Berlian identik dari lab, emas berpotensi diproduksi lewat rekayasa inti. Dampaknya pada harga, bank sentral, dan arsitektur keuangan.
Runtuhnya nilai emas dan berlian di bumi

seen from Singapore
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Russia
seen from United States
seen from Cayman Islands
seen from Russia
seen from Australia

seen from Italy
seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from Australia

seen from Australia
seen from China

seen from Canada
seen from Palestinian Territories

seen from Netherlands
seen from United States
Berlian identik dari lab, emas berpotensi diproduksi lewat rekayasa inti. Dampaknya pada harga, bank sentral, dan arsitektur keuangan.
Runtuhnya nilai emas dan berlian di bumi
Membahas implikasi jika 1 dolar setara dengan 1 rupiah, perubahan yang akan terjadi, serta faktor yang mempengaruhi nilai mata uang dan damp
Warta Dunia: Perkembangan Terbaru dalam Politik dan Ekonomi Internasional
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia internasional telah mengalami berbagai perubahan signifikan, baik dalam ranah politik maupun ekonomi. Setiap perkembangan ini mempengaruhi negara-negara di seluruh dunia, dengan dampak yang sering kali melintasi batas-batas nasional. Artikel ini akan membahas beberapa perkembangan terbaru dalam politik dan ekonomi internasional yang mencuat pada tahun 2024, serta dampaknya terhadap hubungan antar negara dan kehidupan global secara keseluruhan.
Perkembangan dalam Politik Internasional
Perubahan Kepemimpinan di Berbagai Negara Politik internasional tahun 2024 dipenuhi dengan pergantian kepemimpinan yang signifikan. Di banyak negara, pemilihan umum telah membawa wajah baru ke dalam kekuasaan, mempengaruhi kebijakan luar negeri dan hubungan diplomatik. Contohnya, pemilihan presiden di sejumlah negara besar, seperti Amerika Serikat dan Indonesia, telah menghasilkan pergeseran kebijakan yang menonjol. Pergantian pemimpin ini membawa harapan dan tantangan baru, baik dalam menghadapi ketegangan politik domestik maupun dinamika hubungan internasional.
Perang Dingin Baru antara Amerika Serikat dan China Ketegangan antara Amerika Serikat dan China semakin memanas, dengan fokus pada persaingan dalam bidang teknologi, perdagangan, dan geopolitik. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh kedua negara saling berdampak, menciptakan ketidakpastian bagi pasar global. Isu Taiwan tetap menjadi titik panas utama, di mana AS terus memperkuat hubungan dengan Taiwan, sementara China menegaskan klaim atas pulau tersebut. Ketegangan ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik dan dunia secara keseluruhan.
Konflik di Ukraina dan Dampaknya terhadap Keamanan Eropa Konflik yang dimulai pada 2022 antara Rusia dan Ukraina terus mempengaruhi geopolitik Eropa. Meskipun beberapa negara telah berusaha untuk menengahi perdamaian, perang ini berlanjut dengan dampak yang meluas, termasuk krisis pengungsi dan lonjakan harga energi. Negara-negara Eropa, yang sebelumnya tergantung pada energi Rusia, mencari sumber alternatif, dan kebijakan pertahanan mereka mengalami perubahan signifikan. Uni Eropa dan NATO juga semakin bersatu dalam menghadapi ancaman Rusia.
Perubahan Kebijakan Luar Negeri di Negara-negara Maju Banyak negara maju mulai menyesuaikan kebijakan luar negeri mereka untuk mengatasi tantangan baru, seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan ancaman terorisme. Sebagai contoh, negara-negara G7 semakin fokus pada isu perubahan iklim dan keberlanjutan ekonomi, serta berkomitmen untuk mendukung negara-negara berkembang melalui bantuan finansial dan kerjasama internasional.
Perkembangan dalam Ekonomi Internasional
Krisis Ekonomi Global dan Dampaknya pada Negara Berkembang Ekonomi global pada tahun 2024 menghadapi tantangan besar, dengan inflasi yang tinggi di banyak negara dan ketegangan perdagangan yang terus berlanjut. Negara-negara berkembang, yang sebelumnya sudah menghadapi kesulitan ekonomi, kini semakin merasakan dampak dari krisis global. Pasar komoditas yang tidak stabil dan lonjakan harga energi menyebabkan beban berat bagi banyak negara, sementara pemulihan ekonomi masih terlihat lambat. Pengurangan bantuan internasional dan meningkatnya utang negara menjadi masalah utama.
Digitalisasi dan Inovasi Teknologi dalam Ekonomi Global Salah satu tren yang terus berkembang adalah transformasi digital yang semakin mendalam dalam ekonomi global. Teknologi blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi semakin diterima di berbagai sektor, dari perbankan hingga manufaktur. Perusahaan-perusahaan besar terus berinvestasi dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, sementara negara-negara juga mengadopsi kebijakan untuk mendukung inovasi teknologi dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi.
Perubahan Dalam Perdagangan Internasional Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan internasional telah mengalami pergeseran besar-besaran, dengan munculnya proteksionisme dan kebijakan "America First" yang diterapkan oleh negara-negara besar seperti AS. Negara-negara Asia, termasuk China dan India, terus berkembang sebagai pusat perdagangan global. Organisasi perdagangan dunia (WTO) berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan ini, sementara banyak negara mencari kesepakatan bilateral untuk menggantikan kesepakatan multilateral yang lebih luas.
Pergeseran Energi Global dan Ketergantungan pada Sumber Energi Terbarukan Peralihan menuju energi terbarukan adalah salah satu isu terbesar dalam ekonomi global saat ini. Negara-negara di seluruh dunia semakin fokus pada pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan berinvestasi dalam energi terbarukan, seperti angin dan matahari. Proyek-proyek hijau ini tidak hanya bertujuan untuk melawan perubahan iklim, tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi ketergantungan pada energi dari negara-negara penghasil minyak utama.
Dampak terhadap Kehidupan Global
Perkembangan terbaru dalam politik dan ekonomi internasional ini menunjukkan bagaimana dunia terus berubah dalam berbagai aspek. Ketegangan politik yang meningkat, ketidakpastian ekonomi, dan pergeseran dalam perdagangan global menunjukkan bahwa negara-negara harus bekerja sama lebih erat untuk mencapai stabilitas dan kesejahteraan bersama. Isu-isu seperti perubahan iklim, teknologi baru, dan keamanan energi akan terus mendominasi agenda internasional dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi warga negara, perkembangan ini berarti mereka harus lebih waspada terhadap dampak global yang bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari inflasi dan harga barang yang lebih tinggi hingga kebijakan luar negeri yang memengaruhi keamanan dan kemakmuran nasional. Seiring berjalannya waktu, kolaborasi internasional akan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan besar ini dan menciptakan masa depan yang lebih stabil bagi dunia.
Kesimpulan
Perkembangan dalam politik dan ekonomi internasional tahun 2024 menunjukkan bahwa dunia sedang berhadapan dengan sejumlah tantangan besar yang membutuhkan kerjasama antara negara-negara di seluruh dunia. Ketegangan politik, krisis ekonomi, dan perubahan dalam cara kita bertransaksi dan berproduksi adalah isu-isu utama yang membentuk arah masa depan global. Sebagai bagian dari komunitas global, kita harus terus memantau dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini untuk memastikan keberlanjutan dan kemakmuran dunia. Selanjutnya kalian juga bisa klik di sini : STEVEANDELON
Waspadai Wall Street, Blockchain Hadir: Fmr. JPMorgan Exec. Blythe Masters
Inovator blockchain dan mantan kepala komoditas JPMorgan Blythe Masters berbicara di makan malam tahunan London Metal Exchange selama Pekan LME untuk mengatakan bahwa blockchain akan datang ke pasar komoditas untuk memperkenalkan kerahasiaan yang meningkat, mengurangi limbah kertas, dan meningkatkan sumber dan produktivitas. Masters - yang menjadi managing director di JPMorgan pada usia 28 sebelum menjadi pemimpin komoditas global - bukan tanpa kontroversi di bidang keuangan. Dia secara luas dikreditkan dengan menciptakan kendaraan derivatif kredit yang dikenal sebagai credit default swap, yang telah diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa kendaraan investasi yang bertanggung jawab atas kehancuran ekonomi global 2008. Ciptaannya telah dijelaskan di media sebagai senjata keuangan pemusnah massal. . Namun, tidak dapat disangkal bahwa Masters adalah seorang ahli di bidang keuangan dan komoditas, dan dengan peran barunya sebagai CEO dari Digital Asset Holdings , yang mengembangkan solusi blockchain untuk layanan keuangan, ada beberapa orang yang lebih berkualitas untuk berbicara tentang aplikasi dan adopsi blockchain dalam industri komoditas. “Rantai pasokan terkenal rumit dan tidak efisien,” kata Masters dalam pidatonya di London. "Ini terutama benar dalam industri logam dan pertambangan di mana banyak praktik operasional dan komersial tetap tidak efisien dan kuno, yang mengarah ke kelalaian data kritis, kerentanan keamanan, biaya, korupsi, dan sumber yang tidak etis." Blockchain memiliki peran revolusioner yang potensial untuk dimainkan dalam pelacakan rantai pasokan barang di semua industri mulai dari makanan dan pakaian hingga komoditas seperti emas, berlian, minyak, dan lainnya, Masters mengingatkan 2.000 investor, pialang, produsen logam, dan pembeli ini di Makan malam LME, menyoroti kemungkinan penggunaan kasus penambangan, pengiriman, dan perdagangan logam. "Blockchain memfasilitasi pertukaran dokumen perdagangan penting, bill of lading, letter of credit antara pengguna yang terhubung secara aman dan rahasia," katanya. "Jelas indikasi untuk pertambangan logam, pengiriman, penyimpanan, dan industri logistik tidak sepele." Banyak proyek yang sudah berjalan di sektor dengan komoditas raksasa Swiss, Mercuria, menguji blockchain sebagai metode pelacakan rantai pasokan untuk minyak mentah . Mercuria adalah salah satu pedagang komoditas terbesar di dunia, dan CEO telah menyatakan bahwa blockchain dapat memangkas biaya industri minyak hingga 30 persen . Sementara itu, Agora Commodities telah bermitra dengan DigitalTangible , platform perdagangan logam mulia bitcoin pertama di dunia, untuk memungkinkan investor dan pedagang untuk membeli dan menjual logam berzinah dengan token yang dapat diverifikasi di blockchain. Read the full article
Ekonomi Indonesia Tetap Stabil Tahun Ini
Inanews – Di tengah ketidakpastian ekonomi, World Bank atau Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun ini akan tetap stabil di kisaran 5,2%. Proyeksi ini tidak berubah dari proyeksi terakhir yang dirilis World Bank pada Juni 2018. Dalam laporan ekonomi kuartalan yang dirilis, Kamis (20/9), pertumbuhan ekonomi tahun ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Chief Economies World Bank Frederico Gil Sander mengatakan, permintaan domestik diperkirakan berlanjut sebagai motor pertumbuhan ke depannya. "Akselerasi kecil di dalam konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tetap berlanjut seiring dengan inflasi yang stabil, kuatnya pasar tenaga kerja dan rendah suku bunga kredit di dalam negeri," ungkap Gil, Kamis (20/09/2018). Selain itu, konsumsi pemerintah diperkirakan tetap kuat dengan pertumbuhan penerimaan yang mampu menciptakan ruang untuk konsolidasi fiskal dan tambahan belanja. "Pertumbuhan investasi tetap kuat seiring dengan momentum investasi di sektor publik dan pertambangan dan bahkan ke depannya dengan berkurangnya ketidakpastian politik pasca Pilkada," ungkap Gil. Sementara itu, World Bank melihat defisit transaksi berjalan Indonesia dapat mencapai 2,4% pada tahun ini. Menurut Gil, defisit transaksi berjalan tidak selamanya buruk. Dalam konteks Indonesia, defisit transaksi berjalan lebih disebabkan oleh dua hal. Pertama, peningkatan harga minyak mentah. Kedua, peningkatan pertumbuhan impor bahan modal bagi kebutuhan investasi. Faktor kedua, kata Gil, bukan sesuatu hal yang buruk karena Indonesia butuh pembangunan infrastruktur. Gap infrastruktur Indonesia cukup besar yakni US$1.5 triliun. "Saat ini mungkin akan mengarah ke defisit transaksi berjalan, tetapi ke depannya ini akan meningkatkan kapasitas produksi ekonomi sehingga Indonesia bisa lebih banyak melakukan ekspor dan memproduksi barang sendiri hingga mengurangi impor," ujar Gil. Menurutnya, kondisi defisit transaksi berjalan ini harus dilihat secara menyeluruh ke depannya. Read the full article
Ekonomi Indonesia Tetap Stabil Tahun Ini
Inanews – Di tengah ketidakpastian ekonomi, World Bank atau Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun ini akan tetap stabil di kisaran 5,2%. Proyeksi ini tidak berubah dari proyeksi terakhir yang dirilis World Bank pada Juni 2018. Dalam laporan ekonomi kuartalan yang dirilis, Kamis (20/9), pertumbuhan ekonomi tahun ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Chief Economies World Bank Frederico Gil Sander mengatakan, permintaan domestik diperkirakan berlanjut sebagai motor pertumbuhan ke depannya. "Akselerasi kecil di dalam konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tetap berlanjut seiring dengan inflasi yang stabil, kuatnya pasar tenaga kerja dan rendah suku bunga kredit di dalam negeri," ungkap Gil, Kamis (20/09/2018). Selain itu, konsumsi pemerintah diperkirakan tetap kuat dengan pertumbuhan penerimaan yang mampu menciptakan ruang untuk konsolidasi fiskal dan tambahan belanja. "Pertumbuhan investasi tetap kuat seiring dengan momentum investasi di sektor publik dan pertambangan dan bahkan ke depannya dengan berkurangnya ketidakpastian politik pasca Pilkada," ungkap Gil. Sementara itu, World Bank melihat defisit transaksi berjalan Indonesia dapat mencapai 2,4% pada tahun ini. Menurut Gil, defisit transaksi berjalan tidak selamanya buruk. Dalam konteks Indonesia, defisit transaksi berjalan lebih disebabkan oleh dua hal. Pertama, peningkatan harga minyak mentah. Kedua, peningkatan pertumbuhan impor bahan modal bagi kebutuhan investasi. Faktor kedua, kata Gil, bukan sesuatu hal yang buruk karena Indonesia butuh pembangunan infrastruktur. Gap infrastruktur Indonesia cukup besar yakni US$1.5 triliun. "Saat ini mungkin akan mengarah ke defisit transaksi berjalan, tetapi ke depannya ini akan meningkatkan kapasitas produksi ekonomi sehingga Indonesia bisa lebih banyak melakukan ekspor dan memproduksi barang sendiri hingga mengurangi impor," ujar Gil. Menurutnya, kondisi defisit transaksi berjalan ini harus dilihat secara menyeluruh ke depannya. Read the full article
WEF: Cabaran komuniti ASEAN hadapi Revolusi Perindustrian 4.0
Inanews - Kebelakangan ini, tempias Revolusi Perindustrian ke-4 (Industri 4.0) amat ketara dirasai oleh sumber manusia dan organisasi. Menyedari impak dan kesan kepada daya saing organisasi, Forum Ekonomi Dunia mengenai ASEAN 2018 (WEF ASEAN) yang membuka tirai di Hanoi memfokuskan kepada wacana Industri 4.0 ini. Persidangan tiga hari yang berlangsung di di Pusat Konvensyen Nasional (National Convention Centre) anjuran WEF dan Kerajaan Vietnam membincangkan pembangunan sumber manusia menjadi tumpuan utama organisasi dalam menangani perubahan persekitaran. Antara persoalan yang dibangkitkan termasuk keselamatan kerjaya individu terjamin? Adakah khidmat mereka masih diperlukan oleh organisasi pada masa hadapan? Mungkingkah kontrak kerja mereka akan disambung? Adakah kemahiran semasa mereka mencukupi untuk mendepani masa hadapan? Menurut pengasas dan pengerusi, Forum Ekonomi Dunia, Klaus Schwab, potensi Industri 4.0 cukup besar untuk menyediakan peluang pekerjaan dalam ekosistem keusahawanan. "Saya amat optimistik, peluang pekerjaan baharu akan muncul dengan sokongan dari kerajaan dalam memperkasa infrastruktur teknologi maklumat. Saya menyimpan harapan yang besar dari Kerajaan Vietnam sebagai negara penganjur tahun ini untuk memainkan peranan penting dalam memupuk dan mengembangkan potensi Industri 4.0 untuk berjaya dalam menyediakan peluang pekerjaan," kata Schwab, dalam sidang media di sini hari ini. Perubahan yang berlaku akibat fenomena Industri 4.0 memerlukan sumber manusia berpengetahuan dan berkemahiran tinggi agar daya saing dapat diperkasakan. Fenomena Industri 4.0 turut menimbulkan ketidakpastian dalam sesetengah organisasi berhubung peluang pekerjaan dan merubah struktru organisasi. "Sumber manusia adalah pelapis yang mewarisi sesebuah organisasi. Sumber manusia adalah nadi kepada Industri 4.0. Forum Ekonomi Dunia telah menubuhkan sebuah unit ICT di San Francisco, Amerika Syarikat, untuk memantau aktiviti-aktiviti Industri 4.0 di peringkat global," tambah Schwab. "Saya yakin sumber manusia akan dinaik taraf ke peringkat yang lebih signifikan. Industri 4.0 ialah pencetus kemanusiaan dalam mengimbangi ekosistem ICT termasuk sifat empati, contohynya," kata Schwab. Forum tiga hari ini menyaksikan penyertaan dari 1,000 delegasi antarabangsa yang terdiri dari pemangkin ICT dari segenap rantau Asia dan Asia Barat. Malaysia diwakili oleh Menteri Ekonomi, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali, Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri Malaysia, Darell Leiking dan Menteri Belia dan Sukan, Syed Saddiq Abdul Rahman. Delegasi Malaysia turut disertai Pengerusi CIMB Group, Datuk Seri Nazir Razak dan Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes. Indonesia yang merupakan delegasi terbesar ke Forum Ekonomi Asean edisi ke-27 ini yang diketuai Presidennya, Joko Widodo. Presiden Jokowi dijangka tiba hari ini dalam rangka kerja dua hari bakal memfokuskan kepada pembangunan bilateral dan kerjasama ekonomi dengan negara serantau di persidangan ini. Read the full article