Sampaikan Rinduku (exgend)
Suatu kebanggaan dapat bertemu dengan kalian. Bagiku adalah suatu kebahagian dapat mengenal kandidat terbaik bangsa yang Hebat. Dari pertemuan yang singkat serasa menjadi keluarga. Berbeda suku, bahasa dan sosialita yang menjadi pemanis. Bukan lagi kongres atau panitia kemerdekaan bangsa ini, melainkan kita adalah penerus bangsa.
Perjumpaan di hiruk pikuk dan kejamnya ibukota itu, membuat aku enggan melupakanmu. Berjanji akan bersatu seikat dalam kerasnya tempaan bangku kuliah. Semoga kita selelu mengingat bagaimana indahnya pertemuan kita. Kita adalah sayap sayap sang garuda!
Extender yang tak tahu arah, dan siap tersesat dalam gemerlapnya ibukota. Ibukota bagai kami adalah Hutan Rimba pada saat itu. Tak ada arah dan tujuan jelas kemana kami akan mencari hiburan. Tetapi disaat itu kami malah menemukan canda tawa hebat layaknya badai di musim penghujan.
Joni sang anak pantai, jauh dari pulau yang aku tak tahu dimana. Harus butuh penjelasan atau kelas tambahan untuk mengetahui pulaunya. Persetan dengan geografi, karna tak butuh logika untuk berkawan hebat. Argi anak gajah. Begitu kami menyebutnya karna asalnya. Begitu pula dengan sikap yang ramah dan selalu menjadi tameng terdepan saat diperlukan. Bangga aku mengenalmu Gajah! Aku akan malu untuk beberapa bulan kedepan. Karna kelak aku akan memanggilmu Pak Haji. Semoga engkau selalu mengingatku dalam setiap doamu di tanah miik tuhan itu. Wintara dan mia, sepasang kekasih yang kini sedang dimabuk asmara. Banyak persamaan diaantaranya. Semoga bukan menjadi rumus persamaan dalam matematika yang masih memerlukan perhitungan untuk dapat bersatu. Ingatlah karna cinta tak bisa dilogikakan dan tak ada logika yang dapat mengatur rumus cinta. tanah banjar bangga dengan joel , riska dan Julia. Komplotan yang erat. Lae joel, ituah kami memanggilnya. Darah batak tanah pejuang yang selalu tersirat jelas dalam raut parasnya. Semoga engkau selalu berjuang lae, seperti kokohnya mariam tomong dan jendral nagabonar yang tersohor itu. Riska,perempuan tegas yang selalu MERDEKA! Dengan semboyan Viva Justicia yang erat dipundaknya. Pejuang pemikir dan pemikir pejuang, dan semoga engkau tidak ikir piker dalam berjuang. Bu dokter Julia yang kini seharusnya kita memanggilnya. Sang dokter ini mendahului kita untuk lulus di garda terdepan. kami pula bertemu dengan Laskar Pelangi, Risky dan tari. Berasal dari pulau degan semangat juang layaknya ang pelangi sore yang indah , ceria dan menawan. Begitu pula dengan pribadi mereka. Tak Nampak sedikitpun kegelisahan yang terpancar. Semoga selalu jadi penyejuk di keluarga ini. calon pakar telematika pun hadir dikeluarga kami, Robbi. yang selalu terdengar kabarnya via dunia maya dengan hebatnya mengembangkan program demi progam. Semoga kelak engkau menjadi pagar berduri bagi sang merah putih , agar terselamatkan dari amukan dunia fana yang merusak generasi penerus.
Aku bukanlah apa apa jika dibandingkan mereka. Aku hanya orang beruntung yang bisa mengenal mereka. Selaksa perasaan bercampur menjadi satu dalam kita. Satu masa revolusi bumi mengelilingi matahari kita berpisah. Semoga kelak kita akan Bertemu dengan cerita cerita sukses dan hebat yang akan kalian sampaikan padaku. Aku disini menunggu kalian. Doakan aku yang hanya cumin bisa berjuang untuk hidup dan menghidupi.
Sudah kukabarkan rasaku ini pada sang angin malam, berhembus berisik lembut pada kalian. Pasti kalian sudah terbuai dengan nyanyian sang rembulan dan tak mendengar bisikan angin malam. Kuteriakkan rasa rinduku padakalian di ombak samudra tapi pasti sang gunung tinggi menggangunya. Tapi tenang Sudah kutitipkan salamku pada sang pencipta lewat doa, agar kalian sukses dan selalu mengingatku. 07 juni 2016 ( 2 ramadhan 1437H) your sincerely















