. Kau tahu, apa yang disembunyikan oleh hujan? Adalah namamu, yang tak mau mengeja rindu. Lalu, tak ingatkah ada siapa di balik hujan? Petang yang membuka lorong waktu, kala itu. Ketika dingin tak menyusupi paru-paru, atau takut bukanlah definisi cinta yang dibungkus ragu-ragu. Dahulu hujan tak menusuk tulang, mematahkan angan. Saat tatap tanpa mata, tak meminta roda tuaku berpulang lalu berpaling. Kini hujan hanyalah basah dalam abu-abu, sebab telinga itu telah menulikan dirinya dari air mataku. Atau hujan bagimu hari ini, hanyalah alasan untuk tak melingkarkan janji. Jarak yang semakin panjang untuk memaksaku undur diri. Namun, sayang, hujan tak pernah mengizinkan aku berhenti menulis selarik puisi. Sebab Jogja adalah saksi, langkah kaki yang akan bersegera pergi. . ©Fasih Radiana, kala kota kenangan mengingatkan dirinya. #edisi #sastra #puisijogja #yogyakarta