Amphitheater
Identik dengan sebuah pertunjukan, yang ditonton oleh banyak orang. Layaknya Coloseum zaman Romawi Kuno.
Tempat saling adu kekuatan, saling berkelahi, untuk menunjukkan siapa yang paling kuat. Hal itu mengingatkanku pada panggung pertunjukkan di dunia yang kini punya parameter materi, baik berupa harta, kekuasaan, pengaruh, dll.
Banyak manusia yang dengan sengaja atau dengan niat ikut serta dalam pertandingan itu, sisanya ada juga yang hanya memilih jadi penonton, diam serta hanya bisa berkomentar, tak mau turun tangan menghentikan mereka.
Ada orang ketiga yang membantu keduanya tersadar, menyadarkan peserta bahwa pertandingan itu bukan hanya untuk dunia, karena kemenangan yang didapat akan tanpa makna. Mengingatkan para penonton bahwa adakalanya mereka tak boleh berdiam diri, apalagi jika saudaranya saling berkelahi.
Hidup itu masalah peran, pilihan, keberanian, serta tujuan. Kita memilih untuk berperang jadi siapa, seperti apa, di kubu yang mana, sebagai apa, dan dengan keberanian serta keyakinan kita melakukannya dengan sepenuh hati, ikhlas serta menyadari bahwa ini jalan menuju tujuan yang telah kita tetapkan.

















