Ekspedisi Cinta NKRI! (Di Kupang, kami diperkenalkan.)
Hari awal kami di Kupang juga tak akan kami lupakan dengan begitu saja, karna ada kisah dibalik itu. Kami memang berkumpul dari beberapa penjuru di Bumi kandung nusantara ini. Hari itu masih ku ingat wajah dan raut terkejut karna baru mengenal dan tahu wajah satu persatu tim yang sebelumnya kami hanya bertemu dengan sekedar berkirim pesan via jejaring social yang ada. Ada yang sama dan ada yang jauh dari Sampul foto akun media social itu. Maklum lah kami terkejut dan membutuhkan pembenaran atas tampak nyata dan maya di social media.hehehe
tak khayal kami malu malu dan segan untuk bersapa secara langsung di hari pertama ini.
Ada yang dating sehari sebelumnya dan ada yang datang di pas hari H. itu tanggal 6 oktober lalu kami buat kesepakatan. Ditanggal 6 aku datang dengan pasukan dari detasemen jawa timur. Sedangkan dari detasemen jawa barat datang lebih awal sampe disana untuk pemenuhan Pembekalan angkutan dan peralatan. Berangkat dari juanda karna menurut kami selain menghemat waktu juga mengamankan stamina untuk kita maksimalkan di medan tempur.
Kebetulan sekali di perjalanan ini aku tak sendiri, ada risma. Risma, bendahara anggota kami yang berasal dari UNPAD (Universitas Pak Dirman) Purwokerto yang acap kali kami menyebutnya. Hehehe. Yang sering kali cerewet untuk masalah uang, sampai sampai pernahnya aku ditelpon jam 2 pagi layaknya alarm tahajud hanya bertanya masalah uang kelompok. Edaaan. Ada lagi mas Galuh. Pak dokter acap kali ku panggil, karna profesinya menjadi pengemban tugas mulia mengobati manusia itu. Sebelumnya memang kami sempat bertemu di masa persiapan. Dan dia yang ku gonceng dari Surabaya menuju mojokerto tanpa helm dan tanpa jaket. Terkejut dia pasti kutulis dan kuingat ini. Apalagi kejadian itu jam 1 dini hari. Wkwkw mas malik, juga ikut dalam detasemen jawa timur ini. Kami anggap dia adalah abang kami, karna usianya yang kami anggap tak lagi muda lagi  tapi tetap ingin berkontribusi dalam acara ini. Jomblo sih gengs, ada yang mau?? Pengusaha juga kok..santailah dan tak lupa ponakanku sendiri, Aria bagaskara. Aak kami panggilnya, padahal dia peserta termuda di acara ini. Maklum masih kelas 2 SMA dan tega bolos untuk acara ini. Tak apalah, pamannya juga sering bolos di sekolahnya dulu. Tapi jangan niru kelakuan Pamanmu ya le.
Owh iya , sempat lupa aku dengan udin. Taruna perikanan ini berasal dari Lombok. Pihirudin nama aslinya, hitam manis seperti kecap bango, badan sixpack macam triplek tapi dia juga kuat fisiknya ketimbang lainnya.
Kami pun berangkat pagi dari Juanda. 2 jam perjalanan udara kami lalui untuk sampai di Kupang. Sampai di El tari (bandara di kupang,red) kami pun bertemu dengan InPlas dari Batak, Jesica simangunsong. Kenapa kami panggil inplas (Inang Plastik) inang yang artinya adalah ibuk, dan plastic selalu ada di otaknya untuk membawa pulang makanan waktu kondangan. Layaknya pendiam kami pertama jumpa, karna aslinya dia tukang usil di grup ini. Dia yang sering menelponku dulu sebelum berangkat karna minta surat untuk perijinan dia di lubuk pakam.
Setelah itu aku terkejut, tak hanya di jawa saja ada ojek online. Ternyata di Kupang tak mau kalah juga punya ojek online . âBeta Antarâ namanya, ojek online untuk daerah kupang. Kami menuju kecamatan naimata di kupang, karna tempat penampungan kami dekat dengan kantor camat itu. Komisariat GMNI Kupang, kami pun bersyukur ada yang mau menerima kami dengan tangan terbuka disana.
Bertemu dengan kawan kawan GMNI disana setelah aku sampai. Langsung duduk melingkarnya kami dan seperti pembicara ulung ku dibuatnya untuk berdiskusi atas bangsa ini. Walaupun juga aku tak seJago atau sehebat yang mereka kira, tapi aku tetap menghargai mereka. Keasyikannya kami mengobrol, sampai lupa waktu untuk berkenalan sendiri dengan timku sendiri. Wkwkw
Aku pun mulai ingat, ku perkenalkan diri ke anggota se tim. Untuk namanya mereka nanti aku kenalkan lah ya.. sambal jalan sekuel ini. hehehe
Arki, anak GMNI yang membatuku  mencari âotoâ (mobil pick Up atau angkot dalam Bahasa kupang) karna kami ingin jalan jalan disana. Singgah sebentar untuk mencari pantai terbaik di kupang. Dan kami dapatkan adalah pantai lasiana. Pantai yang sebenarnya cantik tapi kami datang disaat yang tidak tepat karna airnya lagi surut dan ternyata di pantai itu adalah water breaker, semacam pemecah ombak. Layaknya orang yang yang tidak pernah melihat pantai, kami pun langsung seolah olah mempersiapkan senjata dokumentasi masing masing untuk mengabadikan gambar disana.
Pantai lasiana, sebuah pantai yang dipinggirnya penuh dengan pohon kelapa dan lontar yang seakan akan tak ada habisnya mata memandang. Syahdu kurasa jika berdua dengan pasangan disana. Tapi apalah daya aku yang sendiri ini hanya bisa menikmatinya dengan kesendirianku. Tapi kurasa di pantai itu jika ada event music reggae atau music jazz cocok sekali untuk menarik perhatian wisatawan. Rindang dan sejuk pastinya disana.
Tak terasa senja mulai turun, kami pun bergegas pulang menuju tempat persinggahan kami untuk membahas rencana keberangkatan dan konsep acara. Kami pun pulang dengan rasa kagum yang tinggi atas lasiana, kupang dan pantainya.
Tuhan, terimakasih atas kesempatannya untuk terdampar di Kupang ini. Kurasa Indonesia ini adalah serpihan surgaMu yang jatuh ke Bumi.
Hari ini sampai disini dulu lah ya, kuceritakan besok lagi. Mau gimana lagi? Bapakku udah menyuruhku masukin motornya dan matikan lampu. Maklum lah anak kesayangan Bos besar, jadi harus nurut..:)
Aku berhutang memperkenalkan lagi kawan kawan se tim yang sungguh berkesan dan belajar banyak dari mereka.
#be continued







