Prabowo Soal Freeport 'Etok-etok', Inalum Tak Bergeming
Mantapps.com - Isu seputar PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali bergeming. Hal ini lantaran calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menyebut keberhasilan itu sebagai 'pura-pura' dalam debat capres putaran keempat pekan lalu. Dikutip Mantapps dari detik, pasalnya, ia melihat laporan saham Freeport justru memberikan manfaat kepada Amerika Serikat (AS) sebesar 81%. Oleh karena itu, Prabowo menyebut akuisisi ini 'etok-etok'. "51% saham itu mungkin ya agak etok-etok (bahasa Jawa artinya pura-pura) Pak. Itu laporan dia, New York Stock Exchange," ungkap Prabowo. Head of Corporate Communication Inalum Rendi Witular memberi penjelasan lengkap terkait hal ini. Dia menjelaskan, manfaat 81% ini terkait dengan participation interest (PI) Rio Tinto sampai tahun 2022. Participation Agreement Rio Tinto- Freeport McMoRan (FCX) ditandatangani tahun 1996 dan akan berakhir di 2022. Dia menjelaskan, Inalum sendiri membeli PI Rio Tinto yang dikonversi menjadi saham di PTFI. Sementara, hak dan kewajiban PI Rio Tinto yang sudah dibeli Inalum tetap melekat hingga kontrak mereka dengan Freeport berakhir di 2022. Meski demikian, itu tak membuat Indonesia rugi. Rendi bilang, Inalum justru mendapatkan keuntungan dari PI karena diproyeksikan ada produksi yang melampaui batas antara 2019 dan 2022. Secara dividen, memang akan kecil karena dividen PTFI akan turun drastis antara 2019 hingga 2021 akibat dari peralihan tambang terbuka ke tambang bawah tanah. Dia menjelaskan, Freeport McMoRan akan mendapat 81,28% dividen PTFI hingga 2022. Tapi, Inalum mendapatkan hak 40% dari produksi. Contributor: Mantapps Read the full article












