Khilafah vs non-Khilafah, ketika manusia merasa dirinya yang paling berkuasa
Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga tulisan saya kali ini hanya menyulut perbedaan, bukan pertengkaran. :)
Kalau mau diruntut permasalahan manusia sejak zaman dahulu kala itu...sumbernya hanya satu. Mau tunduk atau mau bebas.
Mau yang mana? Bebas? Bebas apanya? Haha. :p
Kepatuhan dan Kebebasan itu merupakan antonim. Kalo kamu mau patuh ya gak bisa bebas. Kalo kamu mau bebas berarti gak patuh, begitu?
Coba ya saya kupas sedikit-sedikit, pelan-pelan asal dapet maksudnya apa.
Tentu saja jika kita bikin model skala, misal skala 0-10 dengan 0 adalah sepenuhnya bebas dan 10 adalah sepenuhnya patuh, pasti ada skala pertengahan yang menggambarkan kadar tindakan masing-masing orang. Skala 6, berarti cenderung patuh tapi hampir sama dengan ketidakpatuhannya... Skala 2, wow hampir tidak ada patuhnya...
Mulai kebayang tulisan ini mau ke arah mana? Jangan buru-buru membahas versus yang ada di judul dong...pelan-pelan kita memaknai diri dulu...sip? :)
Manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di dunia ini, berati manusia pasti sudah diberi skill-skill yang dibutuhkan untuk mengurus dunia dong... Kita bisa memilih dan bertindak, mempertimbangkan, bahkan mengurungkan niat serta mengubahnya sesuai keinginan kita...
Jadi sebenernya buat apa ya manusia disuruh memimpin bumi, padahal Allah kan Maha Segalanya, gampang lah kalo bumi doang...
Selain tujuan manusia yang diciptakan untuk beribadah kepadaNya, ternyata Allah juga gak sembarangan memilih manusia untuk memelihara bumi.
Tau gak, eh lebih tepatnya, nyadar gak kalo sebenernya Allah itu sayaaaang banget sama manusia? :DD
Coba pikir ya, makhluk ciptaan Allah banyak, ada malaikat, iblis, jin, hewan, binatang, alam semesta ini, tapi kok cuma manusia yang dijadiin pemimpin di bumi? Udah gitu, segala kebutuhan manusia dipenuhi pula, matahari untuk sumber tenaga dan penerangan, hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, segala isi perut bumi untuk bahan baku pembuatan barang-barang manusia, malaikat pun diperintahkan untuk menjaga dan mengawasi kita, mengerjakan tugas-tugas untuk kepentingan kita. Dan yang paling unyunya lagi...
...Allah cuma pengen kita untuk menaatinya. Simpel kok, malaikat bisa, hewan dan binatang bisa, alam semesta bisa, bahkan badan kita pun mau diem aja selama kita hidup, padahal kita berbuat buruk dan jahat, karena diperintah oleh Allah. Masa kita yang udah dibekali khusus untuk memimpin seantero bumi gak bisa melakukan hal semudah itu?
Tapi begitulah konsekuensinya, ada hak ada kewajiban. Allah memenuhi hak kita sebagai makhluk ciptaanNya, yaa kita berkewajiban memenuhi hak Allah sebagai pencipta kita.
Simpel kok, tinggal menuruti perintahNya, menjauhi laranganNya. Tinggal turunin ego, rasain segimana Maha Kuasanya Allah atas diri kita, dan lakukan deh. :) Insya Allah, bisa! Lebih simpelnya lagi, Allah nilai bukan dari perbuatan, tapi niat! Percuma kamu rajin solat tapi niatnya buat dibanggain ke manusia lain, bukan buat Allah.
Sekali lagi ya, Allah cuma lihat niat, dan cuma Allah yang tahu niat kamu.
Versusnya mana?? Haha, udah kebahas kok. :)
Kalo kamu meyakini sepenuhnya atas kuasa Allah, yaa lakukan perintah Allah dengan mendirikan Khilafah.
As simple as that.
Maka Allah akan menurunkan banyak karuniaNya bagi orang-orang yang beriman, yang percaya bahwa Allah adalah satu-satuNya Rabb tempat menggantungkan harapan. Bukan ke pemimpin. Bukan ke manusia itu sendiri. :)