Dear Meira, Aku sudah terima balasan suratmu lewat tulisan kecil dalam blogmu. Terima kasih. Aku bahagia. Mungkin surat berikutnya akan berkisah tentang perjuangan kita. Sudah 2 tahun ini kita seakan menutup mata, bahwa di depan sana ada jurang terjal siap meruntuhkan pertahanan kita, kemudian kita jatuh, hancur dan entah bisa terbentuk kembali atau tidak. Lihat, senja sore ini. Ditempatku menguning tertutup awan kelabu, mungkin malam nanti akan turun hujan. Tapi sinar jingga-nya gak bisa menutupi kalau ia ingin seperti dilihat sebelum tertutup gelap malam. Bagaimana senja di tempatmu? Pasti indah. Anggap saja kita telah melihat senja yang sama. Setidaknya rindu senja telah hadir ditengah-tengah rasa. Meira... Semoga Tuhan selalu menjaga niat baik kita. Semoga Tuhan merestui kita. Semoga Tuhan paham kita tidak sedang bermain. Hanya Tuhan tujuan akhir kita. Sampai jumpa. Lagi-lagi aku akan menyuruhmu cepat pulang. Meira. Sampaikan salam hormat aku kepada Tuhanmu. Bersama senja aku kirimkan doa dan sinar jingga hingga menghapus luka dan rindu akan hadirnya. Sekarang dan Nanti. Kelapa dua, 05 Februari 2015.