musik patah hati - diminished
“Akhir-akhir ini kepalaku sedang tidak beres. Ada semut-semut yang menghalangi kelancaran aliran sungai dalam pikiranku. Bisa dibilang mereka mengganggu tempoku. Ada yang menekan menyuruhku lebih cepat berlari, ada juga yang melambat menyuruhku untuk berleha-leha. Ah, itu sangat membuatku bimbang. Tapi, sudahlah lebih baik aku nonton.”
Ritmika pergi ke kamarnya untuk membuka laptop sambil mengambil sebungkus rokok di tasnya. Akhir-akhir ini, ia baru saja mengubah statusnya menjadi perokok. Entah karena apa, ia memberanikan diri untuk merokok. Padahal sebelumnya ia paling anti terhadap yang namanya rokok.
Sore tadi, tepat setelah latihan keroncong selesai, Ritmika melihat Melodi terburu-buru untuk pulang.
“Semuanya aku pulang duluan yah.”
“Mau kemana sih, Mel? Buru-buru amat.”
“Mau ke aaa, mau ke ada deh.”
Sejak saat itu, Ritmika mengabarkan pada dunia melalui raut wajahnya bahwa dia sedang merasa tidak nyaman.
“Lo kenapa, Mik? Kayak ayam lagi penyakitan aja diem mulu.”
“Engga, cuma ngantuk aja.”
“Gadang mulu sih. Eh, btw si Melodi kayaknya cocok sama Lo tuh.”
“Dih, gak mungkin.”
“Kenapa ga Lo anterin pulang, Mik?”
“Ah dia mau kemana juga. Mau langsung jalan sama orang kali.”
“Serius Lo?”
Ritmika hanya menjawab pertanyaan Cello dengan gestur yang menggambarkan keraguan. Minggu lalu, Ritmika jalan bareng Melodi. Ketika dalam perjalanan, ia melihat dari jauh ke smartphone Melodi. Selintas ia melihat chat Melodi dengan salah seorang laki-laki. namanya Dim; Diminished.
“do.. ri.. fi..”
[BACKSOUND}













