Apa yang salah bagi seorang wanita yang mandiri dalam segala hal? Bukankah itu baik, Tuan-Tuan? Atau mungkin Tuan merasa 'terancam' karena kemandirian kami?
seen from Mexico

seen from Argentina
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from China
seen from Russia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Ukraine
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
Apa yang salah bagi seorang wanita yang mandiri dalam segala hal? Bukankah itu baik, Tuan-Tuan? Atau mungkin Tuan merasa 'terancam' karena kemandirian kami?
Tidak Tepat Gumam
Anjir nih, aing lagi geleuh sama timeline tumblr. Beberapa bikin aing miris. Beberapa bikin aing mikir. Tentang beberapa tulisan dan quote yang menjelaskan bagaimana seharusnya mempersiapkan diri menjadi suami/istri yang baik. Kan tay ya? Sampai kapan kamu mau menabung kebenaran, akhlak atau apalah sampai kamu jadi orang yang “kamu pikir” siap? Gak tepat gumam banget lah. Positifistik enggak, negatifistik juga jauh. Ini sorry lho ini, konteksnya lebar, tentang kesiapan seseorang. Bukan hanya menikah tentunya. Masih inget kan logika dari frasa: cobaan itu diberikan sesuai dengan kemampuanya masing-masing. Nah ini nih, selaras sama teori tentang siap dan belum siap. Kesiapan itu buat menghadapi apa? Sejauh mana? Sedetail apa? Eweuh parameterna! Skip, simpen di memori. Dan btw, emang meniqa itu selamanya jadi cobaan? Selamanya jadi kebahagiaan? Selamanya harus bisshobri wa sholah sih iya atuh, kan pilihan buat bertanggung jawab terhadap pilihan teh kudu sambil dimamam semuamuanya. Mamam. Lanjut lagi bahasan mempersiapkan diri. Geleuhnya aing, pada saat membaca beberapa poin-poin yang katanya penting sebelum mempersiapkan diri sebagai suami yang baik, kalo aing nganggap itu serius beuraaaat pisan ajir. Aslina, beurat. Bagaimana bisa semua orang seperfect itu untuk menghadapi perubahan? Edan pisan kalo emang kudu seperfect itu lho yaa~ Liat dan cari sendiri lah chirpstory yang aing maksud, aing gabisa ngelink, nulisna di hape. Eeeh kemudian dan lalu tea, beres "kabeneran kabaca" chirpstory eta tuluy banget ada yang quote gini: (versi seinget aing) "Bahwasanya aku memperbaiki akhlaku kelak kamu yang kemudian jodohku adalah buah dari usahaku" Kan anjing. Makin tak tepat gumam lagi aja. Atuh gitu mah tidak egaliter! Tidak semua orang mempunyai peranan dan kesempatan yang sama atuh kang. Kumaha si. Terus gimana kalo entah bagaimana ceritanya kemudian ia kecewa dengan pilihanya, atau dengan pilihan orangtuanya mungkin. Kan jadi bumerang, bajigur akhlak yang selama ini aku bangun sia-sia karna asumsinya, sekali lagi asumsinya, dia tidak mendapatkan pasangan seperti apa yang ia bayangkan. Karena sudah merasa membenahi diri, merasa siap tea, kan cenah keneh. Ajir teh. Teu berfaedah pisan tulisan ini, skip aja kalo aneh. Cape misuh2 terus, sorry to say ya, no offense lho~
Le divin regarde dieu , l'humain regarde l'homme. Ma cause n'est ni divine ni humaine, ce n'est ni le vrai ni le bon ,ni le juste ,ni le libre, c'est le mien elle n'est pas générale , mais unique ,comme je suis unique rien n'est pour moi , au-dessus de moi ! et PERSONNE n'est en dessous !
godspeaceofanarchy
Bismillah, God speed!