Tetap Terlambat
Aku pun terdiam, saat diriku menerima hasil tes lab itu. Semua seperti sia-sia. Hasil tesnya final ya mas, sahut si Dokter.
Rasanya percuma saja pengorbananku. Huh! Andaisaja waktu bisa diputar kembali, takkan kuhampiri tempat itu.
Aku tak pnya pilihan lain, Dora terlihat kesakitan, ia tdk bisa berlari kecil. Hanya meraung sakit. Air mata mulai menetes.
Gara2 dukun itu smua jd trlambat. Baiklah.. kan kuberikan kakiku yg trsisa untuknya walau aku harus berdiri dg tanganku.







