Mengejar Oshi Sampai F4
Kali ini mungkin akan bercerita sedikit tentang bagaimana aku mengidolakan sesorang. Just share my experience.
-------------------------------
Awal Desember. Alarm handphone ku berbunyi tepat pukul 05.00 WIB aku segera bangun dari tempat tidur dan mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajibanku. Disela do’a ku untuk kedua orang tua dan kehidupan ku, aku juga berdoa untuk dapat dipertemukan dengan seseorang yang aku kagumi dan sumber motivasiku yaitu JKT48. Sudah lama aku mengaguminya, sudah hampir dua tahun. Tapi aku sama sekali belum pernah melihat langsung para wajah anggotanya. Aku sangat berkeinginan untuk bertemu dengan mereka, tapi sampai sekarang belum kesampaian, aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan, dari televisi dan dari video yang diambil dari youtube. Alasan aku belum bisa menontonnya adalah karena aku belum punya cukup waktu ke Jakarta, liburan semester 2 kemarin saja, liburan selama tiga minggu. Tetapi minggu pertama ku gunakan untuk kegiatan lomba mewakili sekolah, minggu kedua ku gunakan untuk pembekalan calon anggota organisasi baru, dan minggu ketiga sudah masuk bulan Ramadhan, itu artinya theater show JKT48 di Jakarta tidak berjalan alias libur. Aku berniat untuk melihat mereka pada akhir Desember ini. Aku bilang kepada tanteku yang akrab ku panggil lilik.
“Lik, aku pengin nonton JKT48 di Jakarta. Aku boleh kesitu?” tanyaku. “Ya tinggal kesini aja, tapi lilik ngga bisa nganterin kesana” jawab lilik ku. Aku bingung, nanti aku kesana dengan siapa. Aku tak tahu jalan ke theater. Tapi akhirnya saudaraku bersedia untuk mengantarkanku ke theater, kebetulan anaknya pun sedang di Jakarta dan dia adalah temanku. Akhirnya aku ajak saja ke theater, dan ia mau menemaniku. Pertengahan Desember. Aku sudah selesai melaksanakan Ulangan Akhir Semester, tak hanya rapor yang ku tunggu tetapi liburan akhir semester pun sangat ku tunggu. Tetapi sebelum liburan semester ku jalani, aku dan kawan-kawan ku mengadakan kegiatan pramuka untuk adik kelas X yaitu Pengambilan Syarat Kecakapan Umum dan Bed Ambalan. Kegiatan ini begitu menyenangkan, karena kita para senior sebagai panitia memberikan sebuah evaluasi kepada adik-adik kelas X untuk dapat mengambil SKU dan Bed. Tak kalah menyenangkannya kita panitia bisa mencoret-coret muka adik-adik dengan lipstik dan bedak. Bukan hanya sekedar corat-coret tetapi kegiatan ini bertujuan untuk menutupi muka mereka agar tidak terkena panas teriknya matahari. Kegiatan PBA dan SKU ini dilaksanakan saat liburan hari pertama. Dan aku adalah ketua panitianya jadi aku bertanggungjawab pada kegiatan tersebut. Kegiatan itu mulai hari Minggu pagi dan berakhir Senin siang. Setelah diadakan evaluasi dan pengembangan, aku langsung pulang ke rumah dan mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa ke Jakarta. Aku berangkat ke Jakarta Senin malam. Aku diantar oleh ayahku ke terminal, dan aku naik bus ke Jakarta sendirian. Ini adalah kali kedua aku pergi ke Jakarta sendiri. Pertama kali saat aku kelas IX SMP. Jadi aku sudah terbiasa pergi naik bus sendiri. Di bus, aku takut tidak kebagian tempat duduk. Soalnya bus yang aku tumpangi adalah bus yang menaikan penumpang dari Yogyakarta, jadi jika sampai Wangon, bus sudah penuh. Tapi ternyata tidak, bus masih banyak tempat duduk yang kosong. Sayangnya banyak tempat duduk yang kebocoran air hujan, jadi tidak bisa untuk duduk. Akhirnya aku bisa duduk di kursi yang tidak bocor dan bisa duduk dengan nyaman. Aku sampai di Jakarta tidak sesuai dengan jadwal, hampir 12 jam perjalanan yang biasanya ditempuh hanya dalam 8 jam. Aku tiba di Jakarta disambut baik oleh kedua lilik ku. Aku tiba di Jakarta langsung membuka web official JKT48 untuk memesan tiket theater. Setelah memesan tiket aku mengecek ternyata aku gagal untuk mendapat undian tiket. Tapi aku bersih keras untuk bisa menonton theater, aku siap mencoba untuk tiket WL (waiting list) dimana pembelian tiket dilakukan di theater, tapi kemungkinan untuk mendapatkannya kecil, soalnya harus berangkat lebih awal dan mengantri panjang. Tak apa yang penting aku bisa menonton mereka tampil. Show yang akan aku tonton adalah show malam sekitar pukul 19.00 WIB. Aku bersiap-siap dari siang hari, agar nanti sampai disana dilihat keren oleh sang idol. Sambil menunggu senja datang, aku mendengarkan musik di handphoneku, tiba-tiba terdapat pemberitahuan panggilan masuk dari saudaraku yang akan mengantarkan ku ke theater. Aku mengangkatnya. “Njar, maaf ya kayanya aku ngga bisa nganterin. Kalau kamu sama Arif berdua kesana pun aku takut nanti terjadi apa-apa. Sekarang kita jalan-jalan ke game zone aja ya” bilangnya. Dalam hati aku sangat kecewa, tapi mau dikata apa ia tak bisa mengantarkan. Aku pasrah. “Iya ngga papa” aku menjawab. Karena aku tidak jadi ke theater, sebagai gantinya aku diajak ke game zone. Aku mencoba untuk tidak memasang muka kusutku saat di game zone. Setelah selesai di game zone, aku langsung pulang dengan lilik ku. Di rumah aku ditanya “Gimana Njar? Kamu mau tetep ke theater? Coba kamu cari temen biar ada yang nganterin ke sana. Soalnya kamu kan ngga tau tempatnya” tanya lilik ku. “Iya lik, aku pengin banget ke theater, itu kan tujuan utama ku kesini. Aku udah cari temen, tapi ngga ada lik. Nanti coba aku cari lagi” jawabku. Karena saudaraku tidak mau mengantarkan, awalnya aku berniat untuk berangkat sendiri. Aku mencari-cari info tentang jalan menuju ke theater JKT48. Aku berniat naik busway, karena aku yakin busway sangat terjamin keamanannya daripada naik angkutan umum seperti KOPAJA atau Metro Mini. Kemudian aku mengunduh peta rute busway di Jakarta, karena peta itu, aku sekarang tahu jalan menuju ke theater. Selain mencari rute busway, aku juga selalu memesan tiket theater di web official, tetapi aku kurang beruntung. Aku selalu kalah dalam undian tiket. “Kriiingg” suara handphone ku berbunyi tanda sms masuk. “Iya Njar, aku mau nemenin. Mau nonton kapan?” pesan dari Herli teman sekolahku tetapi berbeda kelas. Aku sangat bahagia sekali ada yang mau menemaniku menonton theater. “Hari Sabtu Her, tanggal 28 ya” balas ku. Karena Herli mau menemaniku, jadi aku membuatkannya ID Card untuk bisa masuk ke theater. Aku mencoba untuk memesan tiket theater lagi untuk tanggal 28, tapi aku dan Herli kalah undian tiket. Aku dan Herli memberanikan diri untuk tetap berangkat tanggal 28. Akhir Desember. Tanggal 28 yang kutunggu akhirnya tiba. Pagi buta tak pernah lupa untuk membuka web official JKT48. Aku membuka dan merasa kaget saat membuka halaman pemesanan tiket. Aku memenangkan undian tiket untuk hari Minggu tanggal 29 Desember. Aku langsung memberitahukan ini kepada lilikku. “Kamu mau tetep berangkat hari ini atau besok aja?” tanyanya lilikku. “Wah, aku bingung lik. Gimana kalau aku hari ini sama temenku kesana biar tau jalan, nanti kalau besok berangkat jadi udah tau jalannya” jawabku. “Ya terserah kamu Njar, kalau maumu begitu ya silahkan” jawab liliku “Toh itu uangmu sendiri kan? Jadi terserah kamu” tambahnya. Memang aku menonton theater ini atas usahaku sendiri, aku mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar bisa bertemu sang idola. Detik demi detik berjalan. Jam sudah menunjukan pukul 10.00 WIB aku bersiap untuk berangkat. Aku dan Herli ketemuan di Terminal Busway Lebak Bulus. Kita berdua bertemu sekitar pukul 11.00 WIB, setelah bertemu kita langsung berangkat ke Jalan Jendral Soedirman Senayan Jakarta yang merupakan alamat JKT48 Theater. Setelah masuk busway, aku langsung duduk, tetapi berjauhan dengan Herli soalnya dia duduk di kursi prioritas wanita. Di dalam busway aku ditanya oleh seorang lelaki. “De, mau kemana?” tanyanya dengan ramah. “Mau ke Senayan pak, deket GBK” jawabku. “Loh, kok mau ke Senayan naik busway? Kan jadinya muter-muter? Atau udah biasa de?” tambahnya. Aku mendadak bingung mau menjawab apa. “Iya pak udah biasa” jawabku. Saat itu aku gugup untuk menjawab apa, jadi tanpa tersadar aku menjawab seperti itu. Perjalananku dari Lebak Bulus sampai Senayan sekitar dua jam. Sepanjang perjalanan aku berfikir, apakah ini kenyataan atau bukan. Aku tidak percaya bahwa aku akan bertemu sang idola. Setelah 2 jam perjalanan, aku sampai di halte GBK. Aku berjalan menuju F(x) Senayan tempat dimana theater JKT48 berada. Aku berjalan bersebelahan dengan Herli menuju theater. Aku dan Herli begitu terburu-buru, sampai berlari-lari takut tiket WL habis. Soalnya theater hari ini adalah show terakhir Team J JKT48 Aturan Anti Cinta jadi otomatis pengunjung theater lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Aku dan Herli langsung menuju F4 atau lantai 4 tepat adanya theater. Kita sampai disitu kebingungan, soalnya tidak ada barisan pembelian tiket WL. Aku bertanya kepada salah seorang.
Foto di F4 Theater JKT48 F(x) Sudirman Jakarta
“Kak, ini nanti ada waiting list apa ngga yah?” tanyaku. “Ngga tau loh, tadi sih JOT (JKT48 Official Team) bilang kalau ngga ada WL” jawabnya. Karena belum jelasnya ada atau tidaknya antrian WL kita memutuskan untuk sholat dzuhur dulu. Aku mencari tempat untuk sholat, akhirnya kita menemukan tempat sholat di F5. Setelah menjalankan sholat, aku turun ke F4 lagi untuk mengetahui kepastian tentang WL. Beberapa deret para wanita sedang berbaris rapi, ternyata mereka sedang mengantri tiket WL. Diumumkan bahwa yang dapat mengantri tiket WL adalah khusus perempuan. Jadi aku tidak dapat ikut mengantri. “Sanah Her, kamu ikut ngantri. Aku tungguin dari sini ya” sahutku pada Herli. “Iya Njar, kamu ngga papa? Jawab Herli sekaligus bertanya. “Iya Her ngga papa” jawabku dengan senyum. Di dalam hati aku tak mengapa tidak bisa menonton hari ini, soalnya aku sudah mendapatkan tiket untuk hari besok. Yang penting hari ini tahu jalan menuju tempat ini. Aku menunggu Herli dari kejauhan, tepatnya di depan pintu keluar para member jika keluar dari theater. Aku kebetulan melihat para member keluar dari theater, seperti Natalia dan Viny dari Team KIII. Mereka keluar untuk pulang, mereka naik lift untuk turun ke bawah. Dan ada para fans yang modus agar bisa ikut dalam satu lift bareng member tersebut. Sebenarnya aku ingin mengikuti seperti mereka, tapi tidak mungkin, karena aku miskin pengalaman untuk masalah modusin member, bisa-bisa malah nanti aku dapet hukuman dari security. Aku menunggu cukup lama, tapi antrian WL masih tetap. Tidak berjalan. Tiba-tiba Herli menghampiriku. “Njar, temenin aku ke toilet ya, toh ini masih lama” pintanya. Aku menemani Herli ke toilet, setelah pulang dari toilet aku kembali lagi ke depan theater, ternyata antrian WL para wanita diluar sudah tidak ada. Masih tersisa orang-orang yang sedang berkerumun di depan loket theater. Ternyata bukan hanya para perempuan saja yang mendapatkan tiket WL dan masuk ke theater, kaum adam pun diperbolehkan. Ternyata tiket WL ini diskala prioritas menurut wilayah tinggalnya. Awal diabsen yaitu dari luar Jawa, kemudian baru dari Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Saat Jawa Tengah dipanggil, aku dan Herli langsung maju dan menunjukkan kartu identitasku. Ini yang aku banggakan dari fans JKT48, mereka semua sangat menghargai satu sama lain. Contohnya saja saat aku dan Herli maju kedepan, semua memberi jalan untuk kita. Sungguh sikap yang luar biasa. Seteah aku di depan loket tiket, aku langsung diberi tiket berwarna biru, awalnya ku kira harganya lima puluh ribu karena aku dan Herli adalah pelajar, kenyataanya tidak. Karena stok tiket pelajar dan perempuan sudah habis. Jadi, harga tiket yang kita beli adalah seratus ribu. Aku berfikir, tak apa harganya seratus ribu. Yang penting aku bisa masuk ke dalam. Sebelum masuk ke theater, kita berdua melewati sebuah lorong yang di dindingnya berisi foto-foto member dari Team J, Team K, dan Team Trainee. Aku mendadak menampar pipiku, aku kira ini hanya sebuah mimpi. Aku bertanya kepada Herli. “Her, ini beneran atau mimpi?” tanyaku. “Beneran lah Njar” jawabnya dengan tegas. Saat melewati lorong, tasku diperiksa. Karena aku membawa makanan, jadi makanan diambil oleh JOT. Karena peraturannya, tidak boleh membawa makanan ke dalam theater. Setelah diperiksa, kita langsung diperbolehkan masuk ke theater. “Hanya dirimu yang bisa ku lihat aaa” lirik yang Stella nyanyikan. Aku sungguh bahagia, bahagia penuh. Walau kita tidak kebagian tempat duduk, kita tetap menikmati pertunjukan di standing area. Pertama kali aku melihat sang idola dari jarak dekat, mereka begitu cantik begitu memukau diriku, mereka tak seperti apa yang ku lihat di foto dan di stasiun tv. Mereka terlihat lebih cantik dari yang ku lihat. Mereka menari dan menyanyi dengan lincah dan powerfull, disela-sela lagu, ada beberapa member yang mengedipkan mata kepadaku. Mungkin mereka tau bahwa aku adalah orang yang pertama kalinya nonton. Diberi sebuah kedipan mata saja sudah cukup bahagia buatku. 16 lagu telah ditampilkan oleh JKT48 dalam kurun waktu 2 jam lebih. Aku begitu menikmati show ini. Karena show ini sudah selesai, waktunya hi touch antara member dengan penonton theater. Aku begitu gugup saat itu, tangan dan mata ku akan saling bertemu dengan mereka. Bingung apa yang harus aku katakan. Pintu keluar theater sudah dibuka disana sudah berbaris 16 member JKT48 yang tadi tampil dan bersiap untuk hi touch. Aku dan Herli keluar dibarisan awal. Aku hi touch hanya bisa mengucapkan kata “Semangat terus yah!”. Saat ku di depan Melody, aku menyapanya. “Hei, Kak Melody” dengan ceria dan nada gembira ia membalasnya“Heeiii” sahut Melody. 16 member sudah hi touch semua, setelah keluar dari theater, di luar sudah banyak orang yang menunggu menukarkan tiket untuk show berikutnya. Sebelum aku dan Herli pulang, aku menuju F5 kembali untuk menunaikan kewajibanku yaitu sholat Ashar. Setelah sholat Ashar, kami langsung pulang. Seperti biasa, kami menuju halte GBK dan naik busway jurusan Lebak Bulus. Karena busway sangat penuh, kita berdua tidak kebagian tempat duduk. Sehingga kami dari halte GBK sampai dengan Terminal Busway Lebak Bulus berdiri. Tidak mengapa aku harus berdiri, yang penting impianku bertemu sang idolaku terwujud. “Pemberhentian Busway berikutnya adalah Terminal Lebak Bulus penumpang diharapkan turun” suara mesin busway berbunyi. Setelah kita turun dari busway, kita pulang sendiri-sendiri. Herli yang kemudian naik angkot jurusan Kebayoran Lama dan aku naik angkot jurusan Ciputat. Aku langsung naik angkot dan turun di Ciputat tepatnya di tempat kerja lilikku. Lilikku sudah menunggu agak lama di tempat kerjanya. Setelah pekerjaan lilikku selesai, aku dan lilikku langsung pulang ke rumah. Di rumah, aku langsung menanyakan kabar Herli lewat SMS. “Her, udah sampai? Makasih ya udah mau nemenin. Mungkin tanpamu aku ngga bakal bisa nonton theater. Sekali lagi terima kasih” tulisku kepada Herli. “Aku udah sampai Njar. Iya Njar, sama-sama. Terima Kasih kembali ya” balasnya dengan cepat. Di rumah, aku menceritakan semuanya kepada liliku tentang hari ini. Lilikku turut senang melihat aku bisa tersenyum lebar seperti ini. “Lah Njar, besok mau berangkat lagi apa ngga?” tanya lilikku. “Ngga tau lik, kayanya ngga deh, soalnya capek banget nih badan. Ya kalau besok bisa vit, ya aku berangkat lik. Aku juga udah dapet tiket, jadi sia-sia kalau ngga digunain lik” jawbku dengan panjang lebar “Ya terserah kamu saja Njar” jawab lilikku. Setelah bercerita panjang lebar, aku langsung tidur sambil memikirkan apakah besok berangkat atau tidak. Matahari telah menampakkan sinarnya, tanda pagi sudah datang. Aku bergegas untuk mandi. Setelah mandi dan berpakaian rapih, aku ditanya lilikku. “Jadi, hari ini berangkat? Okeh, nanti aku antar ya sampai Lebak Bulus” “Iya lik, makasih” jawabku. Hari ini adalah hari kedua ku bertemu dengan idol. Kemarin Team J sekarang yang kutonton adalah Team K. Team K adalah team tempat dimana oshiku berada. Oshi adalah member yang paling didukung diantara member yang lain. Oshi ku adalah Viny. Gadis yang pintar sekali dalam menggambar. Suaranya dan tariannya bagus, sifatnya juga baik. Tidak sombong kepada fansnya. Hari ini akhirnya aku bisa menontonnya. Show hari ini dimulai pukul 12.00 WIB tapi penukaran tiket dimulai pukul 10.30 WIB. Aku dari rumah berangkat pukul 07.30 WIB agar tidak telat dalam penukaran tiket dan bisa mendapatkan tiket pelajar. Seperti biasa, aku naik busway dari Lebak Bulus hingga halte GBK. Karena ini adalah hari Minggu, jadi penumpang busway penuh, tak seperti kemarin. Aku sampai di F(x) sekitar pukul 10 lebih. Penukaran tiket belum dimulai, tetapi para penukar tiket sudah berjubel di depan theater. Setelah aku datang aku langsung ikut berjubel dalam antrian tersebut. Kami semua adalah sedang mengantri tiket untuk harga pelajar yaitu lima puluh ribu. Setelah loket dibuka, antrian langsung berjalan. Setelah aku sudah di depan loket tiket, ada pengumuman dari petugas “Tiket pelajar habis” kata sang petugas. Aku seketika kecewa, akhirnya aku tetap membeli tiket dengan harga seratus ribu. Aku mendapatkan tiket dengan nomor Bingo 6. Nomor Bingo digunakan untuk menentukan nomor Bingo siapa dulu yang masuk ke dalam theater. Setelah mendapatkan tiket, aku berjalan-jalan mengelilingi F(x) walaupun cuma sendirian dan ngga tau mau ngapain. Karena show akan segera dimulai, jadi aku berkumpul untuk pengundian Bingo. Tapi sebelum pengundian Bingo, tiba-tiba ada sekelompok cewek yang berdatangan ke depan loket theater. Ternyata mereka adalah calon finalis JKT48 generasi ketiga. Mereka menonton theater dengan cuma-cuma alias gratis. Kemudian mereka masuk terlebih dahulu ke dalam. Ini memakan waktu lama. Semua cewek-cewek sudah masuk ke dalam, ini tinggal giliran para fans yang sudah punya tiket masuk ke theater. Pertama yang dipanggil adalah yang mempunyai tiket FAR yaitu tiket fans jarak jauh. Kemudian yang mempunyai tiket warna hijau. Dan diundi bingo nya. Aku memegang tiket warna biru. “Tiket warna biru maju ke depan” teriak petugas theater. Seketika aku maju ke depan dan berbaris di bingo nomer 6. Aku menunggu giliran nomer 6 dipanggil. Sangat lama sekali angka 6 dipanggil. Dan ternyata dipanggil paling akhir. Karena bingo 6 dipanggil paling akhir, maka alhasil tempat duduk sudah terisi penuh dan kami tidak kebagian tempat duduk lagi. Akhirnya aku menonton di standing area lagi seperti hari kemarin. Suara member tiba-tiba terdengar. “Halo, selamat datang di theater JKT48 Team K Boku no Taiyou – Matahari Milikku. Tapi maaf, kita hari ini tampil ber 15 orang. Karena Acha sedang sakit. Selamat menyaksikan”. Overtune dimulai, dan mereka berhasil memukaukan aku kembali yaitu dengan nyanyian dan tarian mereka. Kesan di Team K ini menurutku lebih keren, lebih imut pembawaannya dari kemarin. Lagunya pun easy listening, tidak membuat bosan para penonton. 16 lagu sudah mereka tampilkan. Selanjutnya adalah penonton keluar theater dan melakukan handhake. Berbeda dengan Team J, kali ini Team K adalah sesi handshake. Yang pertama kali melakukan handshake adalah Della, Aku mencari-cari Viny, ternyata Viny tidak ikut handshake. Viny sedang bersiap-siap untuk direct selling di merchantdise both di depan theater. Sebenarnya aku kecewa, tetapi tidak mengapa karena aku sudah puas dengan tampilannya tadi. Handshake selesai, aku segera keluar theater dan menuju F5 untuk melaksanakan sholat Dzuhur sekaligus Ashar. Seusai aku menunaikan kewajibanku, aku sambil berjalan keluar F(x) aku punya pesan untuk gedung ini. “Sampai jumpa tahun depan F(x) semoga kita dapat berjumpa kembali. Tetap jadi tempat idaman para fans JKT48 ya. Perjuanganku ke tempat ini tak akan ku lupakan sepanjang hidupku” dalam hatiku berkata bagai bicara kepada seseorang. Aku berjalan menuju halte GBK, perjalanan pulang ini sungguh berat. Aku ingin sekali bertemu dengan mereka lagi, sang idolaku. Tapi tak mengapa aku pulang hari ini, aku masih punya banyak waktu untuk ini dikemudian hari. Aku akan terus berjuang meraih mimpiku seperti para gadis cantik yang juga berjuang keras meraih mimpi mereka di JKT48. Setelah aku menonton theater, aku jadi punya motivasi baru untuk terus berusaha, semangat, dan pantang menyerah dalam menggapai mimpiku. Terima Kasih untuk dua hari di bulan Desember ini, dalam dua hari ini merupakan salah satu moment yang begitu mengesankan sepanjang hidupku selama ini.
---------------------------------------------
Ya, mungkin dulu aku bertemu mereka hanya sebuah angan-angan belaka. Namun, dengan usaha, tekad, dan semangat akhirnya kami bisa bertemu.
“Man jadda wa jada” artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil”
“Where there is a will there is a way” artinya “Dimana ada kemauan pasti di situ ada jalan”
Regards
Ginanjar Ramadhan








