Jenna Berman Icons;
©padacklesvamps or like, please don’t repost.
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from Hungary

seen from Hungary

seen from Hungary

seen from United States
seen from Bolivia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Poland

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Jenna Berman Icons;
©padacklesvamps or like, please don’t repost.
Béziers : the death of Mohamed Gabsi
Béziers : the death of Mohamed Gabsi
According to the prosecutors in Beziers, three officers (local police) dragged Mohamed Gabsi, 33, along the ground during a curfew. After the incident that was videotaped officers are suspected of intentional violence by a public official leading to manslaughter and nonassistance of a person in danger.
https://lejournaldupeintre2.wordpress.com/
Painting news project
Les tableaux du peintre
Tw…
View On WordPress
Para pegiat olahraga prestasi di daerah acapkali mendapat sebutan “orang gila (orgil)”. Kegilaan itu karena nyaris lupa diri atas keterbatasan kemampuan pengetahuan, pengalaman, dukungan materi dan sebagainya. Mereka tidak hanya berani berdarah-darah ( nggetih – Jawa) ketika berusaha melakukan kegiatan yang menyangkut pembinaan prestasi cabang olahraga (cabor) yang digilai. Bertaruh nyawapun, kalau perlu, dilakukan. Ini tidak mengada-ada agar mendapat simpati. Kecintaan yang begitu mendalam pada cabang olahraga yang digeluti, kadangkala membuat para pegiat melakukan hal-hal di luar nalar dan berisiko pencibiran atau sejenisnya.
Dari 35 cabang olahraga yang berada dalam lingkup kordinasi KONI Kabupaten Kebumen, 30 anggota hadir pada perhelatan bertajuk “Workshop Kepelatihan Pelatih Olahraga 2019 ” yang dilaksanakan selama dua hari pada Kamis dan Jumat, 10 dan 11 Oktober 2019 di Ruang Tribune SMK N 1 (dulu SMEA Negeri). Ini kali kedua KONI Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY) setelah 2017. Dua pemateri utama yakni Dr. Endang Rini Sukamti, M.S., yang mengampu materi Pemanduan Bakat dan kandidat kuat Guru Besar. Beliau memaparkan temuan yang menjadi bahan disertasi di cabor Renang berupa aplikasi pengukuran kadar unsur-unsur dalam pemanduan bakat yang diaku menghabiskan dana penelitian sekira 100 juta rupiah dan belum dipatenkan. Satu keberuntungan bagi para orgil yang hadir dan menyimak perhelatan ini. Sementara itu, pemateri Perencanaan Program Latihan (Dr.Or.Mansur, M.S) dijadualkan akan memberikan retensi dan pembaruan pengetahuan pada Jumat siang setelah Ishoma.
Penulis yang mewakili cabor Bridge di dua kesempatan emas ini (2017 dan 2019) merasa bangga dan terharu berada di tengah lingkaran orgil ini. Banyak muncul sosok muda dan berlatar belakang pendidikan tinggi keolahragaan. Mendapat banyak cerita dan masukan juga ketika ngobrol bareng disela waktu Ishoma. Ada yang datang dari cabor lawas semisal panjat tebing, ada juga yang baru seperti softball dan yongmodo. Ngobrol sersan sambil menikmati kopi hangat sedikit banyak menjadi retensi (pembuka memori) dan sebagian lainnya adalah informasi terbarukan.
Selain sosok-sosok muda yang menjadi “janji masa depan” prestasi olahraga daerah, ada beberapa sosok pelatih bertangan dingin dari cabor atletik (Edy Vijay), Marinus Yosa (Tinju) dan Dwi Aries Prambasto (Hockey). Juga banyak nama lain dari cabor beladiri: judo, silat dan yongmodo. Sementara itu, Kempo yang baru bangkit dari tidur lelapnya selama hampir dua dasawarsa, mulai awal 2018 tengah bekerja keras “meraih mimpi” menggapai lumbung medali karena nomor pertandingannya sangat banyak (20 – 30 nomor) di event resmi Porprov maupun PON.
(bersambung)
Mengoptimalkan Potensi Atlet Berprestasi [Bagian 1] Para pegiat olahraga prestasi di daerah acapkali mendapat sebutan "orang gila (orgil)". Kegilaan itu karena nyaris lupa diri atas keterbatasan kemampuan pengetahuan, pengalaman, dukungan materi dan sebagainya.
Ini cerita picisan, recehan orang bilang begitu. Jadi, jangan berharap ada kata atau kalimat inspiratif. Apalagi yang memotivasi. Hanya cerita orang kampung yang biasa kampungan. Bisa dibaca dengan jelas saja sudah bagus. Mungkin sedikit romantis, tapi tidak melankolis. Ada sinis, klimis tanpa kismis yang manis. Tak berarah jelas, meski bertujuan pasti.
Perjalanan hidup manusia acapkali membawa cerita yang patut direnungkan. Meski tidak seindah karya sastra, novel percintaan yang berakhir bahagia. Karena bahagia atau sedih, bukan tolak ukurnya. Tetapi kecewa yang cukup mendalam mungkin saja jadi prolog atau apapun istilahnya. Dan kisah ini ibarat perjalanan mendaki puncak gunung Merapi. Satu gunung api teraktif yang medan dan suasananya telah diketahui dari jalur pendakian manapun. Tidak mudah diprediksi, sesekali mengundang sensasi agar hidup ini lebih berarti.
Sumber gagasan datang menghampiri benak dalam suasana yang sebenarnya kurang segar. Untuk kesekian kalinya, anak-anak Kelas 3 yang pernah belajar bridge meminta berlatih kembali. Bahkan dengan nada merengek, mungkin karena keinginan yang luar biasa dan tak tertahankan lagi. Setiap kali bertemu, permintaan itu diulang. Tidak hanya dari satu atau beberapa anak. Hampir semua menyatakan hal serupa. Dengan nada khas anak jaman now dan gaya masing-masing tentunya. Ada sesuatu yang membekas. Enak…asyik kata mereka.
Kata sohibul hikayat yang pandai bersilat,
lidah itu tak bertulang.
Tak terbatas kata yang keluar.
Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati.
Di puncak Merapi ada bunga abadi
***
Firliana Nurulngaeni, putri sulung Bapak Nino Sutrisno. Kesehariannya sebagai pembuat kue basah jenis bakpao dan pukis yang dititip-jualkan di lapak kuliner Keposan dan pedagang kue-kue basah di Pasar Tumenggungan. Gadis mungil itu adalah pemantik daya hidup saya yang tengah meredup. Karena ulah orang-orang dewasa yang tak peka tanggung-jawab.
Dari depan rumahnya, di lingkungan padat penduduk Klenthengan. Dengan gaya khasnya, ia nyatakan hasrat dan semangatnya untuk berlatih kembali olahraga otak bridge yang pernah dipelajari bersama teman-teman sebaya. Jumlahnya delapan belas anak dari beberapa SD setahun lalu. Kata “kangen” yang senantiasa diucapkan setiap kali bertemu, sebenarnya cukup mewakili suara hatinya. Perempuan mungil yang berdaya hidup luar biasa.
Permintaan serupa dengan Firli, panggilan akrab Firliana datang dari hampir semua teman sekelas yang pernah berlatih bridge di rumah saya. Evan Pramudya, Aileen dan Amabel adalah sebagian diantaranya yang istiqamah. Konsisten menjaga api kehidupan dari redupnya suasana iklim pembinaan keolahragaan tidak kondusif bagi pengembangan cabang ini.
Sejak dihapus dari mata lomba POPDA di tahun 2014, semua pelatih bersertifikat Program Bridge Masuk Sekolah (BMS) yang diselenggarakan oleh PB GABSI lewat pengurus provinsi dan dinas pendidikan mundur teratur dari dunia kepelatihan dan pembinaan atlet potensial berprestasi pada kelompok umur usia dini. Mereka adalah para guru olahraga dari berbagai SD di Kabupaten Kebumen. Meski begitu, masih ada satu hasil positif dari Program pemasalan olahraga bridge yang dinilai terbaik oleh Federasi Bridge Dunia (WBF) itu. Jejak Juara I Popda Jawa Tengah. Atas nama pasangan Muftiani SB dan Lukman Hakim yang mewakili UPT Disdikpora Kecamatan Klirong pada tahun 2013. Lalu apa hubungannya dengan ide cerita ?
Firli dan kawan-kawan dapat diibaratkan energi kinetik. Mereka punya daya gerak luar biasa. Di saat saya mengalami masa jenuh dan hampir patah arang, pelan tapi pasti, anak-anak SD ini menggelitik nurani berkali-kali. Sampai kejenuhan yang kian mendekat titik beku, cair sedikit demi sedikit. Semangat belajar mereka itulah yang menepis semua rasa mengasihani diri akibat iklim dan kultur orang dewasa yang tak menyehatkan jasmani-rohani. Semoga mereka, Firli dan kawan-kawan serta Muftiani cs tetap istiqomah, rendah hati dan menjadi diri mereka sendiri. Masa depan menanti di masa bonus demografi. Ketika masyarakat Indonesia memperingati seabad Sumpah Pemuda dan menyongsong hari-hari jelang seabad Bangsa Indonesia menyatakan: Merdeka !
Energi Mereka, Daya Hidupku Ini cerita picisan, recehan orang bilang begitu. Jadi, jangan berharap ada kata atau kalimat inspiratif. Apalagi yang memotivasi.
amellywood selfies
credits to @backtotay and @sheeehans on twitter if saving/using
♡rdj icons♡
like/reblog if saving, credits to @backtotay and @fckingireland on twitter
sg icons
like/reblog if using, credits to @backtotay and @fckingireland on twitter
like/reblog if using, credits to @backtotay and @fckingireland on twitter