga berkaitan dengan spekulasi, politik, dan budaya. Secara konsep hitung-menghitung antara ekonomi dan fisika berbeda. Namun, siapa sangka terlahirlah bidang ilmu baru dimana terdapat elemen ilmu fisika dan ekonomi didalamnya, disebut dengan Ekonofisika.
Menurut ahli statistik termodinamika Prof. Tsallis, manusia dapat dimodelkan sama dengan atom, kecuali dalam bidang intelegensi dan budaya. Dengan kata lain, kalau masalah intelegensi dan budaya ini dikesampingkan terlebih dahulu maka kelakuan manusia dapat dipandang seperti kelakuan atom. Maka dapat dianalogikan bahwa sistem ekonomi sama dengan sistem fisika.
Wow, it sounds cool! Kira-kira bagaimana metode fisika yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi? Apakah teori ekonomi yang diyakini selama ini sudah atau akan digantikan dengan suatu “teori ekonomi baru” yang disebut Ekonofisika?
Pada tanggal 27 Agustus 2002 dilangsungkan seminar “The Internasional Public Seminar of the Year” di Jakarta, dalam rangka penyelenggaraan “International Econophysics Conference 2002”. Dijelaskan bagaimana ekonomi membutuhkan tools untuk dapat menganalisa sistem-sistem yang kompleks. Dalam hal ini, fisika memiliki analysis tools yang dapat diterapkan kedalam sistem ekonomi keuangan. Contohnya, dalam ekonomi biasanya berkaitan dengan ketidakpastian atau proses stokastik, lalu dinamika nonlinear juga. Nah, studi pasar keuangan juga terdapat keuangan statistik yang mengacu pada fisika statistik dan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Selanjutnya, berdasarkan buku An Introduction to Econophysics: Correlations and Complexity in Finance oleh N. Mantegna dan H. Eugene Stanley memberikan beberapa contoh kasus ekonomi keuangan yang di dalamnya menggunakan anaysis tools yang terdapat dalam fisika. (1) Fungsi-fungsi distribusi dalam Statistik fisika mulai dari Gauss, Poisson dan Boltzmann-Gibbs dipakai dalam analisis ekonomi keuangan. (2) Fungsi-fungsi khusus seperti fungsi gamma, variabel komplek, transformasi Fourier, konvolusi dan dekonvolusi dua fungsi yang dipelajari dalam fisika sebagai Fisika Matematika ternyata diterapkan dalam ekonomi keuangan. (4) Masalah turbolensi dalam aliran fluida dengan bilangan Reynoldnya juga dipakai dalam ekonomi keuangan yang sering dikenal sebagai turbolensi harga-harga saham. (5) Masalah statistik yang dikenal sebagai clustering statistik yang tidak hanya menghitung korelasi untuk mengukur derajat sinkronisasi beberapa saham tetapi juga mampu mengukur “jarak” relatif di antara saham-saham pada suatu portofolio tertentu serta memberikan suatu metode untuk mengambil informasi ekonomi yang tersimpan dalam harga saham berbasis waktu.
Dari pemaparan diatas, gagasan fisika yang baru dalam menganalisa data ekonomi (khususnya keuangan) dapat menggunakan pengalaman-pengalaman dalam menganalisa sistem fisika yang suatu saat tidak tertutup kemungkinan bahwa keteraturan dan prediksi dalam sistem fisika dapat langsung diterapkan dalam prediksi ekonomi. Terbuka suatu jalan untuk memahami sistem ekonomi yang komplek yang tersangkut dengan manusia sehingga eksperimen-eksperiman tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi dapat dipahami lewat eksperimen-eksperimen fisika dalam skala laboratorium atau simulasi komputer saja.