Semua jalan di kota ini punya petunjuk arahnya, entah itu google maps, plang jalan atau dari jawaban orang-orang tempat kita bertanya. Semua rambu sudah sangat jelas terbaca. Hampir tidak mungkin kita tersesat kecuali jika kita tidak bisa membaca atau kita adalah seorang yang bisu dan buta. . . Sayangnya ada satu jalan yang tak punya penunjuk arah. Kita cuma diberi bekal akal dan sedikit intuisi. Dari semua orang tempat kita bertanya tak ada yang benar-benar memastikan arahnya. Terkadang beberapa meminta kita untuk terus berjalan, barangkali diujung sana akan ada penunjuk arah. Setelah sampai di ujung jalan ternyata tak juga ada penunjuk arah itu, melainkan yang kita hadapi adalah persimpangan. Lagi-lagi kita hanya menggunakan intuisi untuk memilih jalur mana yang kita tempuh. . Begitulah jalan hidup. Tak ada di google maps, apalagi tertera di plang jalan. Kita tak pernah bisa memprediksi jalan apa yang akan kita lalui di depan sana. Tak ada satupun petunjuk. Jalannya bisa jadi berliku, berputar, bahkan terjal dan curam. Tak usah terburu-buru, jalanlah pelan-pelan agar tidak terperosok. Pelajari dulu topografi alamnya lalu jika mampu kau lewati lanjutkanlah perjalananmu. Jika tidak bisa, berputarlah mungkin disebelah sana ada jalan yang bisa kau lewati. . . Sering kita mengomel dan berburuk sangka pada Tuhan, kenapa Dia membiarkan kita tersesat dilingkungan asing dan tidak nyaman ini? kenapa kita tidak diberi kompas dan peta jika Dia menghendaki kita sampai tujuan dengan selamat? Ah Tuhan kenapa sulit sekali memahami caraMu mendidik kami? . . Tetapi kita lupa bahwa Tuhan adalah sebaik-baik pendidik. Kita diberi akal untuk berpikir, untuk mencari tahu dan akhirnya bisa menentukan arah yang mana yang paling baik untuk kita lalui. Jika belum lagi kita ketahui bersabarlah dan membacalah lebih banyak lagi.Mungkin kita masih kekurangan ilmu. Sebab semua yang ada di alam ini sudah disiapkan Tuhan sebagai petunjuk arah. Benar begitu kan? . Selamat meng-arahkan langkahmu, dan jangan lupa perjalanan ini bukan tentang siapa yang paling cepat sampai tujuan, tetapi siapa yang paling bermanfaat dan mengambil pelajaran dalam perjalanannya. . #ElmiahSelfReminder #PassionWriter (di Jogja Malioboro)