DOM.
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States

seen from India
seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from China
seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from China
seen from Türkiye

seen from India
seen from United States
seen from Germany
seen from Chile

seen from Australia
seen from China

seen from Türkiye

seen from Italy
seen from United States
DOM.
Erstes Konzert 2015 - lang is her #erstesmal https://www.instagram.com/p/CM4HLp1l4tE/?igshid=fty6ab4yv925
HALLOWELT.
FREIZEITGESTALTUNG.
#schoenesachenmachen #erstesmal #runningsushiforlotti #foodtube #igersvienna #wienstagram (at Millennium City)
Day 65 of #elternzeit: #waschtag mit @ollie_on_tour. Einmal alles in Farbe und bunt. Jetzt war ich auch mal im Waschsalon und habe eine 14 kg Maschine benutzt. Es gibt für alles ein #erstesmal (hier: Rostock, Germany)
Thunder part 1
Hallo Liebe Freunden...
Seminggu kemarin aku mengalami hal-hal berat yang sebelumnya tidak pernah terduga akan mengalami hal ini. Jadi baru semoet nulis tumblr lagi. Mau tau ceritanya? So, los geht....
Selasa, 16 Januari 2018
For the first time in forever aku naik pesawat dan pergi jauh (literary jauh banget) sampe butuh waktu 19 jam buat terbang, sendirian pula. Maksutnya tanpa bareng ortu, temen, atau sodara. It was the greatest of my life... bayangan aku pada hari itu adalah.... finally I’m coming to my Traumland... yeay... I’m going to Germany, thank God, after all this time. This has been always my dream.
Pas di bandara juga aku excited banget, ketemu banyak orang yang mau pergi ke berbagai penjuru dunia. Waktu di dalem pesawat aku celingak-celinguk sendiri karena emang bener-bener sejauh mata memandang ga ada orang yang dikenal. Terus aku dapet duduk disebelah bapak-bapak yang mau pergi umroh. Dan ternyata si bapak ini adalah ketua rombongan umrohnya. Selama perjalanan si bapak ngajak ngobrol... nanya-nanya nama, asal, mau kemana, lala yeye lah pokoknya. Terus si bapak akhirnya ngasih nasehat, katanya kalau udah sukses di negara orang jangan lupa sama negara sendiri. Harus segera balik ke kampung halaman dan berbagi ilmu. Karena emang negara kita masih jauh banget dari kata negara maju. Jadi intinya mah.. jangan mau sukses sendiri doang. Harus sukses bareng-bareng dan berbagi ilmu serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. #asik
Rabu, 17 Januari 2018
06.00 waktu Istanbul....... I’m arrived in Turkey!!! Cuma buat transit doang sih sebetulnya hehe... tapi mayan lah yaa seengaknya pernah menginjakkan kaki di Istanbul meskipun cuma transit 3 jam. Sayangnya aku telat tau informasi kalau Maskapai Turkish Airlines ternyata menyediakan “City Tour”. Apa itu “City Tour”? Selama transit kita ga mesti nunggu di dalem bandara. kita bisa jalan-jalan keliling kota dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Buat “City Tour” ini, kita cuma perlu nambah biaya sekitar Rp500.000 buat jalan-jalan selama 7-9 jam. Yep sayangnya aku ga ikut “City Tour karena aku beli tiket pesawat yang waktu transitnya cuma 3 jam.
10.30 waktu Jerman..... OMG ya Allah.. finally sampai di negara yang selama ini aku impikan. Tau ga begitu pesawat mendarat di Frankfurt Airport, apa yang aku lakukan? Nangis sambil ngucapin dzikir karena akhirnya Allah mengabulkan doaku untuk bisa pergi ke Kampun Halman Hitler. Apa yang selama ini aku lihat dibuku pelajaran bahasa jerman, sekarang aku bisa liat dengan mata kepala sendiri dan bisa langsung menghirup udara di sini yang beda banget sama Indonesia. Dan of course kesan pertama aku tentang Jerman adalah DINGIN. Karena aku dateng pas winter. Di bandara Frankfurt aku disambut sama Didem (adenya Gastmutter). Didem ngajak makan MCD di bandara sambil nunggu aku dijemput sama Meltem (Gastmutter).
15.30 waktu Jerman.... akhirnya Meltem datang dan memberi sambutan hangat. Doi meluk dan nyium aku berkali-kali dan ngasih parsel yang isinya alat-alat mandi dan makanan. Bangeur pisan lah pokoknya mah. Terus langsung lah kita cus ke rumah Meltem. Sepanjang perjalanan dia cerita banyak tentang keluarganya dan kita bikin beberapa perjanjian.
Begitu sampai di rumah Meltem, kesan pertama aku adalah WOW, WOW, WOW!! Rumahnya gede banget dan mobilnya juga banyak. Padahal yang tinggal disitu cuma Meltem, Engin (Suaminya), sama dua anaknya yang masih kecil (Altan dan Taylan).
Kamis, 18 Januari 2018
The new day has begin... aku masih meraba-raba apa yang biasa keluarga ini lakukan dari pagi-malem.
Jumat, 19 Januari 2018
Meltem bilang kalau hari ini sampai selasa dia ga akan pulang ke rumah karena ada beberapa kerjaan yang perlu diselesaikan. Jadi aku disuruh jaga anaknya baik-baik dan kenalan lebih banyak sama Engin.
Begitu Meltem pergi, Engin ngajak aku ngobrol. Taukah kalian apa yang kita obrolin? Engin ngebongkar semuanya.... Engin cerita kalau ternyata keadaan keluarga mereka tuh sedang tidak baik-baik aja. Bahkan Engin lagi ngurus surat cerai sama Meltem. T_T Oh Gott!!! Akhirnya demi kebaikan aku kedepannya, Engin nyuruh aku buat nyari keluarga baru.
Hari itu juga aku langsung nyari keluarga baru, dan akhirnya dapet satu dari temen. Langsung lah aku bilang ke Engin kalo ada keluarga di Dormagen yang lagi butuh Aupair. Hari itu juga dong aku disuruh perginya T_T. Kebayang ga sih? Aku udah kenalan sama keluarga ini selama 4 bulan ke belakang, yang dari awal udah bikin kontrak kalau selama tahun 2018 ini aku jadi bagian dari keluarga mereka. Tapi ternyata....... baru 1,5 hari tinggal di rumah mereka, langsung disuruh pergi T_T. Betapa hancurnya hati ini.
To Be Continued......
Komm verpiss dich und komm bitte nie wieder zurück. Aber da ich nicht so bin kriegst du noch ein Stückchen Glück. Andere bezeichnen mich deshalb schon als verrückt. Sie würden sagen, warum bist immer noch so gut zu ihr? Doch sie spielt immer noch in meinem Herzen das Klavier. Die schönste Melodie die jemals hörte. Vielleicht, war das auch der Grund, warum ich dir gehörte. Es vergeht kein Tag an dem ich nicht an dich denke. Doch es ändert nicht, daran, dass ich mich von dir abwende. In der Hoffnung, dass ich irgendwann kein Gedanken mehr an dich verschwende. Ich hatte dich mehr geliebt als mein eigenes Leben, doch ein uns wird es wohl niemals geben.
Me