Menyegarkan Atensi
Atensi itu memakan energi. Atensi seperti otot, ketika masih segar, betapa mudahnya mengangkat beban. Namun ketika repetisi terus menerus terjadi, otot akan lelah dan tegang, mengangkat barang ringan sekalipun akan terasa berat. Saat energi melimpah, konsentrasi terasa mudah. Ketika terjadi repetisi, atensi melemah dan fokus terpecah, maka tugas yang simpel pun akan jadi terasa sulit.
Energi akan cepat habis ketika atensi sering terdistraksi. Dan ketika mencoba mengembalikan lagi atensi seperti semula, proses itu menghabiskan energi ekstra. Bekerja di depan layar membuat kebanyakan orang terdistraksi setiap 40 detik, dan ketika terlena dan ingin kembali fokus, manusia butuh 23 menit untuk re-fokus kembali. Kita menjadi produktif ketika bekerja/belajar bebas dari interupsi/distraksi sama sekali.
Menurut Anders Ericsson, seorang pakar psikologi prestasi dalam bukunya berjudul PEAK, How To Master Almost Anything, manusia pada umumnya punya kapasitas maksimal selama 4 jam untuk bisa fokus tanpa jeda sama sekali. Ini pun hanya berlaku bagi orang yang menekuni level prestasi/juara dunia saja. Setelah beberapa jam fokus, orang harus beristirahat dulu agar tidak mengalami cedera fisik, mental, dan emosional. Dengan kata lain, istirahat SAMA PENTINGNYA dengan berlatih.
Proses menguatkan Habit of Attention:
Mendisiplin benak agar bisa fokus
Tahu kapan harus berhenti dari kegiatan ketika otak sedang butuh istirahat
Jangan abaikan kebutuhan istirahat!
Semakin lelah, emosi dan impuls sulit dikontrol karena otak rasional meredup, akibatnya kita makin gampang terdistraksi.
Agar fokus dan atensi membaik, segarkan daya atensi kita. Caranya:
Rehat berkala dalam jam kerja
Menurut riset: orang butuh rehat 15 menit setelah 1-1,5 jam bekerja dengan fokus. Tujuannya untuk relaksasi tubuh dan pikiran: meregangkan tubuh, minum, jalan-jalan, rebahan, ngobrol santai, denger musik, dll. Jangan malah scroll sosmed, nonton film atau main games, karena otak justru tidak bisa istirahat. Aktivitas layar meninggalkan banyak residu verbal, visual, dan audio di benak kita. Mengakibatkan bidang atensi tidak jernih, malah terinterupsi oleh residu-residu.
2. Rehat panjang untuk berhenti memikirkan pekerjaan di akhir hari
Buat batasan yang jelas kapan waktu untuk bekerja, kapan waktu untuk beristirahat.
3. Tidur
Penuhi kuantitas minimal waktu tidur dan kualitas tidur harus dikondisikan. Tips sebelum tidur:
Hindari makan kekenyangan
Hindari konsumsi kafein, alkohol, nikotin
Matikan lampu, agar hormon melatonin aktif dan membuat kita terlelap
No screen time sebelum tidur
Pastikan semua urusan hari itu beres, cek agenda beberapa hari
Catat 'to-do-lists'
Ucapkan afirmasi positif pada diri sendiri, "Semua urusan hari ini sudah beres, sekarang aku bisa tidur dengan tenang"
4. Sediakan porsi untuk menghabiskan waktu di alam terbuka
Jalan-jalan di alam membuat otak fresh, benak segar, meditatif, dan ini penting bagi atensi kita. Jadwalkan setidaknya 3 kali/minggu selama 20 menit berada di alam terbuka.
5. Terapkan teori "Hyperfocus and Scatter Focus" oleh Chris Bailey
Scatter Focus = sengaja membiarkan pikiran mengembara, tidak konsentrasi pada apapun.
Jika ada ide-ide muncul, sadari, tapi tidak dilarang. Benak akan merelasikan ide satu dengan ide lainnya, ikuti saja kemana pikiran itu bergerak. Scatter Focus adalah seperti melamun yang disengaja.
Menyuruh pikiran melamun adalah bagian dari keterampilan mengarahkan atensi. Saat kita beristirahat, melamun itu penting. Benak yang mengembara akan mengeluarkan tabungan ide-ide di bawah sadar, kemudian menghubungkan ide-ide dengan cara yang tidak akan bisa dikerjakan saat pikiran kita sadar.
Praktek Scatter Focus:
Duduk santai
Taruh catatan dan pena
Biarkan pikiran melayang-layang sendiri
Ketika muncul ide penting, segera catat!
Beradalah pada momen itu
Lakukan setiap hari
Melamun tidak selalu sia-sia. Waktu kita tidak selalu harus sibuk atau penuh. Beri ruang pada benak bawah sadar untuk menyampaikan pesan kepada kita. Benak bawah sadar akan semakin jernih memilah/memilih apa yang perlu jadi fokus konsentrasi kita.












