Itinerary 5 hari 4 malam di Myanmar
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, seperti saya dalam berpergian, Ada 3 Kota, setidaknya yang wajib dikunjungi apabila bertandang ke myanmar. Ketiga kota itu adalah Yangon, Inle, dan Bagan. 5 hari 4 malam sudah lebih dari cukup untuk menjelajah ketiganya. Dengan cara backpacker yaitu tidak banyak singgah di penginapan dan tidur dibus malam, berikut itinerary perjalanan yang saya lakukan.
Saya tiba di bandara internasional Yangon pada siang hari. Kali ini, Kota yangon hanya akan dijadikan tempat pemberhentian sementara untuk menuju kota berikutnya.
Sehingga, dari bandara, saya menuju ke pusat kota yangon untuk menyewa penginapan dan sekedar menaruh barang serta bersih-bersih, lalu kemudian mencari makan disekitar wilayah hostel. Karena jadwal bus yang akan saya naiki untuk menuju kota berikutnya berangkat pada sore hari, maka sekitar 1 jam sebelum keberangkatan, saya sudah check out kembali dari penginapan dan pergi menuju terminal bus.
Setelah 10 jam perjalanan dari kota Yangon dengan menggunakan Bus, sampailah saya di Kota inle sebelum matahari terbit. Kota inle menawarkan wisata telusur danau, Danau Inle namanya. Danau ini merupakan salah satu danau terbesar di Myanmar. Dengan menyewa perahu boat beserta pengemudi yang bertugas menjadi tour guide, seharian penuh wisatawan bisa puas menjelajah kota ini melalui jalur air.
Perjalanan di Inle lebih menawarkan panorama keindahan danau inle itu sendiri yang berlatarkan pegunungan, serta melihat lebih dekat aktivitas warga disekitar danau termasuk industri kecil pembuat kerajinan tangan rumahan. Salah satu industri rumahan tersebut adalah tempat pembuatan kain tradisional inn shwe pyi. Uniknya, penenun wanita dari suku kayan padaung ini dikenal karena memiliki leher yang panjang (long neck women). Leher mereka yang panjang ini disanggah dengan menggunakan semacam cincin yang ditumpuk agar tetap bisa berdiri.
Selain industri kain tenun, terdapat juga pembuatan rokok linting. Rokok yang diproduksi merupakan rokok dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung nikotin. Rokok ini juga terdapat berbagai varian rasa manis, seperti coklat dan vanila. Di sepanjang perjalanan, saya juga disuguhkan dengan pemandangan pagoda-pagoda yang berada dipinggir danau, selain itu juga, saya berkesempatanmengintip floating garden, tempat tomat khas myanmar di produksi. Tidak lupa, atraksi nelayan di danau Inle juga akan mewarnai perjalanan. Nelayan di danau inle tidak hanya bisa menangkap ikan, tapi juga mahir beratraksi menggunakan perahu dan dayungnya. Dengan satu kaki, mereka berdiri di ujung perahu tanpa terjatuh. Sore hari, tur keliling danau selesai. Saya melanjutkan kembali perjalanan menuju kota berikutnya Bagan.
8 jam perjalanan ditempuh dari inle menuju bagan. Sebelum pagi, saya telah tiba di kota Bagan. Tempat penyewaan e-bike adalah hal pertama yang harus dicari. Dengan menyewa e-bike, wisatawan bisa puas menikmati Kota tua Bagan seharian, dari sebelum matahari terbit sampai sesudah matahari terbenam. Momen matahari terbit menjadi salah satu atraksi yang wajib dijajal apabila berkunjung ke kota ini. Ditambah panorama balon udara yang menghiasi langit, momen sunrise di bagan akan menjadi salah satu hal yang sulit terlupakan. Balon udara di Bagan beroperasi pada bulan-bulan tertentu yaitu sekitar bulan November-Maret, ketika suhu belum terlalu panas. Dengan e-bike, saya menikmati panorama balon udara di area Bagan Archeological Zone. Setelah puas menikmati matahari terbit, saya menjelajah beberapa pagoda dan candi yang terkenal di Bagan. Salah satunya ananda temple. Ananda temple merupakan candi terbesar kedua di Bagan. Setelah puas menjelajah Bagan sampai hari gelap, saya kembali menuju ke Kota yangon dengan menggunakan Bus malam
Pagi hari, saya sudah sampai kembali di kota yangon. Dihari ke empat ini, saya sengaja memanjakan diri saya dengan menginap dipenginapan dan menikmati kota Yangon lebih lama. Kali ini, saya menghabiskan waktu di kota yangon dengan berkeliling disekitar taman maha bandula. Taman ini berada di pusat kota Yangon. Posisinya berdekatan dengan beberapa gedung penting. Diantaranya city hall yangon yang berfungsi menjadi kantor pemerintah kota. Ada pula pagoda sule, yang merupakan salah satu pagoda yang wajib dikunjungi apabila singgah di Yangon. Menjauh sedikit dari pusat kota, Pagoda shwedagon hadir di kawasan singuttara hill, pagoda Shwedagon merupakan pagoda terbesar di Myanmar dan tertua di dunia. Bangunannya dilapisi dengan emas, menambah kesan megah pada tempat ibadah umat budha ini. Untuk menikmati pagoda shwedagon, disarankan pada waktu sore menjelang malam. Karena pada saat itu, pagoda shwedagon akan berada di titik tercantiknya.
Dengan menggunakan penerbangan pagi hari, saya kembali ke indonesia.