Saat sudah menjadi orangtua, setiap melakukan apa-apa, selalu yang ada di pikiran pertama adalah "Nanti anaknya bilang apa kalo mamanya begini?" ; "nanti anaknya gimana kalo mamanya kayak gini?". Jadi sebenarnya, menjadi orangtua juga adalah ujian. Tentang seberapa kuat kamu menekan ego diri demi kebaikan masa depan seorang manusia kecil titipan Tuhan. Jadi orangtua itu tidak mudah, tanggungjawabnya berat. Apalagi jika salah mendidik. Hati-hati. Banyak-banyaklah belajar. Intinya, sabar dan ikhlas. Sewaktu-waktu capek, ingat saja janji Allah. BalasanNya selalu paling indah untuk mereka-mereka yang selalu berusaha dan tawakkal. Sewaktu-waktu ingin lari dari kenyataan, cepat-cepat sadar, hidup ya begini. Nanti, semua pasti tinggal kenangan. Tinggalkan yang baik-baik. Ingat-ingat pertanggungjawabannya kelak. Fokus pada perbaikan diri. Semakin tua, seharusnya kualitas diri juga makin baik. Bukan malah sebaliknya, ingat umur! Jadi kalau sudah fokus sama peningkatan diri sendiri, mau dihajar bagaimanapun sama hidup, insyaAllah pertahanan diri sudah kuat. Ada Allah. Allah bantu. Fokus pada si makhluk kecil nan lucu yang sudah dititipkan Allah. Dia butuh orangtua yang kuat, sebab hidup tak mudah. Kalau sedikit goncangan kamu roboh, pada siapa anakmu akan bergantung? Kuatnya kamu adalah bekal, untuk kuatkan anakmu. Karena kadang orangtua lupa, mendidik anak adalah tentang mempersiapkannya berpisah dari kita. Jadi dia harus kuat, harus baik. Dan itu semua berasal dari orangtuanya. Ibunya! Setiap airmata akan dihitung Allah. Tenang saja. Setiap kelelahan akan dibayar Allah. Tenang saja. Setiap perjuangan akan dinilai Allah. Setiap doa akan didekap Allah. Setiap pinta akan dikabulkan Allah. Maka, tenanglah saja. #fityanisyahrir