Harta emang mahal, tapi ketenangan jauh lebih mahal. Harta banyak, uang banyak, kerjaan bagus, kendaraan bagus, tapi kalo gak ada ketenangan tetep bakal pusing.
Walau uang penting, tapi ketenangan jauh lebih penting.
@terusberanjak
seen from United States

seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from China
seen from China
seen from Japan
seen from China
seen from China

seen from Australia
seen from China
seen from Tunisia

seen from Kazakhstan

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from France
seen from United States
Harta emang mahal, tapi ketenangan jauh lebih mahal. Harta banyak, uang banyak, kerjaan bagus, kendaraan bagus, tapi kalo gak ada ketenangan tetep bakal pusing.
Walau uang penting, tapi ketenangan jauh lebih penting.
@terusberanjak
Kesana kemari tanpa arah serta ratusan makian
Kembali pulang
Tuk menenangi
Banyaknya luka yang berantakan
Peluk hangat sikap tuk sembuhkan
Sedang malas berinteraksi dengan siapapun
Hampir satu bulan belakangan ini sedang dihinggapi perasaan enggan berinteraksi dengan siapapun. Sedang tidak ingin menjadi mahluk sosial, sebab berinteraksi dengan orang lain seperti sedang menguras energi dan sungguh sangat melelahkan.
Akhirnya fase itu datang lagi, fase dimana hanya ingin sendiri dan tidak ingin terlibat oleh apapun dan siapapun. Berbicara seperlunya, berinteraksi secukupnya. Lebih memilih mencari tempat paling sunyi dan tidak ada orang lain.
Kebetulan sudah dua minggu, pasca kelulusan sudah tidak ada murid yang datang ke sekolah. Jadi selama dua minggu ini kelas jadi tempat persembunyian paling aman dan nyaman. Sendiri, itu tenang.
Sudah hampir dua minggu bersembunyi di dalam kelas yang sunyi, tiba-tiba seorang rekan kerja datang menghampiri.
"Lagi ga kenapa-kenapa kan?" Seorang rekan kerja yang lebih sering disapa hyung mengintip dari balik pintu.
"Lagi ga apa-apa kok."
Sepertinya orang di sekiling merasa aneh sebab si manusia haha hihi ini jadi terlihat lebih calm dan tidak seberisik biasanya.
Fase ini akan terus berulang
Perasaan dimana saat berinteraksi dengan manusia jadi pekerjaan paling berat dan rumit
Jadi si manusia berisik ini sesungguhnya tidak suka keramaian
😊Celotehan recehku ..
Kadang suka heran aja.. kenapa ya tiap kali emak mandi, jarang bisa lolos sampai selesai mandi, tanpa gedoran di pintu kamar mandi.. ?? padal aku tu bukan termasuk type perempuan yang gemar berlama-lama di kamar mandi.. paling lama 15 menit kalo versi kompit.. mandi,keramas, bab. heheehe..
Tapi semenjak 4 tahun terakhir ini... setiap kali mandi, selalu ada bocah kecil yang gedor2 pintu kamar mandi.. sejak si Keisha bisa jalan.. tiap kali emaknya mandi selalu aja mendadak ada yang harus ditanyakan.. walo seringnya pembahasan receh ala2 bocah...
Mungkin dia pikir emaknya klo masuk pintu itu ngga bisa keluar lagi kali ya.. heleh...
Tapi itulah seninya jadi emak.. hal2 receh yang ngga penting2 amat bisa jadi pembahasan seru bareng keisha, walo dibatasi pintu kamar mandi, walo cuma kepala emaknya yang nongol .. tapi begitu liat ekspresinya yang terlihat sangat membutuhkan emaknya... langsung aku tu merasa bahagiaaaaa banget.. Alhamdulillah... anugerah terindah yang kumiliki..
Mon maap foto ngga ada hubungannya dengan celotehanku....
12 = (4+2+0) × (2+0)
Aku iri pada langit.
Langit akan tetap kokoh berdiri di atas sana. Menerima dengan terbuka sebanyak apapun uapan air di lautan. Memberi rasa aman bagi siapa saja yang mencari pelarian. Menjadi pelengkap alam raya untuk mempertebal keimanan. Bahkan menjadi tameng bagi bumi agar tak kepanasan.
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? (Qaf:6)
Kau lihat kekuasaaNya? Biru yang meneduhkan, semburat jingga yang mengesankan serta gelapnya yang mengistirahatkan. Apapun warnanya, Ia akan tetap sama. Selalu menyenangkan dan memberi rasa nyaman bagi penghuni di bawahnya.
Dan langit (masih) menjadi tempat favorit untuk menceritakan semuanya, menyimpan berjuta rahasia, berjuta keinginan dan berjuta harapan. Tak pernah bohong, ia akan menyimpannya dalam dalam. Menampung segalanya tanpa terkecuali, mendengarkan tanpa menggurui dan juga memahami tanpa menghakimi.
Langit akan tetap menjadi langit, tetap disana tak pernah lari kemana mana. Selalu menenangkan. Tak pernah bosan
Pagi tadi, 8.08 a.m
tuan, puas-puaskanlah dirimu berkelana. aku tidak akan memaksamu untuk tinggal. namun jika kau sudah lelah, lihatlah aku, yang setia menantimu kembali, yang bersedia kau jadikan rumah.
L.
Gini..
Angin berhembus selembut kapas, rasa haru semakin biru. Tindih beku ragaku seiring bertambah menjadi abu, tidak jelas siapakah yang benar.
Ada yang mengumpat, ada juga yang terang-terangan berpendapat. Hingga kesepakatan menjadi keributan. Saat itu.
Banyak orang yang masih buta akan perihal saling menghargai dalam suatu perbedaan; apapun halnya itu.
Memang susah jikakalau sudah berdebat dengan orang yang selalu memberi makan pada egonya, bukan hatinya. Kalau bisa ya seimbang, hati dan pikiran. Kalau tidak seimbang kembali lagi kehati, karena hati mempunyai rasa. Kalau susah lebih baik diam, dari pada bicara menimbulkan masalah.
12 juni 2020, 11:07 wib
sepi
Sekalipun sudah menjalani masa pandemi selama kurang lebih enam bulan, saya masih saja merasa kesepian. Kata orang supaya tak merasa sepi kita harus banyak melakukan kegiatan yang membuat kita lupa kalau kita sedang kesepian. Melakukan hobi misalnya. Tapi, tampaknya hal itu tak memberi pengaruh banyak pada diri saya. Saya tetap merasa sepi. Meskipun, saya sering sekali berbohong pada diri sendiri kalau saya tak merasa kesepian.
Entah kenapa saya merasa kehilangan teman-teman saya perlahan. Terkadang, saya mengirim pesan untuk mereka (kawan-kawan saya), namun balasan mereka seperti tak memiliki minat chating dengan saya. Lagipula saya bingung harus chat bagaimana, saya hanya ingin tahu keadaan mereka. Saya takut pesan yang saya kirim justru mengganggu aktivitas mereka. Yah, tentu saja menganggu, lha wong saya seringkali random chat ke beberapa teman saya. Huh. Ayolah, saya hanya ingin keadaan kembali menjadi normal. Ingin kembali ngobrol dan banyak berdiskusi dengan teman-teman.
Sedih? Tentu saja. Tapi keadaan memaksa saya untuk mau tak mau menikmati kenyataan ini. Ah, melelahkan sekali.