Rambu-Rambu Multitasking
Intensi adalah sebuah langkah awal mengarahkan perhatian. Ketika tujuan kita sudah jelas dan intensi kita sudah bulat, maka kita akan mampu membedakan traksi dan distraksi. Kalaupun atensi sesekali melenceng, kita akan cepat tersadar dan kembali fokus kepada target prioritas kita.
Masalah yang timbul biasanya klasik, persis seperti apa yang seringkali saya alami; target dan daftar pekerjaan sudah jelas, tapi koq sepertinya sulit sekali dimulai atau dikerjakan. Semakin saya pikir, semakin saya timbang, malah tidak jadi-jadi dikerjakan. Rasa jenuh, tidak bersemangat, dan rasa enggan mulai menggerayangi. Saya menunda-nunda dan membuat banyak alasan, sampai akhirnya agenda tersebut tenggelam dalam tumpukan daftar panjang catatan saya.
Kembali lagi kepada teori FLOW yang dicetuskan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, ada 2 faktor yang menentukan hal ini, yaitu:
Tingkat tantangan suatu kegiatan, dan
Tingkat kemampuan/keterampilan kita
Semakin tinggi tantangan pekerjaannya, maka dibutuhkan tingkat keterampilan yang juga tinggi. Ini membuat kita biasanya akan semakin panik, khawatir, dan cemas. Sebaliknya semakin rendah tingkat tantangan pekerjaannya, maka dibutuhkan tingkat keterampilan yang rendah. Namun risikonya adalah kita akan merasa jenuh. Yang kita perlukan adalah sebuah keseimbangan (FLOW CHANNEL) antara tantangan pekerjaan dan keterampilan kita.
Kondisi ideal ini dinamakan LEARNING ZONE, sebuah kondisi dimana kita akan bertumbuh dan belajar. Tugasnya memang menantang, tapi masih bisa kita raih. Kita mungkin akan mengalami sedikit stres, namun arahnya masih positif. Kita akan tertantang untuk mengerahkan seluruh usaha kita, dan hasilnya ada suatu perasaan gembira ketika kita berhasil mengerjakan suatu hal yang bermakna.
Kadar kesulitan tiap orang itu relatif, sesuai dengan kapasitas dan rentang atensinya. Dan kapasitas atensi manusia ternyata kecil sekali. Karena dari total 11 juta bit informasi yang otak kita terima dari lingkungan sekitar, benak sadar kita hanya bisa memproses 40-50 bit/detik. Kalau sembrono, kuota beberapa puluh bit akan habis begitu saja. Kegiatan yang memakan kuota atensi lebih banyak atau lebih sedikit tergantung pada tingkat kesulitan. Ada 2 jenisnya, yaitu:
HABITUAL TASKS
COMPLEX TASKS
HABITUAL TASKS tidak banyak memakan kuota atensi karena otomatis tidak perlu banyak berpikir, misalnya: bernafas, berjalan, menggosok gigi, dll.
COMPLEX TASKS banyak memakan kuota atensi, seperti: membaca buku, mengerjakan soal matematika, berbicara dengan orang lain, dll.













