An Etle eating a cabbage and a Pilk-ling eating a donut 🥬🍩
Just the two of them eating their food like no big deal :3c

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#tim drake#batfamily#dc fanart#batfam#dick grayson

seen from Chile
seen from China
seen from Germany
seen from Bulgaria
seen from Chile
seen from Lithuania
seen from China
seen from Malaysia
seen from China
seen from Yemen
seen from Germany

seen from France
seen from United Kingdom
seen from Maldives

seen from France

seen from Chile

seen from United States
seen from Philippines
seen from Germany
seen from United Kingdom
An Etle eating a cabbage and a Pilk-ling eating a donut 🥬🍩
Just the two of them eating their food like no big deal :3c
Tilang ETLE Kini Pakai Face Recognition, Terintegrasi Data Dukcapil
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Korlantas Polri membawa lompatan baru dalam penegakan hukum lalu lintas. Sistem tilang elektronik atau ETLE kini dilengkapi teknologi pengenalan wajah—Face Recognition—yang terhubung langsung dengan basis data kependudukan Dukcapil. Inovasi ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan perubahan mendasar dalam cara negara mengidentifikasi pelanggar lalu lintas di era…
SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo mencatat tingginya angka pelanggaran pengendara yang tidak menggunakan helm dalam operasi t
SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo mencatat tingginya angka pelanggaran pengendara yang tidak menggunakan helm dalam operasi tilang elektronik terbaru.
Dari ribuan pelanggar yang terjaring, tidak mengenakan pelindung kepala menjadi jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan oleh petugas di lapangan.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan, sejak diberlakukannya sistem ETLE Handheld pada 27 April lalu, tercatat sebanyak 1.073 pelanggar terjaring melalui perangkat digital tersebut.
Secara total, penindakan elektronik di Sidoarjo mencapai 4.500 pelanggaran, di mana mayoritas didominasi oleh pengendara roda dua yang abai terhadap penggunaan helm.
”Banyak sekali pelanggar yang tertangkap kamera (tercapture) karena tidak menggunakan helm. Kami sangat mengimbau kepada seluruh pengendara, khususnya roda dua, agar selalu menggunakan helm, baik yang mengemudi maupun yang dibonceng,” kata AKP Yudhi, Rabu sore (6/5).
MENJELANG berakhirnya Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah mencatat puluhan ribu pelanggaran lalu lintas dalam 12 hari pelaksan
MENJELANG berakhirnya Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah mencatat puluhan ribu pelanggaran lalu lintas dalam 12 hari pelaksanaan. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa sejak 2 hingga 13 Februari, total 51.736 perkara pelanggaran telah ditindak.
Penindakan melalui sistem ETLE mendominasi dengan 27.115 perkara, sementara 30.045 pengendara diberikan teguran simpatik. Pelanggaran didominasi pengendara roda dua sebanyak 19.862 kasus.
Jenis pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm SNI (10.245 kasus), melawan arus, pengendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Pada kendaraan roda empat, tercatat 1.829 pelanggaran, mayoritas karena tidak menggunakan sabuk keselamatan dan penyalahgunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang.
MENJELANG berakhirnya Operasi Zebra Candi 2025 pada Minggu (30/11/2025), Polda Jawa Tengah mencatat 44.686 pelanggaran lalu lintas selama 13
MENJELANG berakhirnya Operasi Zebra Candi 2025 pada Minggu (30/11/2025), Polda Jawa Tengah mencatat 44.686 pelanggaran lalu lintas selama 13 hari pelaksanaan operasi.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan, dari total pelanggaran tersebut, 12.027 pengendara dikenai tilang—7.015 melalui ETLE dan 5.012 tilang manual—sementara 32.659 lainnya mendapat teguran.
Pelanggaran paling banyak dilakukan pengendara roda dua dengan total 11.128 kasus. Jenis pelanggaran yang dominan adalah tidak memakai helm SNI (7.609 kasus), knalpot brong (1.046), dan melawan arus (1.044).
Untuk kendaraan roda empat, terdapat 899 pelanggaran, terutama tidak menggunakan sabuk keselamatan (557 kasus).
Kelompok usia produktif Polda Jateng juga mengungkapkan bahwa 77% penerima tilang adalah warga usia 16–35 tahun, kelompok usia produktif yang paling banyak beraktivitas di jalan.
POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai Operasi Zebra Progo 2025 pada Senin (17/11). Operasi yang berlangsung hingga 30 November ini
POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai Operasi Zebra Progo 2025 pada Senin (17/11). Operasi yang berlangsung hingga 30 November ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Halaman Mapolda DIY untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung.
Kapolda DIY mengatakan apel tersebut menjadi pengecekan akhir agar pelaksanaan operasi dapat berjalan maksimal. Operasi Zebra merupakan kegiatan Harkamtibmas bidang lalu lintas yang digelar serentak secara nasional, dengan mengutamakan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum melalui tilang manual, ETLE, dan teguran simpatik.
“Seluruh upaya ini untuk mewujudkan ketertiban serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Operasi Zebra Progo 2025 menyasar beragam pelanggaran, antara lain pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengendara tanpa helm SNI atau sabuk keselamatan, serta pelanggaran melawan arus. Penindakan juga diberikan kepada pengendara yang melebihi batas kecepatan, berkendara dalam pengaruh alkohol, dan menggunakan ponsel saat mengemudi.
POLDA Jawa Tengah siap mengimplementasikan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional Presisi, sistem tilang elektronik yang menjadi
POLDA Jawa Tengah siap mengimplementasikan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional Presisi, sistem tilang elektronik yang menjadi bagian dari transformasi digital Polri di bidang lalu lintas.
Hal itu disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat konferensi pers di Ditlantas Polda Jateng, Selasa (21/10). Ia didampingi Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman dan Dirlantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra.
Menurut Kakorlantas, penerapan ETLE bukan sekadar digitalisasi, tetapi perubahan budaya kerja menuju penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.
“Transformasi ini bukan hanya sistem, tapi juga kultur. Polantas tidak boleh punya musuh. Bahkan pelanggar pun harus kita rangkul,” ujarnya.
Ia menyebut, 95 persen penindakan pelanggaran akan dilakukan melalui ETLE, sementara sisanya secara manual. Sistem ini diharapkan mengurangi potensi penyimpangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda DIY mencatat telah menindak 356 pelanggaran lalu lintas selama delapan hari pelaksanaan Operasi Patuh Progo 202
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda DIY mencatat telah menindak 356 pelanggaran lalu lintas selama delapan hari pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2025. Pelanggaran itu didominasi oleh penindakan tilang manual sebanyak 233 kasus, sementara ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sebanyak 123 kasus.
"Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan yaitu STNK mati pajak, tidak membawa SIM, dan tidak memakai helm," kata Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol. Yuswanto Ardi, Selasa (22/7).
Angka pelanggaran itu, ujarnya menunjukkan perlunya edukasi dan penertiban berkelanjutan demi menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di DIY.
Untuk itu Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, mengimbau masyarakat agar selalu memprioritaskan keselamatan berlalu lintas.