Bisnis Online
Dalam rangka menyelesaikan tugas Comspire, kali ini, saya membuat tugas feature saya mengenai perusahaan yang dimiliki oleh Farahdiena. Saya mewawancarai Farah soal clothing linenya, Rad Aesthetics yang dimiliki bersama dengan sepupunya. Ini adalah hasil yang saya dapat dari pengalaman saya mewawancarai Farah.
Farah memulai bisnis clothing line ini pada bulan Juli tahun 2014 bersama dengan sepupunya. Pada awalnya, ia hanya membuat sebuah topi bucket hat di tukang jahit langganannya karena waktu itu sedang booming dan ngetrend kembali. Setelah ia memakai topinya dan mendapat banyak pujian dari teman-temannya, dia memikirkan untuk menjual busana dan juga topi-topi dari design dia. Ia mengasih tau rencana ini kepada sepupunya dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk minta bantuan kepada tukang jahit langganan mereka untuk bantu membuat baju-baju dan topi-topi dari design dan sketch mereka. Setelah itu, mereka berawal dari membuat topi-topi bucket hat dan luaran kimono selusin dan menjualnya melalui Instagram. Ternyata, banyak yang memesan dan stok yang sudah dibuat habis dengan begitu cepat.
Pada akhirnya, mereka membuat berlusin-lusin dan mulai mengembangkan design-design dan baju-baju baru. Farah mendapatkan ide-idenya dengan mencari tau trend terkini dengan melihat social media dan pakaian orang-orang yang menjadi role model dan inspirasi dia dalam berbusana. Menurut Farah, style Rad Aesthetics itu casual dan easy, yaitu pakaian yang praktis dan simple namun tetap terlihat “fashionable without trying to hard” dengan style-style yang terutama terinspirasi dari musim panas atau summer dengan bahan-bahan yang nyaman dan tipis. Mereka berdua menjawab order-an melalui direct message dan juga email. Menurut Farah, bisnis begini bisa menjadi sangat overwhelming dan bikin pusing, namun dengan bantuan sepupunya, bebannya tidak begitu berat. Dia senang dengan reaksi-reaksi pelanggan dia yang puas dan suka dengan pesanannya. Menurut dia, “it’s totally worth seeing their reaction”.
Pada saat ini, Farah sedang break dengan bisnis busana onlinenya karena ingin fokus mencari kerja selain bisnis onlinenya. Kedepannya, saat ia sudah mencari kerja dan sudah menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, ia pengen mengembangkan bisnisnya dan memproduksi busananya dengan jumlah yang lebih besar dengan design-design yang baru, ia juga ingin menjual aksesoris-aksesoris an tas. Menurut Farah, bisnis yang ia lakukan tidak begitu kerasa seperti kerjaan, namun hobby karena ia sangat enjoy dengan apa yang dia lakukan. Menurut dia, kalau suka dengan kerjaan yang dilakuin, tidak mungkin kerasa kaya kerja, “so do what you love”.
Dalam mewawancarai Farah mengenai bisnis clothing line-nya, saya mendapatkan motivasi untuk membuat sebuah bisnis berdasarkan apa yang saya suka dan sesuai dengan hobi saya. Saya juga sangat ter-inspirasi dengan dedikasi Farah dalam menjalankan bisnis onlinenya.






