pros don’t fake olof

seen from Romania
seen from South Korea
seen from United States
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Philippines
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from China
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Belarus

seen from Serbia

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Malaysia
pros don’t fake olof
Fnatic ficha a jugador de 21 años para su equipo de CS:GO
«Es todo un honor», estas fueron las palabras del nuevo jugador de Fnatic, el cual solo tiene 21 años y se convierte en el miembro más joven en entrar a la escuadra. Jack “Jackinho” Ström es un nombre bastante desconocido para todos, pero sus habilidades le permitió entrar a una de las organizaciones más grandes […]
Ir a la noticia completa
Fnatic pierde a uno de sus históricos jugadores
Un hecho bastante sorprendente sucedió esta tarde de viernes, y es que Fnatic anunció que Robin «flusha» Rönnquist decidió dar un paso al costado dentro del equipo. El legendario jugador sueco fue trasladado a la banca del equipo, pasando a ser un jugador inactivo, esto mientras estudia las ofertas de nuevas organizaciones. Robin»@flusha» Rönnquist ha […]
Ir a la noticia completa
CS:GO Event Flush insane 4 kill Cloud9 vs Fnatic at iBUYPOWER Masters 2019
Geser STYKO, Cloud9 Boyong Flusha ke Susunan Roster CS:GO
Cloud9 secara resmi telah memboyong seorang mantan pemain fnatic yang baru saja keluar, yaitu Robin “flusha” Rönnquist. Dia pindah ke organisasi esports asal Amerika Serikat tersebut dalam jeda 4 hari setelah hengkang dari fnatic. Flusha akan menggantikan tempat dari Martin “STYKO” Styk yang telah bermain bersama Cloud9 sejak bulan Juli lalu dalam status dipinjamkan oleh mousesports. Performa dari STYKO bersama Cloud9 bisa disebutkan kurang memuaskan, lantaran penurunan performa dari tim itu sendiri maupun STYKO. Sekilas tentang Flusha, dia adalah pemain kelahiran tahun 1993 yang sudah bermain di beberapa tim-tim besar lainnya, sebut saja Epsilon Esports, GODSENT, dan tentunya fnatic. Flusha sendiri telah bermain dibawah bendera fnatic selama hampir 5 tahun dan bisa dibilang menjadi sosok legenda dan panutan bagi para pemain CS:GO di dunia.
Kepergiannya dari fnatic cukup membuat penggiat CS:GO dunia kaget. Namun dalam pernyataan keluarnya, dia menjelaskan bahwa dia kurang senang saat bermain bersama fnatic di beberapa bulan belakangan ini. Pernyataan tersebut terbilang cukup meyakinkan karena memang performa Flusha dalam beberapa bulan ini cukup di luar ekspetasi. Dalam perjalanan karirnya Flusha juga membawa fnatic menjuarai 3 ajang terbesar CS:GO, yaitu DH Winter 2013, ESL One Katowice 2015, dan ESL One Cologne 2015.
Uniknya, dia akan dipertemukan dengan rekan tim lamanya di fnatic, yaitu Maikil “Golden” Selim yang telah duluan bergabung dengan Cloud9 di awal bulan Agustus lalu. Golden juga bernasib sama, yaitu dibangkucadangkan oleh fnatic, hingga akhirnya memutuskan untuk pindah ke Cloud9. Selain itu, Flusha akan menetap di bootcamp Cloud9 yang berada di Amerika Serikat. FPL pun ikut memberi ucapan selamat datang ke Flusha. FPL merupakan liga khusus dari FACEIT yang menjadi penghubung antar pemain professional untuk latihan/sekedar bermain. “Bergabung dengan Cloud9 adalah salah satu kesempatan dalam hidup yang saat ini menurut saya tepat,” kata Flusha di pernyataan resminya. “Saya berharap dapat memberikan pengalaman saya ke pemain-pemain bertalenta ini, dan saya juga sangat tertarik untuk tahu lebih jauh tentang tim ini. Dengan itu, kemenangan akan terus mengikuti kita!” Tambahnya dengan optimis. Apakah diboyongnya Flusha ke tim ini akan membawa dampak yang lebih baik? Apakah dia juga solusi terhadap Cloud9 yang tampil loyo sejak ditinggal Stewie2k dan Tarik? Mari kita lihat perkembangan yang ditunjukkan tim berlogo awan biru tersebut. Tyler “Skadoodle” Latham Timothy “autimatic” Ta Will “RUSH” Wierzba Maikil “Golden” Selim Robin “Flusha” Rönnquist
Read the full article
Fnatic Bangkucadangkan Flusha, ScreaM Tempati Posisi Standin
Fnatic secara resmi telah mengumumkan bahwa salah satu pemainnya, Robin “flusha” Rönnquist akan dibangkucadangkan dari roster aktif. Sedangkan, Adil “ScreaM” Benrlitom akan mengisi posisi flusha sebagai stand-in di ajang ESL One New York mendatang.
Pemain yang sering dijuluki Señor Vac ini sempat keluar dari fnatic di pertengahan Agustus bersama JW dan KRIMZ dan bergabung ke GODSENT. Karena beberapa alasan, ketiga pemain ini memutuskan untuk kembali ke Fnatic setelah 1 tahun perjalanannya bersama tim GODSENT. Setelah kembalinya mereka, fnatic hanya bisa berada di posisi top 10 tim dunia. Walaupun begitu, mereka juga sempat memenangkan beberapa titel besar, seperti IEM Katowice 2018 dan WESG 2017. Sejak Golden keluar, mereka mulai memasuki masa gelapnya, salah-satunya adalah kekalahan awal mereka di DH Stockholm di babak 16 besar.
Tidak sampai disana, mereka juga gagal untuk mendapatkan titel “Legend” mereka di FACEIT Major: London 2018. Fnatic harus menutup “era” mereka setelah 12 kali selalu masuk ke babak playoff major. Performa dari Flusha sendiri secara statistik mengalami penurunan yang signifikan, di mana salah satu pemain terbaik mereka ini mencatatkan rating dibawah rata-rata di FACEIT Major: London, dengan angka 0.82 di 7 map yang dimainkan. Di pernyataan resmi Fnatic, mereka menjelaskan bahwa keputusan ini ditetapkan atas performa mereka di FACEIT Major: London 2018. Sebagai salam perpisahan, melalui akun twitternya, flusha memposting sebuah gambar orang menghilang, yang mana berkaitan dengan keluarnya dia dari fnatic. asa flusha untuk dunia esports khususnya CS:GO ini bisa dibilang sangat besar. Bagaimana tidak? Jika kalian tahu tim MIBR alias SK Gaming, mereka adalah hasil dari bantuan flusha di tahun 2015. Pada saat itu, FalleN dan kawan-kawan bermain dengan nama KaBum.TD ini mendapat sumbangan uang darinya agar dapat pergi ke kualfiikasi offline ESL One Katowice 2015. Dia menyumbang uang yang didapatnya dari kemenangannya di ajang Pantamera 2015.
Hasil dari sumbangan flusha berbuah manis karena tim FalleN itu berhasil masuk ke babak 8 besar. Jadi bagi kalian fans MiBRsekarang, mungkin kalian harus berterima kasih banyak kepada flusha. ScreaM dijadwalkan akan bermain dengan Fnatic di ajang ESL One New York pada 26 September 2018 mendatang. Pemain Belgia ini diketahui belum terikat kontrak dengan organisasi manapun sejak Juni lalu, EnVyUs resmi keluar dari ranah CS:GO dan melepas semua pemainnya. Dengan ScreaM bermain di fnatic, diperkirakan mereka akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama mereka, karena ScreaM diketahu tidak fasih berbahasa Swedia. Kemanakah flusha akan bermain setelah ini? Belum ada informasi pasti yang menyebutkan itu. Dengan gelar major terbanyak yang diraihnya, tentu tim yang akan dia perkuat bukan tim sembarangan. Dan apakah ScreaM akan menjadi pemain tetap di fnatic atau hanya sekedar stand-in? Mari kita harapkan yang terbaik untuk mereka semua dan tentunya fnatic! Dengan ini, roster CS:GO dari fnatic adalah sebagai berikut: Jesper “JW” Wecksell Freddy “KRIMZ” Johansson Richard “Xizt” Landström William “draken” Sundin Adil “ScreaM” Benrlitom (stand-in) Robin “flusha” Rönnquist (bench)
Read the full article
flusha 1v5 fpl
EU fake