Saat Selera
Alis-nya terangkat sebelah, ku tertawa dan berkata ini enak dan kemudian Dia hanya bergumam "yayayayaya"
Setengah jam ku nikmati makanan ku, dan makan lagi dan lagi kentang goreng itu di salah satu resto cepat saji. Dia hanya menyeruput kopi yg td Dia beli di warung kopi, Dia kemudian berkata lagi, kurang-kurangi kebiasaan makanan kek gituan dan merengek kelaparan lagi.
Aku terseyum sinis, giliran ku berguman "yayayayaa"
Hari ini hari sabtu, kita akan berkunjung k dapur luar biasa, epic dapur seperti dapur dapur impian setiap wanita... Oh mungkin hanya aku, wanita yg tak suka masak, dapur luas tersambung dgn halaman samping, lengkap dgn dua kompor dan oven, ku bisa melihat berbagai macam jenis pisau, tertata rapih berbagai macam sayuran hijau di kulkas pojok.
Ku biasa duduk d samping pohon cemara sambil ngopi menunggu Dia berkreasi. Dia tidak seperti lelaki lain Dia sangat rewel dgn makanan, harus hijau, sehat tujuannya mungkin. Aku selalu mengolok-ngoloknya tentang healty life style, bagaimana Dia mempunyai double standard antara makan makanan sehat dan rokoknya.
Tapi Di jarang merokok depan ku, ku tak bertanya alasannya dan Dia pun tak pernah menjelaskan jd aku tak punya alasan kuat untuk berkomentar sarcas tentang hal itu.
"oaalaaaah jadi" Dia kemudian menganti backsound d hand phone nya menjadi lagu dgn music upbeat... Kudatangi meja depan halaman, ada lima macam makanan, hanya hijau, merah, kuning,
"makan!"
"kenyang... Kan td udh makan sampah."
"ya, lagi" paksa nya
Ku mulai memperhatikan mereka melambai lambai, hangat, dan aku mulai mual.
"da da da, owh owh" alis-nya terangkat lagi.
Wait, mungkin...












