/Belajar/ Awal masuk dinas selalu dag-dig-dug, pesimis dg kemampuan diri apalagi yang dihadapi nyawa orang. RS rujukan, banyak ilmu disini dan makin banyak juga rasa takut kalau pindah ruangan. Hari pertama dilewati lama kelamaan sudah biasa, dst. Biasanya nonton Drakor tentang dunia kesehatan yang ceritanya operasi dan sambil memegang jaringan tubuh. Nah gue bisa secara realita ngerasainnya, kalau lihat darah gak pernah gue mual tetapi pernah gue sedang hecting (menjahit jaringan) tiba-tiba mual dan pusing. Beruntungnya perawat senior di IGD terlalu baik ada tipsnya ternyata "gantian sama teman, keluar dari ruangan tenangin diri setelah itu laniutkan kembali hectingnya kalau kabur malah terbiasa nanti mual dan pusingnya" ini saran Krn masih proses belajar 😄. Berbagai waktak/karakter banyak dilingkungan kerja. Tetapi kalau tiba taibo hati gue berdoa "hari ini pembelajaran besok harus lebih baik dari hari ini". Ini yang gue terapin selama proses belajar selama 6 bln profesi ners. "Man Jadda wajada, man shabara zhafira" Menerapkan magic pemungkas yang di terapkan oleh Alif (Negeri 5 Menara). Motivasi belajar bukan dari lingkungan yang utama tetapi dari dalam diri. Sabar, satu persatu (Kale,NKCTHI) ini juga benar magic ampuh. Banyak sabar. Semua titipan. Satu persatu diselesaikan. Semua adalah masalah dan masalah adalah proses pendewasaan. Kalau kata uni-uni perawat ditiap ruangan gue berdinas, mereka selalu bilang "kalian disini belajar proses pendewasaan. Ilmu di kampus dan dilapangan tidak semuanya sesuai. Akan banyak persoalan yang kalian atasi sendiri. Kami disini membimbing kalian. Kalau tidak tahu bertanya. Jangan malu bertanya." #februarimenulis #februaribercerita #feb2904 #prosesbelajar https://www.instagram.com/p/B8n65uTJTEp/?igshid=147txj8kd3oqj










