Codename: Gun Dagger
Dirimu adalah sintesis dari perjalanan hidupmu. Tumbuh menjadi seseorang yang selalu diperdaya kata-kata membuat diri ini kemudian jatuh cinta pada ilusi bahwa kami memang saling menyayangi. Dan seperti awamnya orang yang saling jatuh cinta, kami pun bercinta. Tapi tahukah kamu bahwa ada pola pada setiap cerita? Itulah sperma yang menjadi pemrakarsa sebuah pembicaraan santai yang terjadi antara saya dengan Sensei, membuat kami menginisiasi sebuah ide untuk membuat apa yang selama ini hanya sebuah utopia dalam benak kami berdua untuk menjadikannya sebuah karya yang nyata.
Berawal dari sebuah frustasi atas kemunafikan manusia yang menjadikan setiap tragedi menjadi sekedar bahan opini untuk mengisi hari, kami saling berspekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sampai akhirnya kemudian kami saling menyadari bahwa setiap kami menangisi semua tragedi yang terjadi menjadi sebuah lelucon yang selalu membuat kami sendiri menjadi tertawa geli, melupakan semuanya, lalu kembali menjalani hari. Tapi di sebuah hari, kami berhenti melakukan hal yang tanpa kami sadari menjadi sebuah ironi tersendiri dan mulai mencari solusi agar manusia dalam peradabannya tidak kehilangan kendali terhadap nurani yang ada di dalam diri mereka sendiri.
Sensei kemudian memberikan ide tentang apa yang ingin beliau ungkapkan dengan garis visual yang dipresentasikan. Dan saya yang menulis untaian kata ini kemudian mencoba untuk melakukan translasi dan menambahkan elemen yang dapat menjadikan semua ilustrasi menjadi lebih berisi, lalu melakukan enkripsi dari seluruh bahan presentasi yang tersaji menjadi sebuah story yang selama ini saya rasa sering dinikmati setiap generasi. Namun untuk membuatnya lebih memiliki arti bagi setiap hati yang menikmati adalah apa yang telah kami kaji selama perjalanan hidup kami untuk menjadikannya sebagai bagian dari sebuah trilogi mengenai tata cara berkompensasi dengan keinginan untuk mati.
“How to kill your God”
Sebuah narasi yang kami coba bangun sebagai bagian dari promosi untuk memberi gairah agar mereka tertarik berinteraksi dengan enkripsi ini. Permainan kecil ini hanyalah awal stimulasi dari gambaran besar atas apa yang kami nikmati selama ini dalam mengapresiasi karya para pendahulu kami, sehingga kami pada akhirnya bisa menemukan arti bagi hidup kami sendiri.
Ada begitu banyak sekali tema yang menjadi motivasi Gun Dagger untuk sampai pada tahap realisasi nanti. Kita bisa mulai dari persepsi pribadi kami terhadap keberadaan negara yang menjadi buah karya peradaban masa lampau yang mulai kehilangan relevansinya bagi peradaban manusia saat ini, sampai dengan katastrofi yang akan terjadi apabila banyak insan mulai kehilangan hasrat untuk berani mengkritisi apa yang menjadi ketidakmampuan mereka sendiri.
Semoga di kemudian hari kita dapat berbincang lebih banyak lagi mengenai karya kami, setelah semuanya terealisasi dalam medium yang bersama-sama akan kita nikmati di kemudian hari. Untuk sementara ini, selamat menikmati konsep yang menjadi fondasi kami.












