#february #februaryborn #februaryman #februaryguy #facts #birthdayweek https://www.instagram.com/p/CLVUVp5LcEM/?igshid=9aoobzxldzj5

seen from Canada
seen from Spain
seen from Germany
seen from China

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from China
seen from Australia
seen from Canada
seen from Germany

seen from Germany
seen from Russia
seen from Russia
seen from Romania
#february #februaryborn #februaryman #februaryguy #facts #birthdayweek https://www.instagram.com/p/CLVUVp5LcEM/?igshid=9aoobzxldzj5
27 + 2 _______________________________________ #elasgargallery #myows #hbd #age #happybirthday #photooftheday #photography #camerahandphone #likeforlike #photo #ig_today #ig_photos #mybirdday #specialday #special #26february #februaryman #february
Istirahat siang masih tersisa 30 menit. Bergegas saya langkahkan kaki keluar lift menuju Toko Kopi di mall sebelah kantor. Persiapan meeting di 3 negara minggu depan membuat saya kekurangan jam tidur. Lembur hingga larut malam di kantor selama 3 minggu terakhir pun membuat saya rajin menampakkan diri di Toko Kopi itu pagi dan siang hari. Seperti siang ini.
Saat membuka pintu toko, saya melihat dia duduk di sofa dekat jendela. Lengan kemeja panjangnya nampak sedikit tergulung namun dasinya tetap terpasang rapi di leher. Hari ini dia memakai kemeja putih bergaris biru muda dan tanpa jas. Seperti biasa, rambutnya sedikit berantakan dengan anak rambut menutupi dahi. Tampak piring kosong, cangkir sedang, dan laptop di meja di hadapannya.
"Selamat siang, Kak. Pesan seperti biasa?" tanya barista bernama Kevin.
"Siang, Mas. Iya. Tapi sekaranh less ice dan extra shot ya," jawab saya sambil menyerahkan uang.
"Sip. Oke. Ditunggu, Kak Kaleya," ujar Kevin sambil menyerahkan kembalian.
"Makasih."
Sambil menunggu kopi pesanan, saya duduk di kursi tinggi dekat bar dan memperhatikan dia yang duduk di sofa. Saya sangat suka dengan gaya dia duduk saat ini. Bersandar santai di punggung kursi, tangan kanan menutupi mulutnya, dan tangan kiri bersedekap ke tangan.
5 bulan terakhir ini dia mencuri perhatian saya. Pertama kali saya melihat dia di Assembly Point saat fire drill gedung kantor. Tatapan mata saya bertemu dengan tatapan matanya. Kami berdiri dengan jarak 5 meter. Saya sedang mendengarkan teman saya berbicara soal kucingnya, sedangkan dia tampak bosan. Tanpa senyuman. Tanpa kedipan. Kami berdua hanya bertatapan. Hingga dia mengalihkan pandangan dari saya karena seseorang menabraknya.
Kali kedua, kami bertemu di lift. Saya sehabis makan siang dari Basement, dia dari lobby dengan membawa tas di tangan kiri dan menenteng jas di tangan kanan. Dia tidak menyadari kehadiran saya yang berdiri di pojok dan terhalang orang lain. Dari kejadian ini saya tahu bahwa dia bekerja di lantai 5. Satu lantai di bawah kantor saya.
Setelah itu beberapa kali kami bertemu di lobby gedung saat sedang sama-sama menunggu mobil, di Taman Belakang gedung kantor, dan papasan di lift. Tapi belakangan saya jadi sering bertemu dengan dia di Toko Kopi ini. Yeah, thanks to those meetings next week.
"Kak Kaleya," panggil barista perempuan di bar.
"Ya," sahut saya sambil berdiri dan mengambil pesanan saya.
Saat saya akan keluar, sebuah tangan membukakan pintu dan mempersilahkan saya untuk keluar terlebih dahulu. Dan saat saya menengok ke arah orang itu untuk mengucapkan terimakasih, saya hanya terpana. Dia yang tadi duduk di sofa berdiri di sebelah saya sambil tersenyum.
(Remembering our first trip together, Manila, 2012)