The reason why I prefer Americano or Brewed Coffee (hot or iced) lately is because I miss its taste on your lips. You know how much I loved to kiss your lips right after you drink your coffee. Taste like coffee but sweeter..
No title available
Three Goblin Art
tumblr dot com
$LAYYYTER
Keni

Andulka

Kiana Khansmith
Cosimo Galluzzi
noise dept.
Sade Olutola

No title available
🪼

Janaina Medeiros
I'd rather be in outer space 🛸
Mike Driver
Jules of Nature
KIROKAZE
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Origami Around
Cosmic Funnies
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Italy

seen from Germany
seen from Lithuania
seen from United States

seen from Singapore

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from T1
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
@deylia
The reason why I prefer Americano or Brewed Coffee (hot or iced) lately is because I miss its taste on your lips. You know how much I loved to kiss your lips right after you drink your coffee. Taste like coffee but sweeter..
건배 🍻
End
Today, 5 years ago, I ended a 2,5 years relationship. I'm still single until today not because I can't move on from him. I'm just losing trust.. And you can't have a relationship without trust.
"Tell me about dreams." "Dreams are things you want to achieve in life. It can be anything. Every person will not have the same dreams. It might be the same but with different story." "What is your number one dream?" "To leave my footprints everywhere." "How many footprints have you been left so far?" "Lost in counting. But still have many. Chasing dreams is not easy. It never been easy. But I do believe that my dreams have to be chased. Just for me to feel alive. Just for me to enjoy my life."
Antara #AnakReebok dan #AnakAdidas. Sejak SMP entah kenapa sepatu olahraga yang gue beli selalu Reebok. Mulai dari Reebok casual warna hitam dengan sedikit putih (biar bisa dipakai setiap hari ke sekolah tanpa perlu kena setrap) sampai Reebok running warna pink yang terakhir gue punya. Setiap mampir ke toko sepatu olahraga, Reebok selalu jadi surga gue. Beberapa kali lihat merk lain, tapi selalu berakhir di bagian Reebok. Tapi ternyata tahun yang baru bikin kejadian pindah ke lain hati. Sebenarnya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama Reebok ungu di gambar atas. Berhubung gue sudah punya seri DMX yang pink dengan model hampir sama dengan yang ungu itu, gue berpikiran untuk mencari model lain. Masa sepatu baru hampir sama persis dengan sepatu yang gue beli 6 tahun lalu.. Gengsi! 😆 Setelah keliling, dicoba mampir ke toko Adidas. Well, just to mention that Adidas is one of a sponsor to my lifetime favorite soccer club, Real Madrid, and I refuse to come and see Nike. Setelah lihat-lihat, pilihan jatuh ke sepatu yang di gambar bawah. Salahkan mata gue yang penuh lope-lope kalau lihat warna ungu 😅 Akhirnya memutuskan untuk punya sesuatu yang sama sekali baru dalam hidup gue. Jadi beralih dari #AnakReebok ke #AnakAdidas. Kapan hati bisa move on dan punya cinta yang sama sekali baru ya? #eaaa
Selamat Tahun Baru 2016. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh keberkahan, kelancaran rejeki dan pekerjaan, kemudahan dalam segala hal, dan kelapangan jalan menuju pintu jodoh. Aamiin.. Semoga semakin bersinar terang sehingga menjadi cahaya dalam kegelapan. Aamiin..
Dear Muhamad Al Rizal
Our crossing path might not as long as the traffic of Jakarta on Friday night after the rain. But it was really a pleasure to met you eventhough just for once. Knowing you was one of the most important moments of my life in 2015. You made me realize that moving on is a must and wasting time shall be regretted. Now I am wishing you a wonderful year ahead and many happiness come to you. May we not see each other again. Happy New Year, Happy Holiday, and Happy Birthday! -me-
Selamat datang, Hujan! Terimakasih sudah datang setelah dinanti begitu lama. Terimakasih sudah datang membawa kesejukan. Ingatkan aku untuk tidak pernah mengeluhkan kamu. Ingatkan aku untuk selalu bersyukur atas kamu. Mari bermain, Hujan..
Big breakfast to replace you in the morning. Happy Monday!
Berjalan Kembali..
Teruntuk Kamu yang terakhir kali mengetuk pintu hatiku, Teruntuk Kamu yang telah berani mengajakku melangkah dari masa lalu, Teruntuk Kamu yang bisa membuatku ingin menjadi perempuan baik-baik, Terima kasih. Aku akan berjalan kembali. Tanpa kamu.
Kamu..
Iya, Kamu. Yang pernah mengetuk hatiku yang kosong dengan keras, Yang suara ketukannya nyaring terdengar ke seluruh tubuhku, Yang mampu membuatku tersentak. Aku rindu..
After 4.5 years of loneliness, then I find a new love. You.
Right here. Waiting. For what may come. For what might be.
One Fine Spring Day
Saat kubuka tirai, sinar matahari menerpa wajahku. Akhirnya! Setelah 2 hari di Tokyo dan disambut hujan tak berkesudahan, cuaca pun cerah dan matahari menyambutku hari ini. Segera kusambar ponsel dari atas meja kerja di dekatku dan menuliskan pesan, "Great weather today!" Tak lama, sebuah pesan masuk. "It is! I'll see you at the lobby in 30 minutes. We have 1 free day today before we start the 3 dyaa meeting tomorrow." Aku tersenyum membaca pesan itu. 30 menit kemudian aku sudah di lobby dan melihatnya sedang duduk membaca koran di sofa hotel dekat jendela. "Where are you going to take me today?" Dia mengalihkan pandangannya dari koran, menatapku, dan tersenyum sambil melipat korannya. "I'll take you to see my city. Just like you did when I arrived in Jakarta 2 years ago." Aku tersenyum. Dia masih mengingat pertemuan pertama kami. "There's a park nearby, across the Palace. Hopefully there's still cherry blossom. And later, if you want, we can also go to Yoyogi Park in Shibuya and then visit the Meiji Jingu Shrine," ujarnya. Mukaku berbinar. Dia sangat tahu kalau aku suka dengan taman dan tempat bersejarah. Dan saat tiba di taman dekat Patung Kusunoki Masashige di seberang Istana, aku menjerit senang. Pohon-pohon Sakura yang sedang bermekaran berjajar dengan indah. "Thank you for taking me here. You make me crossing one of my top five bucketlist!" jeritku. Dia hanya tertawa dan menjepretkan kameranya ke arah wajah senangku. Aku pun bergaya dengan penuh kegembiraan. Dia lalu mengajakku ke salah satu sudut taman yang berumput. Dia meletakkan ranselnya dan mengeluarkan alas piknik. Baru aku sadari bahwa ranselnya tampak penuh. "Are we going to have a picnic here?" tanyaku. "Yes! We're going to have our brunch here, but I'm going to leave you for a moment. I need to get the sandwich from the bakery over there," ujarnya sambil menunjuk ke arah pojok taman. "Okay, I'll wait here," ujarku sambil melepaskan sepatu dan duduk di alas yang sudah digelarnya. Dia pun berlalu. Aku mengeluarkan ponsel dari saku jaket dan mengirimkan foto-foto Sakura ke Ibu. Di saat aku tengah asyik berkirim pesan dengan Ibu, tiba-tiba ada anak perempuan usia 5 tahun berdiri di depanku. Dia menyerahkan buket di tangan kecilnya ke arahku. Aku menatapnya dan buket di tangannya dengan heran. "Atashi ni?" tanyaku. Dia mengangguk. "Dare kara?" tanyaku lagi. Tanpa menjawab dia meletakkan buket di pangkuanku sambil menunjuk ke arah belakangku dan berlari menjauh. Aku menoleh ke arah yang ditunjuk oleh anak kecil tadi. Lelaki yang tadi pamit beli sandwich kulihat sedang berdiri bersandar di salah satu pohon Sakura sambil mengarahkan kameranya ke aku. Aku tersenyum kikuk sambil mengangkat buket dari pangkuanku dan melambaikan ke arahnya. Dia mengangkat bahu sambil tersenyum lebar dan berjalan ke arahku. Saat dia di dekatku, aku bertanya, "For what occassion?" Dia duduk di sebelahku dan menjawab, "For being such a great co-worker and lover." Lalu dia mengecup pelan pipiku. *an extended story*
Kamu untuk aku seperti langit Jakarta sore ini. Cerah dan indah. Meskipun setelah hujan. Meskipun awan masih menggayut. Hadirmu melukis senyumku 😊
Aku menatap punggungnya dari kejauhan. Punggung yang sudah bertahun-tahun aku lihat. Punggung yang setiap tahun memberikan kekuatan untukku. Punggung yang semakin tahun semakin terlihat kokoh. Sebentar lagi senja tiba. Senja yang mempertemukan kami di sini. Dan senja yang membawa kami kembali ke sini. Dia tetiba berbalik badan menghadapku. Bibirnya melengkungkan senyuman. Matanya pun berbinar. "Cepat ke mari, Ghe!" panggilnya setengah berteriak sambil melambaikan tangan. Aku tersenyum. Tingkahnya masih sama seperti saat pertama kami bertemu di sini. Aku bergegas melangkahkan kaki menuju dia. Momen senja kami hampir tiba. Dan saat aku tiba di sisinya, dia menggenggam jemariku. Aku membalas genggamannya ringan. Matahari berjalan perlahan menuju peraduannya. Genggaman tangannya kurasakan semakin menguat. "Selamat Senja ke-15, Sahabat," ucapnya dengan nada sarat kegembiraan. "Selamat Senja ke-15, Sahabat," ucapku pelan sambil meletakkan kepalaku di bahunya. (Picture by: sambonaventura)
Yang saya nanti saat 1 Syawal bukanlah ketupat, opor ayam, semur daging, rendang, dendeng balado, ataupun kastengel, nastar, putri salju, dan berbaju baru. Tapi saat seperti inilah yang saya nanti. Saat bertemu dengan Keluarga..