Adalah teman saya @efenerr yg mencurahkan isi hati tentang kebingungannya perihal foto-foto ala #streetphotography. Seringkali seorang #fotograferjalanan tidal menyertakan keterangan apa-apa yg menyertai fotonya. Terpicu hal itu maka saya, berbekal bacaan-bacaan instan tentang #streetphotography merasa terketuk untuk berbagi tentang apa itu #fotografijalanan. Karena keterbatasan saya dan keterbatasan space IG, menyebabkan saya agak kurang leluasa #sharing. Tapi tak apalah, yg penting kan niatnya, dan tentu saja langkahnya. Lalu kenapa #streetphotography sering tidak menyertakan kepsyen? Kalau pun ada pasti hanya keterangan tempat dan waktu saja. Menurut saya, kepsyen pada #fotografijalanan memang tidak diperlukan. #streetphotography memang membebaskan imajinasi pemirsa untuk menginterpretasikan foto dan rasa dari foto itu. Perkara benar atau salah bukanlah ranah SP, karena memang dari sananya SP melegalkan misteri dari kontennya. Lalu bagaimana dengan foto di atas? Kalo saya kasih kepsyen tukanh becak, foto akan habis seketika ketika Anda selesai membaca kepsyen. Tapi kalo saya lepas tanpa bantuan teks, setidaknya ada masa buat Anda menduga-duga siapa gerangan orang itu dilihat dari siluetnya. Lalu, setelah itu pilihannya ada dua, jika Anda bingung pasti akan memutuskan untuk mengabaikannya. Jika Anda mengenal bentuk siluet itu, maka semacam ada perasaan bangga bisa memahami isi foto. Ujungnya, jika tidak berkata "Oo!" pasti ya manthuk-manthuk. Demikian uraian singkat saya. Feel free to discuss, ya, tapi mbalesnya sak selonya waktu saya 😁 #xt30team_urbanstreet #xt30team #fujifilm_id @fujifilm_id taken with #fujifilmxq2 Surabaya, 2019 #xt30team_urbanstreet #xt30team #fujifilm_id @fujifilm_id taken with #fujifilmxq2 Surabaya, 2019 https://www.instagram.com/p/BuWU_bMhMJr/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=169fw9nalqefl