The origins of temperaments concept
Kembali ke zaman para filsuf Yunani purba, Hippocrates, bapak kedokteran modern, mulai mengobservasi para pasiennya. Dia menemukan bahwa sementara tidak ada dua orang yang tepat sama, banyak yang mempunyai ciri khas serupa. Satu kelompok sering berbagi pola perilaku tertentu yang konsisten. Pada segi lain, kelompok lainnya memperlihatkan perilaku yang sangat berbeda, walaupun mereka bertindak secara konsisten di dalam kelompoknya. Begitu Hippocrates dan rekan-rekan sekerjanya memperhatikan ke dalam kelompok mana seseorang cocok, mereka bisa dengan akurat meramalkan aspek-aspek lain tentang tanggapan orang itu terhadap kehidupannya. Mereka menyebut orang-orang yang ciri khasnya jelas suka ribut dan terlambat, optimistis, menyukai kesenangan Sanguinis. Mereka menyebut orang-orang yang suka menjadi pemimpin kelompok dan cenderung sok berkuasa Koleris. Orang-orang yang perlu agar seluruh kehidupannya teratur dan lebih pemurung daripada lain-lainnya diberi nama Melankolis. Dan akhirnya mereka menunjuk orang-orang yang mudah menuju arah mana saja selama orang lain membuat pilihan sebagai Phlegmatis.
Hippocrates tadinya merasa bahwa setiap kelompok berperilaku seperti itu karena adanya cairan tubuh tertentu. Kata Sanguine berarti darah serta berhubungan dengan energi tinggi dan optimisme. Choleric adalah empedu kuning, yang berhubungan dengan kontrol dan kemarahan. Melancholy mewakili empedu hitam dan dipilih karena kedalam intelegensi dan kecenderungan orang itu ke arah tekanan jiwa. Phlegmatic berasal dari phlegma (lendir) tubuh, yang menjaga orang itu agar tetap damai, pasif, dan mantap. Lama berselang ilmu kedokteran sudah membuang aspek analisis Hippocrates tersebut. Tetapi obervasi perilaku ini masih tetap kokoh selama bertahun-tahun sehingga mayoritas telaah kepribadian berakar pada teori Hippocrates tentang empat pola watak.
Dalam menyesuaikan diri dengan gagasan aslinya, kita akan menggunakan istilah yang sama, yaitu Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Phlegmatis. Supaya istilah ini mudah diingat-ingat, kami menambahkan kata deskriptif kepada masing-masing watak. Kami akan mengacu pada Sanguinis yang Populer, Koleris yang Kuat, Melankolis yang Sempurna, dan Phlegmatis yang Damai. Bersama-sama semuanya akan membuat gambar lengkap Teka-Teki Kepribadian. Bunga yang cemerlang adalah Sanguinis yang Populer; Koleris yang Kuat adalah sudut-sudut yang menahan semuanya menjadi satu; Melankolis yang Sempurna membentuk kerangka dari kepingan-kepingan yang rata; Phlegmatis yang Damai mengisi langit biru.
Sumber:
Littauer, F dan Littauer, M. 1997. Personality Puzzle. Jakarta: Professional Books.
Bacaan lanjut: Temperament: A brief survey, with modern applications
disalin sekenanya oleh @aristimink,
yang baru tau kalo four personalities theory itu ternyata teori kuno dari zaman eyang Hippocrates, selama ini ngiranya teori modern Barat >__<