Bebas: Tentang Penerimaan Diri dan Percobaan Melewati Batas
Semalam baru banget selesai nonton #FilmBEBAS. Efek yang langsung terasa setelah keluar dari studio adalah perasaan 'hangat' setelah menyaksikan betapa agak-ribet-tapi-juga-tulus-pake-bangetnya persahabatan antara Vina, Kris, Gina, Suci, Jessica, dan Jojo di film ini. #FilmBEBAS ini benar-benar memotret indah dan getirnya fenomena geng masa SMA. Pun, film ini juga sukses mengubah kekakuan menjadi kehangatan ketika akhirnya setelah sekian puluh tahun, reuni di antara mereka terjadi. Well. Emang sih baru keluar dari SMA setelah empat tahun, tapi interaksi 'pas' yang terjadi antara mereka benar-benar bisa penonton -yang kondisinya tentu berbeda sama mereka- bisa relate.
Oiya. Ada yang pernah bilang kalau nonton film adalah perjalanan spiritual. Untuk #FilmBEBAS ini sendiri, pelajaran spiritual yang bisa saya dapat adalah penerimaan serta berbagai percobaan untuk melewati batas diri. Iya. Keenam tokoh utama ini memiliki persoalan masing-masing yang pada akhirnya membuat mereka belajar untuk berdamai dengan kondisi serta diri mereka masing-masing. Tapi, di saat bersamaan, film ini juga mengajak kita untuk keluar dari batas-batas negatif dan menemukan versi lebih baik dari kita sendiri.
Terakhir, secara teknis, film ini berjalan dengan sangat mulus. Peralihan dari masa lalu ke masa sekarang dan sebaliknya berjalan nyaris tanpa terlihat 'maksa', sebelas-dua belas dengan peralihan perbedaan waktu adegan-adegan di Iron Lady. Akting pemain di versi dewasa dan SMA pun gak 'njomplang'. Jadi, adegan di masa sekarang maupun tahun 1995 bisa dinikmati tanpa emosi karena akting yang acak-adut. Kurangnya film ini mungkin satu, kurang lama. Wkwkwk. Gak deng. Kurangnya mungkin ada di akting tokoh utama dan figuran yang kurang klik dan satu-dua hal yang gak tuntas secara total, bahkan sampai akhir filmnya. Tapi, keseluruhan, #FilmBEBAS ini adalah film drama Indonesia kedua di tahun ini setelah Dua Garis Biru yang bikin plong dan puas setelah keluar bioskop. Good job, Mas Riri Riza dan tim!!
Tambahan: standing ovation sama yang bikin dialog waktu perang geng. Anjis ngakak parah. Lucu, nampol, dan gak garing sama sekali 😂😂😂






