Ternyata, Mengerjakan Tugas Bersama tidak seburuk itu..
Aku duduk di kursi panjang sebelah pancuran air yang berada di kantor tempat ku bekerja sambil menatap langit sore yang indah. Pikiranku melayang saat aku masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Sedari kecil, aku sudah diajarkan oleh kedua orang tua ku untuk mandiri dan meminimalisir meminta tolong kepada orang lain. Sehingga, entah sejak kapan sifat egois dan menyendiri mulai melekat pada diriku.
Saat itu, ada sebuah tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok. Akhirnya aku pasrah dan hanya duduk dibangku sambil berharap ada yang mengajakku untuk menjadi anggota kelompoknya. Walaupun diam, aku tidak tuli. Tentu aku bisa mendengar bisikan bisikan seluruh teman kelasku yang tidak ingin mengajakku masuk kedalam kelompoknya. Kebanyakan dari mereka merasa aku adalah orang yang sangat egois dan sok “menyendiri”. Ya, aku memang dikenal seperti itu oleh teman kelasku.
Hingga akhirnya, teman sebangku ku mengajakku menjadi salah satu anggota kelompoknya. Aku cukup kaget, kenapa anak se ambis dia ingin aku yang biasa biasa saja menjadi anggota kelompoknya. Sempat ada debat antara dia dengan anggota kelompoknya yang lain tentang aku, tetapi akhirnya mereka setuju
Hari demi hari berlalu, pembagian tugas sudah terlaksana, dan aku pun mulai merasa sedikit nyaman dengan anggota kelompokku. Mereka mengerjakan tugas bersama dan saling tolong menolong walaupun sudah memiliki tugas sendiri sendiri. Rasanya lebih meringankan dari pada bekerja sendiri. Seperti ada beban dibahuku yang perlahan hilang. Tetapi.. aku menemukan masalah dengan tugas yang diberikan padaku, yaitu mengedit video.
Aku tidak bisa mengedit video dengan bagus walau sudah mencoba belajar dari sumber manapun. Anggota kelompokku yang lain juga terus mengirim pesan kepadaku untuk memberikan hasil video yang sudah aku edit. Hingga tanpa sadar, waktu berlalu begitu cepat, jam dinding didalam kamar ku sudah menunjukkan waktu pukul 19.00 WIB. Yang artinya, hari sudah semakin larut. Sedangkan, aku belum selesai mengedit video tugas sedikitpun. Padahal, besok adalah waktu terakhir pengumpulan tugas.
Akhirnya, aku mengumpulkan niat dan mental untuk jujur kepada anggota kelompokku kalau aku tidak bisa mengedit videonya. Tentu saja mereka kecewa, tetapi tidak lama. Karena, setelah mendengar kabar dariku, mereka segera bergegas menuju rumah ku untuk mengedit video tugas kita bersama sama. Aku sedikit lega, tetapi juga merasa tidak enak.
Waktu terus berputar, aku dan anggota kelompokku sudah selesai mengedit video tugas bersama sama di rumahku. Kami semua mengerjakan nya dengan sangat santai, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk membuat ku merasa nyaman. Dan aku sadari itu. Sebagai permintaan maaf, malam itu kita mengadakan pesta BBQ an mendadak di atap rumah ku sambil menikmati udara malam yang sejuk. Kita semua menggunakan waktu yang ada untuk saling mengenal dan berbagi kisah. Aku meminta maaf kepada mereka semua, dan mereka pun memberi ku nasihat.
Bahwa, manusia adalah makhluk sosial, semua manusia diciptakan untuk saling berinteraksi dan tolong menolong antara satu dengan yang lain. Salah satu dari mereka juga berkata kepadaku bahwa aku tidak selalu bisa mengerjakan semuanya sendirian. Nasihat demi nasihat keluar dari mulut mereka satu per satu, dan aku pun menerimanya dengan lapang dada tanpa tersinggung sedikitpun.
Sejak saat itu, aku selalu mengamalkan nasihat dari mereka dan mulai bergaul dengan yang lain. Pandangan teman sekelas dan orang orang disekelilingku perlahan berubah, yang tadinya aku dikenal sebagai orang yang egois dan sok “menyendiri”, sekarang sudah tidak lagi. Aku ya aku, bukan si sok menyendiri ataupun orang yang egois.