Ribuan Muslim Merayakan 1 Muharam di Desa Kelet: Tradisi yang Menyatukan.
Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah di Desa Kelet, Keling, Jepara, Jawa Tengah, menjadi momen yang dinantikan ribuan muslim dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tiba sejak Kamis pagi, berkumpul di perkampungan Islam untuk mengikuti rangkaian acara religius. Jalan-jalan desa dan masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah yang datang dengan penuh antusiasme, terutama setelah waktu ashar.
Malam peringatan 1 Muharam dirayakan dengan kegiatan semalam suntuk. Jamaah mulai berkumpul sejak Magrib untuk mengikuti doa bersama dalam acara Jam`iyyah Manaqib Nurul Huda, bagian dari rangkaian acara Manaqib Kubro. Mereka mengikuti dzikir, tahlil, dan manaqib, yakni pembacaan riwayat hidup Syah Abdul Qadir Jailani, ulama besar dari Bagdad yang menyebarkan Islam di Jepara. Kegiatan ini membawa jamaah pada suasana khusyuk dan mendalam, memperkuat ikatan spiritual di antara mereka.
Ritual semakin intensif pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari pukul 00.00 WIB. Seluruh umat Islam yang berkumpul bergiliran mendapatkan Air Doa Mahabah yang dibagikan oleh Kiai Sepuh. Air ini dipercaya menjaga keselamatan bangsa dan wajib diminum oleh seluruh jamaah. Di bawah bimbingan Kiai, mereka terus membaca ayat-ayat suci Alquran, menahan kantuk demi mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Peringatan ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan tetapi juga momen kebersamaan dan solidaritas umat Islam.










