- Perbincangan di Suatu Pagi- . A : “apa kamu akan baik-baik saja setelah ini?” . B: “hei, aku sangat baik baik saja. jadi kamu meragukanku?”, katanya sambil tertawa kecil. . A: “tidak… Aku hanya sedikit mengkhawatirkanmu.” . B: “tenang, semua orang berhak mempunyai cara tersendiri untuk menyembuhkan dirinya sendiri.. Termasuk aku.” . A: “dengan luka sebanyak itu? lalu bagaimana caramu bisa sembuh tanpa terlihat sakit sedikitpun?” . B: “karena aku masih punya Allah yg Maha Menyembuhkan. awalnya pasti sakit sekali, namanya juga tergores luka. namun aku memilih menikmati setiap luka itu. sampai luka itu pada akhirnya lelah mengikutiku. self limiting disease, time is healing. hingga aku sembuh dengan sendirinya tanpa harus bersusah payah menyembuhkan. memaafkan dengan mudah tanpa harus membenci apapun, memetik setiap hikmah dengan akal sehat, menghadapi dengan tenang jika menemukan luka yang sama, lalu menjadi lebih kuat dari sebelumnya. percaya saja sahabatku, RencanaNya akan selalu jadi yang terbaik.” . B: “dan dia…”, sambil menunjuk ke arah langit, “sudah melakukannya untukku.”, katanya sembari tersenyum santai. . . #ElegiLangit #selfreminder https://www.instagram.com/p/BqUZygLHxx-rqjQ4xVkHhQ6ugeKzbyiN4U61RI0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1b80f84jn1ab1














