Masa lalu
Mungkin tak ada lagi kisah yang berliku.
Tak terdengar lagi riuhnya senyum dan tawa itu.
Kala itu cukup kau dan aku
Dan dedaunan mengiringi setiap langkah jalanku.
Seberapa lekatnya bahagia hari demi hariku.
Tentangmu, dan tentang rasaku.
Kepastian yang telah kau janjikan
Dan aku yang mulai percaya..
Semua itu, hanya masa lalu.
Hambar memang kini, namun ada secercah harap lagi.
Untuk bersama dengan masa depan.
Bukan lagi membuka lembar layu.
Tapi kertas putih lagi, seiring waktu dan penyejuk hati datang lagi.
Cukup, dan cukup tak usah datang lagi
Mimpiku yang baru telah ku mulai.
Merayu membawa bias permata kedalam nyataku.















